Tampang.com | Perdana Menteri Greenland, Mute Egede, menolak rencana kunjungan delegasi Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pada Kamis (27/3/2025). Kunjungan ini memicu kecaman setelah Presiden AS, Donald Trump, kembali mengungkapkan keinginannya untuk mencaplok Greenland.
Egede menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan bertemu dengan delegasi AS, menganggap kunjungan tersebut sebagai tindakan provokatif.
"Tidak akan ada pertemuan antara AS dan pemerintah Greenland. AS telah diberi tahu bahwa pertemuan hanya dapat dilakukan setelah pemerintahan baru terbentuk. Integritas dan demokrasi Greenland harus dihormati tanpa campur tangan pihak luar," tulis Egede dalam pernyataan resminya di media sosial.
Dukungan Rakyat Greenland untuk Kedaulatan
Bukan hanya pemerintah, rakyat Greenland juga menegaskan keinginan mereka untuk menentukan masa depan sendiri, bukan sebagai bagian dari Amerika Serikat maupun Denmark.
Jens-Frederik Nielsen, pemimpin Partai Demokrat Greenland, yang memenangkan pemilu pada 11 Maret 2025, juga mengecam kunjungan delegasi AS.