Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan lingkungan yang semakin besar seperti saat ini, Kota Gorontalo mengambil peran nyata dalam upaya pelestarian lingkungan. Mengawali tahun 2026, pemerintah setempat dengan tegas mencanangkan sebuah resolusi lingkungan yang menempatkan pengurangan limbah plastik sebagai prioritas utama. Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan produksi sampah plastik, tetapi juga membangun kesadaran kolektif warga akan pentingnya hidup berkelanjutan demi masa depan yang lebih bersih dan sehat.
https://dlhkotagorontalo.org/struktur/ menjadi salah satu referensi penting bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana struktur organisasi lembaga lingkungan di Gorontalo bekerja dalam mengimplementasikan kebijakan ini. Di dalam struktur tersebut terlihat peran berbagai unit kerja yang dibentuk untuk menangani isu sampah, mulai dari pengelolaan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) hingga program edukasi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa penanganan sampah bukan sekadar slogan, tetapi sudah dimasukkan ke dalam kerangka kerja institusi yang kuat dan terorganisir.
Resolusi kurangi limbah plastik bukanlah gagasan baru bagi Gorontalo, namun momentum tahun 2026 memberikan energi baru bagi program-program lingkungan yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, misalnya, menggunakan kesempatan apel kerja pertama tahun ini untuk mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas untuk memulai kebiasaan sederhana yang berdampak besar seperti membawa tumbler dan tas belanja sendiri dari rumah saat beraktivitas. Langkah kecil ini diharapkan bisa memupuk perilaku konsumsi bijak yang mampu mengurangi kebutuhan plastik sekali pakai di keseharian masyarakat.