“Harus ada kurikulum yang berbasis pada keterampilan praktis dan teknologi yang up-to-date, bukan hanya teori dasar yang tidak dapat langsung diterapkan di lapangan,” tambah Iwan.
Kesulitan Akses untuk Lembaga Vokasi di Daerah
Selain itu, lembaga pendidikan vokasi di daerah-daerah juga seringkali kekurangan fasilitas dan tenaga pengajar yang kompeten. Akses untuk mendapatkan pendidikan vokasi berkualitas pun terbatas, terutama bagi mereka yang tinggal di luar kota besar.
“Pendidikan vokasi di daerah harus didorong agar bisa menghasilkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing. Jangan sampai ada ketimpangan yang semakin besar antara kota dan desa,” ujar Iwan.
Peran Industri dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi
Para pelaku industri juga diharapkan dapat lebih aktif terlibat dalam dunia pendidikan vokasi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan vokasi, dan dunia industri harus diperkuat agar pendidikan vokasi lebih relevan dengan kebutuhan pasar.