Prabowo menyadari bahwa tanpa komunikasi yang baik, keberhasilan program-program pemerintah tidak akan mendapat apresiasi yang seharusnya. Oleh karena itu, ia meminta jajaran menterinya untuk lebih aktif menjelaskan kebijakan dan membangun koneksi emosional dengan rakyat.
Mengisi Kekosongan Narasi
Presiden telah memberikan arahan yang jelas. Sekarang, tantangannya adalah apakah para menteri dan pejabat tinggi benar-benar akan menjalankan perintah ini atau hanya menjadikannya sekadar catatan rapat yang terlupakan.
Pemerintahan Prabowo harus membuktikan bahwa mereka bukan hanya bisa bekerja, tetapi juga bisa berbicara dengan rakyat. Mereka tidak hanya hadir dalam sidang kabinet, tetapi juga harus hadir dalam kesadaran publik. Jika tidak, maka negara akan kembali jatuh dalam kesunyian komunikasi yang memisahkan rakyat dari kebijakan yang sebenarnya dibuat untuk mereka.