Produksi Melodi dan Bunyi yang Belum Kaku
Aspek lain yang berkontribusi pada kemampuan ini adalah fleksibilitas organ vokal dan pendengaran anak-anak. Saat lahir, bayi memiliki kemampuan untuk membedakan semua bunyi vokal dan konsonan dari semua bahasa di dunia. Seiring bertambahnya usia dan terpapar bahasa tertentu (misalnya bahasa Indonesia), otak mereka akan "membuang" kemampuan untuk membedakan bunyi yang tidak relevan. Proses ini terjadi secara alami untuk mengoptimalkan pemahaman terhadap bahasa ibu mereka.
Ini menjelaskan mengapa seorang penutur bahasa Inggris sering kesulitan mengucapkan bunyi "r" yang bergetar seperti dalam bahasa Spanyol, atau sebaliknya. Mereka kehilangan kemampuan untuk membedakan dan menghasilkan bunyi tersebut karena otaknya sudah dilatih untuk tidak memperhatikannya sejak kecil. Anak-anak yang terpapar dua bahasa sejak dini, misalnya Indonesia dan Spanyol, akan mempertahankan kemampuan untuk membedakan dan menghasilkan kedua bunyi tersebut dengan mudah. Mereka tidak perlu "belajar" bunyinya dari awal, karena kemampuan itu sudah ada.
Selain itu, otot-otot mulut, lidah, dan tenggorokan anak masih sangat lentur dan belum kaku seperti orang dewasa. Mereka bisa meniru aksen dan intonasi dengan sempurna tanpa perlu latihan khusus. Inilah mengapa anak-anak bisa terdengar seperti penutur asli, sementara orang dewasa sering memiliki aksen yang kental.
Lingkungan Pembelajaran yang Sempurna
Faktor biologis dan neurologis tidak akan berfungsi tanpa lingkungan yang mendukung. Anak-anak belajar bahasa melalui interaksi yang intens dan konstan dengan orang tua, pengasuh, dan lingkungan sekitar. Mereka tidak belajar dari buku tata bahasa atau kelas formal, melainkan dari konteks sehari-hari.
Satu hal yang penting adalah frekuensi dan kualitas paparan. Anak-anak terus-menerus mendengar bahasa dalam percakapan yang alami dan penuh makna. Orang tua sering mengulang kata-kata, menggunakan intonasi berlebihan (seperti saat berbicara pada bayi), dan memberikan umpan balik langsung. Proses ini membuat pembelajaran menjadi interaktif dan personal.