Tampang.com | Musim kemarau yang datang lebih awal tahun ini mulai menimbulkan krisis air bersih di sejumlah wilayah. Laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa sebagian besar Jawa, Nusa Tenggara, dan wilayah selatan Sumatera mengalami anomali hujan dan penurunan curah hujan hingga 40% sejak awal April 2025.
Dampaknya langsung terasa. Warga di Gunungkidul, Indramayu, hingga Sumbawa mulai mengantre kiriman air tangki dari pemerintah daerah.
Ketergantungan pada Tangki Air
“Sudah dua minggu ini air sumur kering. Kalau truk tangki telat, kami nggak bisa masak atau mandi,” kata Bu Sari, warga Gunungkidul.
PDAM setempat mengaku kewalahan memenuhi permintaan. Beberapa wilayah bahkan harus menunggu giliran lebih dari tiga hari sekali untuk mendapatkan suplai air bersih.