Tampang.com | Indonesia sebagai negara rawan bencana sudah dibekali berbagai sistem peringatan dini (early warning system) berbasis teknologi. Dari sirine tsunami, notifikasi gempa lewat ponsel, hingga dashboard pemantauan banjir berbasis AI. Tapi sayangnya, teknologi saja tidak cukup.
Peringatan Sampai, Tapi Respons Minim
BMKG mencatat, sistem peringatan gempa dan tsunami kini dapat mengirim notifikasi hanya dalam waktu kurang dari 5 menit. Aplikasi seperti InaRISK dan Info BMKG juga bisa diakses publik kapan saja.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak warga belum tahu harus melakukan apa saat menerima peringatan. Bahkan ada yang mengira pesan dari BMKG adalah hoaks, atau sekadar notifikasi biasa.