Sebelum laga dimulai, stadium akan dibersihkan sejak pagi hari. Aparat gabungan bahkan akan melakukan sterilisasi di area dalam stadion guna mengurangi potensi gangguan sekecil apa pun. Langkah ini dinilai penting mengingat rivalitas kedua klub memang dikenal sangat kuat dan kerap memicu bentrokan antarpendukung bila tidak dikendalikan dengan baik.
Larangan Suporter Tim Tamu dan Pengawasan Siber
Sebagai bagian dari upaya mengendalikan situasi, Polda Jabar juga menegaskan larangan keras bagi suporter tim tamu, khususnya The Jakmania sebagai pendukung Persija Jakarta, untuk hadir di GBLA sesuai dengan regulasi PSSI. Larangan ini diputuskan untuk mengurangi kontak langsung antara dua kelompok suporter yang sering terlibat perseteruan sengit di berbagai kesempatan.
Pengawasan aparat tidak hanya dilakukan di lapangan fisik, tetapi juga di dunia maya. Polda Jabar akan memantau percakapan di ruang siber yang diduga memuat ajakan provokatif atau unsur yang bisa memicu kerusuhan suporter baik sebelum maupun sesudah pertandingan. Hal ini menunjukkan pendekatan aparat yang lebih modern dalam menghadapi ancaman keamanan di era digital saat ini.
Dampak Rivalitas dan Ancaman Potensial
Pertandingan antara Persib dan Persija bukan sekadar duel dua tim sepak bola. Laga ini telah tumbuh menjadi simbol rivalitas sosial yang kuat di antara kedua basis suporter, yakni Bobotoh (untuk Persib) dan The Jakmania (untuk Persija). Rivalitas tersebut sering diwarnai dengan emosi tinggi, bahkan dalam beberapa kejadian di masa lalu sempat muncul insiden serius yang melibatkan suporter dari kedua belah pihak. Ancaman bentrokan antarpendukung adalah salah satu alasan utama pihak kepolisian menyiapkan strategi pengamanan terbesar untuk laga ini.