Tampang

Jerawat Hormonal vs. Jerawat Bakteri: Kenali Perbedaannya agar Tak Salah Obat!

25 Mar 2025 14:26 wib. 56
0 0
Jerawat Hormonal vs. Jerawat Bakteri: Kenali Perbedaannya agar Tak Salah Obat!
Sumber foto: iStock

Jerawat merupakan masalah kulit yang umum dialami banyak orang, terutama remaja dan wanita. Penyebab munculnya jerawat sangat beragam, dan untuk menentukan langkah pengobatan yang tepat, kita perlu memahami jenis jerawat yang muncul. Apakah disebabkan oleh faktor hormonal atau bakteri? Memahami hal ini akan menjadi langkah awal untuk meraih kesehatan kulit yang diidamkan.

Menurut Dr. Roy Geronemus, seorang dokter spesialis kulit yang dikutip dari laman Laser Skin Surgery, mengenali tipe jerawat yang dialami serta penyebab pasti di balik kemunculannya sangat penting. Dengan pengetahuan ini, kita bisa lebih efektif dalam mencegah jerawat muncul kembali di kemudian hari.

Jerawat hormonal biasanya disebabkan oleh peningkatan kadar hormon androgen, yang umumnya lebih dominan pada pria. Lonjakan hormon ini akan merangsang kelenjar minyak di kulit untuk memproduksi sebum dalam jumlah yang lebih tinggi. Jika produksi minyak berlebih ini tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, pori-pori kulit akan tersumbat dan memberikan ruang bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak.

Jerawat hormonal sering kali muncul dalam bentuk benjolan merah yang dalam, terasa menyakitkan, dan umumnya dapat ditemukan di area bawah wajah seperti rahang, dagu, leher, serta pipi. Banyak wanita dan remaja mengalami jerawat hormonal ini terutama pada saat menstruasi, kehamilan, atau menopause. Selain itu, jerawat hormonal bisa diiringi dengan gejala lain seperti haid yang tidak teratur atau kerontokan rambut.

Di sisi lain, jerawat yang disebabkan oleh bakteri terjadi akibat pertumbuhan bakteri yang berlebihan di permukaan kulit. Bakteri ini secara alami memang sudah ada di kulit kita, namun saat jumlahnya meledak, itu bisa menyebabkan peradangan dan menciptakan jerawat bernanah atau berisi cairan. Jerawat jenis ini biasanya berkembang di area wajah yang cenderung berminyak, seperti dahi, hidung, dan dagu. Kondisi ini bisa muncul kapan saja tetapi sering kali memburuk saat seseorang mengalami stres atau perubahan hormon.

<123>

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?