Humor adalah salah satu hal universal yang mampu menghubungkan orang-orang dari berbagai latar belakang dan budaya. Ketika seseorang tertawa, ada proses kompleks di baliknya yang melibatkan psikologi, sosial, dan kadang-kadang bahkan neurologi. Fenomena ini menarik perhatian banyak ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu untuk mengungkap rahasia di balik humor. Mari kita telaah lebih dalam.
1. Psikologi Humor
Humor dipelajari dalam psikologi untuk memahami mengapa kita tertawa dan apa yang membuat sesuatu lucu bagi sebagian orang dan tidak bagi yang lain. Menurut teori incongruity (ketidakcocokan) oleh Kant dan Schopenhauer, humor muncul ketika ada ketidaksesuaian antara apa yang diharapkan dan apa yang sebenarnya terjadi. Misalnya, dalam humor slapstick (humor fisik), ketidaksesuaian terjadi antara apa yang diharapkan (misalnya, keanggunan) dan kenyataan (jatuh atau kejadian konyol lainnya).