Tidak hanya itu, mendengarkan musik juga dapat meningkatkan kadar hormon dopamin yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Dengan suasana hati yang lebih baik, gejala mabuk perjalanan pun cenderung berkurang.
Namun, penting untuk dicatat bahwa pengaruh musik terhadap mabuk perjalanan dapat bervariasi antara individu. Beberapa orang mungkin merasa efek positif dengan mendengarkan musik, sementara yang lain mungkin tidak merasakan perubahan signifikan.
Selain mendengarkan musik, ada beberapa hal lain yang dapat membantu mengurangi gejala mabuk perjalanan, seperti duduk di bagian tengah kendaraan, melihat ke jendela atau horison, dan menjaga perut kosong sebelum bepergian. Semua upaya ini bertujuan untuk mengurangi konflik informasi sensorik yang dapat memicu mabuk perjalanan.
Dari fakta dan penelitian yang ada, kita dapat menyimpulkan bahwa mendengarkan lagu memang dapat membantu meredakan gejala mabuk perjalanan bagi sebagian orang. Namun, hal ini juga dapat bervariasi tergantung pada respons tubuh masing-masing individu. Sehingga, penting untuk mencoba berbagai metode yang tersedia dan menemukan apa yang paling efektif bagi diri sendiri.