Risiko Kerusakan Mesin yang Lebih Parah
Bahaya terbesar dari air yang masuk ke filter udara bukan hanya gangguan performa. Air dalam jumlah cukup yang mencapai ruang bakar dapat menyebabkan kerusakan serius pada komponen mesin internal seperti piston dan klep. Ketika air menyentuh logam di dalam mesin, risiko timbulnya karat dan korosi meningkat, menyebabkan permukaan logam cepat aus. Dalam kasus ekstrem, fenomena seperti hydrolock dapat terjadi kondisi di mana piston tidak dapat memampatkan air karena sifatnya yang tidak bisa dikompresi seperti udara. Ini bisa menghasilkan tekanan abnormal di dalam mesin yang berpotensi merusak piston, poros engkol, atau komponen lainnya.
Kerusakan ini bukan hanya soal performa menurun. Jika tidak ditangani, air yang terus-menerus terperangkap dalam ruang pembakaran akan mengurangi masa pakai mesin secara signifikan dan akhirnya memaksa pemilik motor menanggung biaya perbaikan besar di bengkel.
Tanda Motor Sudah Kemasukan Air
Ada beberapa tanda yang bisa muncul saat motor mulai terpengaruh oleh air pada filter udaranya. Pengendara mungkin akan merasakan tarikan mesin yang berat, akselerasi motor yang melambat, atau suara mesin yang tidak normal seperti bunyi tersendat atau ngelitik. Gejala-gejala ini umumnya menunjukkan gangguan pada aliran udara ke ruang bakar dan perlu segera diperiksa.
Selain itu, konsumsi bahan bakar bisa jadi lebih boros karena mesin bekerja lebih keras untuk mencoba mempertahankan putaran normalnya. Ini terjadi karena mesin yang kekurangan udara yang bersih justru membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama.