Menariknya, meskipun asal-usul bahasanya mengandung makna sosial yang mendalam, masyarakat modern cenderung lebih mengetahui "garong" sebagai sinonim dari pencuri tanpa menggali lebih dalam asal mula dan arti sesungguhnya. Ini adalah fenomena menarik yang menunjukkan bahwa bahasa dan istilah yang kita gunakan bisa terdistorsi oleh waktu, serta bagaimana mereka dapat mengubah pandangan kita mengenai tindakan sosial yang dihadapi masyarakat.
Oleh karena itu, pemahaman akan istilah "garong" bukan hanya penting dari sudut pandang linguistik, tetapi juga memberikan kita wawasan yang lebih luas tentang sejarah sosial-politik Indonesia. Sejarah panjangnya, yang melibatkan banyak aspek kemanusiaan dan penderitaan, menciptakan narasi yang tidak sekadar berhenti di pemakaian kata, tetapi menjalar ke konteks sosial dimanakah istilah itu digunakan. Dengan memahami asal-usul kata ini, kita diajak untuk tidak hanya melihat kata sebagai sebuah bunyi atau simbol, tetapi sebagai representasi dari perjalanan dan realitas sosial yang kompleks di baliknya.