Meski demikian, keputusan Dodi tetap mendapat dukungan dari banyak pihak yang memahami alasan pribadi dan ekonominya. Banyak yang melihat bahwa pilihan Dodi ini adalah keputusan yang realistis, mengingat sebagai pekerja migran di Jepang, dia dapat memperoleh penghasilan yang jauh lebih tinggi, yang bisa digunakan untuk kesejahteraan keluarga dan masa depan yang lebih baik.
Dodi bukan satu-satunya contoh pekerja migran Indonesia yang mendapatkan peluang ekonomi lebih baik di luar negeri. Setiap tahun, banyak warga Indonesia yang memilih bekerja di Jepang atau negara lainnya demi mendapatkan penghasilan yang lebih layak. Jepang, dengan sistem upah yang tinggi dan kebutuhan tenaga kerja, menjadi salah satu tujuan utama para pekerja migran Indonesia.
Bagi Dodi, kembali ke Jepang tidak hanya menawarkan gaji yang lebih besar, tetapi juga kesempatan untuk memulai babak baru dalam karir dan kehidupan. Sebelumnya, Dodi sudah terbiasa dengan kehidupan di Jepang dan merasa lebih siap untuk kembali bekerja di sana daripada melanjutkan tugasnya sebagai kepala desa di tanah air.
Keputusan Dodi untuk mengundurkan diri dari jabatannya juga memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap perkembangan desa Sukamulya. Meskipun Dodi meninggalkan posisinya, desa tetap memiliki kepala desa yang baru, dan masyarakat berharap pemimpin yang baru dapat melanjutkan program-program yang telah direncanakan.