"Jadi ya sekarang, kita mau minta persuasif sama yang punya ruko, karena yang punya rukonya lagi sakit, untuk persuasi membongkar sendiri," katanya.
Jika upaya persuasif tidak membuahkan hasil, maka pemerintah akan segera melakukan pembongkaran paksa untuk mengembalikan fungsi sungai seperti semula.
Tata Ruang yang Tidak Terkendali, Penyebab Utama Banjir
Dedi juga menyoroti kurangnya pengawasan dalam pembangunan di sekitar aliran sungai, yang menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan, termasuk banjir.
"Sebenarnya masalah banjir ini sederhana, akibat pembangunan tidak dikendalikan. Orang bikin toko sembarangan, bikin rumah sembarangan. Kemudian sungainya semuanya dipersempit, diperkecil," ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena di mana saat terjadi banjir, masyarakat cenderung menyalahkan pemerintah, padahal salah satu penyebab utamanya adalah kesalahan dalam tata kelola ruang dan pembangunan liar.
"Tapi giliran banjir, nyalahin gubernur. Lieur aing mah (pusing saya)," keluhnya.
Banjir di Kampung Gabus Sudah Mulai Surut
Banjir yang melanda Kampung Gabus di Desa Srijaya dan Desa Srimukti, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dilaporkan mulai surut setelah merendam kawasan tersebut sejak Selasa (4/3/2025).