3. Ketebalan Tapak Menipis
Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah kedalaman tapak ban yang menipis. Setiap ban memiliki indikator keausan tapak yang disebut Tread Wear Indicator (TWI). Ketika permukaan tapak ban sudah rata atau menyentuh indikator ini—biasanya kurang dari 1,6 mm—cengkeraman ban pada permukaan jalan akan berkurang drastis, terutama saat kondisi jalan basah, sehingga risiko tergelincir atau aquaplaning meningkat.
4. Ada Benjolan, Retakan, atau Lecet
Ban yang sehat memiliki permukaan yang halus dan utuh. Bila Anda menemukan benjolan pada sisi ban, ini bisa menjadi tanda bahwa struktur internal ban sudah rusak, yang sangat berbahaya karena bisa menyebabkan ban pecah secara tiba-tiba. Retakan atau lecet pada permukaan ban yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, usia ban, atau benturan dengan benda tajam juga merupakan sinyal bahwa ban sudah kehilangan kekuatannya dan perlu diganti.
5. Ban Sering Ditambal
Penggunaan ban yang sering ditambal karena kebocoran menandakan bahwa ban sudah kehilangan daya tahan dan lebih mudah rusak di kemudian hari, apalagi saat melaju di jalan yang tidak rata atau berlubang. Jika ban sudah sering ditambal, lebih baik menggantinya daripada terus menunda.
6. Getaran atau Suara Aneh Saat Berkendara
Getaran yang tidak wajar atau suara berbeda saat mobil melaju juga bisa menjadi tanda ban sudah tidak seimbang atau bahkan mulai rusak secara struktural. Hal ini sering terjadi ketika ban aus tidak merata misalnya salah satu sisi lebih cepat habis daripada lainnya sehingga mobil terasa goyah atau bergetar saat kecepatan tertentu.