Selain meningkatkan VO2 max, latihan interval juga membantu membangun kekuatan otot dan memperbaiki pengeluaran energi. Ketika Anda berlari dengan intensitas tinggi, otot-otot Anda akan beradaptasi untuk bekerja lebih keras, yang dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot. Hal ini sangat berguna saat Anda harus berlari dalam waktu yang lama atau menaklukkan rute dengan medan yang menantang.
Latihan lari interval juga bermanfaat untuk meningkatkan mental toughness atau ketahanan mental. Selama latihan intensif, Anda akan dihadapkan pada rasa lelah dan mungkin juga rasa sakit. Melalui latihan interval, Anda belajar untuk mengatasi rasa tidak nyaman ini, yang sering kali menjadi faktor penentu saat berlomba atau berlari dalam jarak jauh.
Berbagai variasi latihan lari interval dapat dilakukan. Salah satunya adalah 400-meter repeats. Dalam metode ini, Anda berlari sejauh 400 meter dengan kecepatan maksimal, diikuti dengan pemulihan selama satu atau dua menit. Ulangi beberapa kali sesuai dengan tingkat kebugaran Anda. Jika Anda seorang pemula, mulailah dengan 3-4 repetisi, dan seiring berjalannya waktu, Anda bisa meningkatkan jumlah repetisi serta menambah jarak atau intensitas.
Latihan lari interval tidak hanya terbatas pada sprint. Anda juga bisa mencoba variasi seperti fartlek, yang menggabungkan kecepatan tinggi dengan sprint yang tidak teratur. Metode ini memberikan fleksibilitas dan kesenangan tersendiri, karena Anda dapat menentukan kecepatan dan jarak sesuai keinginan saat berlari di lintasan atau di luar ruangan.