Tampang

Tas Mewah: Investasi Cerdas atau Sekadar Gaya Hidup?

25 Mar 2025 10:40 wib. 99
0 0
Tas Mewah: Investasi Cerdas atau Sekadar Gaya Hidup?
Sumber foto: iStock

Saat ini, harga tas Birkin baru berkisar antara 9.000 USD hingga lebih dari 30.000 USD, dan harga jual kembali bisa sangat bervariasi tergantung pada ukuran, warna, dan kondisi tas tersebut. Ini adalah angka yang sangat mencolok dibandingkan dengan imbal hasil tahunan rata-rata indeks S&P 500 yang sekitar 10%. Namun, banyak ahli perencanaan keuangan yang menyarankan untuk tidak menganggap tas mewah sebagai investasi murni. Carolyn McClanahan, seorang perencana keuangan bersertifikat serta pendiri Life Planning Partners di Jacksonville, Florida, berpendapat bahwa framing tas desainer sebagai investasi seringkali dapat merugikan perempuan.

“Saya merasa jengkel ketika melihat tas mewah ini diposisikan sebagai investasi,” ungkap McClanahan. “Hal ini membuat saya merasa tidak nyaman karena meskipun membeli barang-barang berkualitas tinggi adalah hal yang baik, kita seharusnya tidak mengkategorikannya sebagai investasi dalam pengertian yang sesungguhnya.”

di sisi lain, banyak wanita yang setuju dengan pandangan ini. Mereka menganggap tas mewah bukan sekadar barang untuk mendapat keuntungan di masa depan, melainkan lebih sebagai simbol prestise dan gaya hidup. Dalam hal ini, jika seseorang merasa yakin dan berkomitmen untuk menyimpan tas tersebut dalam jangka waktu yang panjang — mungkin bisa dianggap sebagai ‘pembelian yang cerdas’ daripada investasi per se.

Sebagai tambahan, data terbaru menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang beralih ke barang-barang mewah sebagai bentuk penyimpanan nilai. Dalam situasi ekonomi yang tidak menentu, produk-produk mewah dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan kekayaan yang lebih stabil dibandingkan dengan instrumen investasi tradisional lainnya yang lebih berisiko.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?