Tutup Iklan
hijab
  
login Register
prabowo subianto

Yustinus Pratowo: Prabowo itu Pemimpin Masa Lalu, Rakyat: Jokowi itu Pemimpin Pembohong

20 Februari 2019 | Dibaca : 2243x | Penulis : Admin

Pengamat ekonomi, Yustinus Pratowo, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden, contoh pemimpin masa lalu yang tidak mengenal industry 4.0, itu diungkapkan pada saat TV One, ILC 19 Februari 2019.

Langsung disanggah oleh Ferry Mursidan, di BPN (Badan Pemenangan Nasional) tidak pernah ada kalimat yang menyatakan Jokowi tidak pantas jadi pemimpin, apalagi jadi presiden, sesuatu yang tidak pantas dibicarakan, karena saat ini capres hanya ada 2 dan Yustinus Pratowo pendukung Jokowi. Yustinus juga menyampaikan bahwa kesalahan angka, dibolehkan pada saat debat, artinya data bohong boleh ditampilkan.

Tetapi rakyat juga boleh menilai, Jokowi itu presiden pembohong, apa yang dijanjikan tidak sesuai apa yang dilakukan. Jika arah kebijakan menuju yang dijanjikan masih bisa ditoleransi jika tidak sampai, tetapi ini arah kebijakannya berbeda arah,” ungkap Rizal Ramli.

Kebijakan impor kebutuhan pangan pada saat panen sangat merugikan petani. Dulu pada saat kampanye, Jokowi sesumbar akan menghentikan impor, segala macam kebutuhan pangan, sampai mengucapkan, “apa lagi?”, menandakan akan mengstop impor pangan. Lain di mulut lain dikerjakan. Impor pangan Indonesia masih berlangsung dan makin menggila. Kejadian rebut antara kepala Bulog, Budi Waseso dan Menteri Perdagangan, Enggar T, menunjukkan ketidaksamaan kebijakan atas dan bawahannya.

Jokowi bukan cuma pemimpin pembohong, tetapi pemimpin yang lemah terhadap menterinya, karena tidak mampu mengatur mereka. Menteri titipan dari partai politik membuat Jokowi merasa harus balas budi. Pada saat kampany tahun 2014, Jokowi bilang kabinet ramping, tidak perlu banyak seperti kabinet SBY, tetapi malahan sekarang kabinet gendut, malahan komisaris-komisaris BUMN pun diisi oleh orang politik. Tidak seperti jaman dulu, komisaris ditempati oleh direktur-direktur yang sudah pension, hal ini dimaksudkan untuk tetap bisa mengawasi BUMN yang dulu pernah dinakhodai. Sehingga BUMN tetap bisa maju sesuai dengan kebijakan direktur sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Keunikan Makna Telur Dalam Merayakan Hari Besar Keagamaan Kristen
14 Maret 2018, by oteli w
Keunikan Makna Telur Dalam Merayakan Hari Besar Keagamaan Kristen Indonesia merupakan bangsa dan Negara yang kaya akan banyak hal, kaya akan sumber daya ...
Mantan Punggawa Arsenal Punya Firasat Buruk Tentang Alexis Sanchez
7 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Charlie Nicholas mengaku merasa Alexis Sanchez saat ini tengah mencoba mendorong klub-klub lain agar segera mengajukan penawaran pada Arsenal untuk memboyong ...
Bagaimana Beton Romawi Bertahan Sampai 2000 Tahun?
6 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Umur yang sangat menakjubkan dari sebuah dermaga laut Romawi telah membuat bagi para insinyur modern geleng-geleng kepala. Apa pun yang bangsa Romawi ...
Mauro Icardi Jadi Rebutan Chelsea dan Real Madrid
22 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Penyerang Inter Milan Mauro Icardi menjadi rebutan antara Chelsea dan Real madrid. Persaingan ini semakin sengit karena Chelsea terus mengganggu ...
Bayi Ditelantarkan di Lingkar Gentong Tasik, Banyak Keluarga yang ingin Mengadopsi
30 November 2017, by Admin
Tampang.com – Keluarga yang berminat mengadopsi bayi yang ditelantarkan di Jalan Lingkar Gentong Kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya Senin (27/11), ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab