Tampang

Kemendag Minta Masyarakat Bijak Berbelanja Menyusul Penguatan Dolar dan Kenaikan Harga Minyak Akibat Konflik Iran-Israel

23 Apr 2024 14:40 wib. 998
0 0
Dolar AS Kembali Menguat
Sumber foto: Google

Fischer juga menegaskan bahwa penguatan dolar AS juga menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan harga minyak. Ia menjelaskan bahwa karena minyak diperdagangkan dalam dolar AS, kenaikan nilai tukar dolar membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi negara-negara yang menggunakan mata uang lain ketika membeli minyak.

Kemendag juga telah melakukan langkah-langkah konkret untuk mengantisipasi dampak dari penguatan dolar dan kenaikan harga minyak. Salah satunya adalah dengan mendorong masyarakat untuk lebih berorientasi pada produk-produk lokal guna mengurangi ketergantungan pada produk impor yang lebih rentan terhadap perubahan nilai tukar.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menyusun strategi yang dapat mengurangi dampak dari penguatan dolar dan kenaikan harga minyak terhadap perekonomian domestik. Selain mendukung produksi dalam negeri, langkah-langkah pencegahan juga diperlukan agar inflasi dapat diminimalkan.

Sebagai langkah preventif, Kemendag juga telah membuka ruang dialog dengan berbagai pihak terkait, termasuk pelaku usaha dan produsen, guna mencari solusi yang terbaik dalam menghadapi kondisi perekonomian yang tidak menentu akibat kondisi geopolitik dan fluktuasi mata uang.

Dalam konteks ini, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam berbelanja dengan memprioritaskan kebutuhan primer. Kedisiplinan dalam mengelola keuangan pribadi juga menjadi kunci dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil akibat faktor global seperti penguatan dolar AS dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

#HOT

0 Komentar

Belum ada komentar di artikel ini, jadilah yang pertama untuk memberikan komentar.

BERITA TERKAIT

BACA BERITA LAINNYA

Fakta Unik
0 Suka, 0 Komentar, 13 Apr 2024

POLLING

Dampak PPN 12% ke Rakyat, Positif atau Negatif?