Sebelumnya, media-media Korsel telah mempublikasikan foto-foto ledakan balon putih yang berisi sampah dan kotoran. Militer Korsel secara tegas mengutuk aksi tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan 'kelas rendah.' Pihak militer Korsel juga mengungkapkan bahwa benda-benda tak dikenal yang mereka yakini sebagai selebaran propaganda dari Korut telah teridentifikasi di perbatasan Gyeonggi-Gangwon. Mereka mengimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan dan menghindari kontak dengan benda-benda tak dikenal tersebut.
Selain itu, Kepala Staf Gabungan Korsel juga menegaskan bahwa tindakan Korut melanggar hukum internasional dan tidak bermartabat. Penegasan ini menjadi sinyal keras dari pemerintah Korsel terhadap tindakan Korut.
Dalam konteks ini, sering kali hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan diwarnai oleh ketegangan politik dan konflik yang rumit. Kedua negara ini terus-menerus saling mengawasi satu sama lain dan sering kali terjadi saling tuduh atas tindakan provokatif. Dalam beberapa kesempatan, serangan balon yang mengandung pesan propaganda atau barang-barang tertentu telah menjadi isu sensitif yang menjadi penyebab ketegangan yang lebih besar di antara kedua negara.