Tampang.com | Harvard University baru saja mengumumkan kebijakan revolusioner yang dapat mengubah wajah pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Pada 17 Maret 2025, universitas ini mengungkapkan bahwa mereka akan memberikan biaya kuliah gratis kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan penghasilan tahunan sebesar US$200.000 atau kurang. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada tahun akademik 2025-2026, dan berlaku untuk mahasiswa di Harvard College, yaitu sekolah sarjana universitas tersebut.
Deklarasi ini tentu menjadi angin segar bagi banyak keluarga yang khawatir akan biaya pendidikan tinggi yang semakin tinggi. "Harvard telah lama berupaya membuka akses bagi mahasiswa berbakat, tanpa memandang kondisi finansial mereka," kata Dekan Fakultas Seni dan Sains Harvard, Hopi Hoekstra, seperti dikutip oleh CNBC International.
Menurut Hoekstra, investasi dalam bantuan keuangan ini adalah langkah nyata untuk membuat pendidikan di Harvard lebih terjangkau dan memberikan peluang yang setara bagi siapa saja yang diterima di universitas tersebut.
Kebijakan biaya kuliah gratis ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan Harvard untuk menjadikan pendidikan tinggi lebih inklusif. Saat ini, biaya kuliah di Harvard College mencapai US$56.550 (sekitar Rp880 juta) per tahun untuk tahun akademik 2024-2025. Angka ini belum termasuk biaya hidup seperti akomodasi, perlengkapan, dan transportasi, yang diperkirakan mencapai US$26.000 (sekitar Rp405 juta) per tahun. Oleh karena itu, bagi banyak keluarga, biaya pendidikan di Harvard bisa sangat memberatkan. Dengan kebijakan baru ini, mahasiswa dari keluarga dengan penghasilan tahunan yang lebih rendah tidak perlu lagi khawatir tentang biaya kuliah yang membebani mereka.