Tampang

Fenomena Kumpul Kebo di Indonesia: Penyebab, Dampak, dan Fakta Mengejutkan di Baliknya

23 Feb 2025 12:03 wib. 39
0 0
Fenomena Kumpul Kebo di Indonesia: Penyebab, Dampak, dan Fakta Mengejutkan di Baliknya
Sumber foto: iStock

Seberapa Banyak Pasangan yang Melakukan Kumpul Kebo?

Data dari Pendataan Keluarga 2021 (PK21) milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa sekitar 0,6% penduduk Kota Manado, Sulawesi Utara, tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan. Dari jumlah tersebut:

  • 1,9% di antaranya sedang hamil saat survei dilakukan.
  • 24,3% berusia di bawah 30 tahun.
  • 83,7% berpendidikan SMA atau lebih rendah.
  • 11,6% tidak bekerja, sedangkan 53,5% bekerja di sektor informal.

Data ini menunjukkan bahwa kohabitasi tidak hanya terjadi di satu kelompok sosial tertentu, tetapi dapat ditemukan di berbagai latar belakang ekonomi dan pendidikan.

Dampak Negatif Kumpul Kebo

Meskipun ada pasangan yang memilih kohabitasi sebagai gaya hidup mereka, fenomena ini tidak lepas dari berbagai dampak negatif, terutama bagi perempuan dan anak. Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan:

1. Dampak Ekonomi

Dalam pernikahan, hukum mengatur kewajiban suami untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anaknya. Namun, dalam hubungan kohabitasi, tidak ada jaminan hukum yang memastikan kesejahteraan finansial bagi ibu dan anak. Jika hubungan berakhir, tidak ada regulasi yang mengatur pembagian aset, hak waris, maupun dukungan finansial.

2. Dampak Psikologis dan Sosial

Dari segi kesehatan mental, pasangan yang menjalani kumpul kebo lebih rentan mengalami stres dan ketidakpastian dalam hubungan mereka. Minimnya komitmen dan kepercayaan seringkali menjadi pemicu konflik. Data dari PK21 menunjukkan bahwa:

  • 69,1% pasangan kohabitasi mengalami konflik dalam bentuk tegur sapa yang buruk.
  • 0,62% mengalami konflik yang lebih serius seperti pisah ranjang hingga pisah tempat tinggal.
  • 0,26% mengalami konflik dalam bentuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Selain itu, stigma dari masyarakat terhadap pasangan yang hidup bersama tanpa menikah juga masih cukup kuat, yang dapat berdampak pada kehidupan sosial mereka.

3. Dampak pada Anak

Anak-anak yang lahir dari hubungan kohabitasi sering menghadapi tantangan lebih besar dalam aspek hukum, sosial, dan psikologis. Beberapa dampak yang dapat terjadi adalah:

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

Monte Carlo
0 Suka, 0 Komentar, 2 Agu 2024

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?