Selain itu, minimnya hambatan psikologis juga punya andil besar. Anak-anak tidak takut membuat kesalahan atau merasa malu saat berbicara. Mereka tidak peduli jika kata-kata mereka salah atau susunan kalimatnya tidak sempurna. Keinginan mereka untuk berkomunikasi jauh lebih besar dari rasa takut akan kritik. Rasa takut ini sering menjadi penghalang utama bagi orang dewasa yang ingin belajar bahasa baru. Mereka cenderung khawatir tentang aksen atau kesalahan gramatikal, yang bisa memperlambat proses belajar.
Pembelajaran Secara Intuitif vs. Analitis
Anak-anak belajar bahasa secara intuitif. Mereka menginternalisasi aturan-aturan bahasa tanpa perlu mempelajarinya secara sadar. Mereka tidak tahu apa itu subjek, predikat, atau kata kerja, tapi mereka bisa menggunakannya dengan benar. Ini berbeda dengan orang dewasa yang cenderung belajar bahasa secara analitis. Mereka mencoba memahami aturan gramatikal, menghafal kosa kata, dan menerapkan logika.
Pendekatan intuitif ini memungkinkan anak untuk menyerap bahasa sebagai sebuah sistem yang utuh, bukan sebagai kumpulan bagian yang terpisah. Mereka bisa memahami makna secara keseluruhan dan membangun pemahaman dari konteks, yang jauh lebih efektif dan alami daripada menghafal.