Tak kalah berbahaya adalah risiko pohon tumbang akibat angin kencang. BPBD mengimbau pengendara dan warga yang berada di luar rumah untuk berhati-hati, terutama di sepanjang jalur utama seperti kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, dan Jalan Raya Bandung-Cianjur. Pohon besar yang rapuh dan sudah lapuk berpotensi roboh dan menimpa kendaraan atau orang yang melintas di bawahnya.
Untuk memperkuat kesiapan menghadapi berbagai ancaman bencana ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menetapkan status darurat bencana yang berlaku hingga April 2026. Status ini memberikan wewenang bagi berbagai instansi untuk melakukan tindakan cepat dan terkoordinasi dalam mitigasi risiko.
Sebanyak 360 relawan dan puluhan petugas BPBD kini disiagakan di berbagai titik strategis. Mereka bertugas memantau kondisi terkini, memberikan informasi kepada warga, serta melakukan evakuasi cepat jika diperlukan. Personel ini bekerja sama intensif dengan TNI, Polri, serta aparat desa dan kecamatan untuk menjaga kesiapsiagaan di setiap wilayah.
Koordinasi lintas instansi ini dinilai sangat penting mengingat besarnya dampak yang bisa ditimbulkan oleh cuaca ekstrem. Selain itu, langkah proaktif ini berharap dapat mengurangi jumlah korban dan kerugian materiil saat bencana benar-benar terjadi.
Mengantisipasi cuaca buruk yang masih akan berlangsung, masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari BMKG dan BPBD. Pemantauan rutin terhadap intensitas curah hujan, arah angin, dan kondisi geologi setempat sangat disarankan agar setiap perubahan drastis dapat segera diketahui dan direspons dengan cepat.