Dalam memahami tradisi ini, penting untuk dicatat bahwa variasi dalam pelaksanannya dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya, di Jawa Tengah, misalnya, sungkeman seringkali diiringi dengan doa-doa oleh para orang tua, sedangkan di Bali, ada tambahan upacara keagamaan yang melibatkan persembahan kepada leluhur. Meskipun memiliki variasi, esensi dari sungkeman tetap sama, yaitu penghormatan dan doa restu.
Melihat kembali pada sosok Soeharto, tradisi sungkeman merupakan hal yang sangat berharga dalam perjalanan hidup dan kepemimpinannya sebagai presiden. Dengan tetap menyusuri akar budaya yang kaya seperti ini, Soeharto tidak hanya mengambil makna dari tradisi tersebut, tetapi juga menghidupkan kembali pesan moral yang terkandung di dalamnya, yaitu pentingnya penghormatan kepada orang tua dan generasi yang lebih tua.
Keberadaan tradisi sungkeman dalam perayaan Lebaran menghasilkan nuansa yang lebih berarti di tengah-tengah euforia perayaan. Ini menjadi pengingat bahwa setiap momen, berapa pun sederhana, dapat sarat makna, terutama saat melibatkan orang-orang terkasih.