Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Cilegon diperintahkan turun ke lokasi untuk memeriksa kadar kimia dan potensi bahayanya bagi kesehatan. Tim LH bertugas memastikan standar keselamatan terpenuhi dan menentukan langkah mitigasi jika diperlukan. Pemeriksaan ini penting karena gas kimia, terutama yang terlihat berwarna oranye, dapat mengandung bahan berbahaya yang memicu iritasi saluran pernapasan dan gejala lain bagi warga sekitar.
Masyarakat sekitar pabrik melaporkan gejala ringan hingga sedang, termasuk sesak napas dan iritasi pada mata. Beberapa warga sempat keluar dari rumah untuk menjauhi lokasi kebocoran, sementara sebagian lainnya menutup ventilasi rumah dan menghindari kontak langsung dengan gas. Kepanikan yang muncul menekankan pentingnya protokol penanggulangan kebocoran kimia di area industri.
Kebocoran ini menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan operasional pabrik kimia di wilayah padat. PT Vopak dikenal sebagai salah satu penyimpanan bahan kimia skala besar, sehingga setiap insiden berpotensi menimbulkan risiko bagi warga sekitar. Kejadian ini menjadi peringatan bagi perusahaan untuk memperketat prosedur keamanan dan sistem deteksi dini kebocoran.
Pemerintah kota bersama pihak industri juga menekankan pentingnya edukasi warga terkait tindakan darurat saat terjadi kebocoran bahan kimia. Warga dihimbau agar mengetahui jalur evakuasi, menghindari kontak langsung dengan gas, dan segera melapor jika mengalami gejala kesehatan. Informasi ini menjadi bagian dari langkah mitigasi risiko yang berkelanjutan.