Tutup Iklan
hijab
  
login Register
prabowo subianto

Yustinus Pratowo: Prabowo itu Pemimpin Masa Lalu, Rakyat: Jokowi itu Pemimpin Pembohong

20 Februari 2019 | Dibaca : 1579x | Penulis : Admin

Pengamat ekonomi, Yustinus Pratowo, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden, contoh pemimpin masa lalu yang tidak mengenal industry 4.0, itu diungkapkan pada saat TV One, ILC 19 Februari 2019.

Langsung disanggah oleh Ferry Mursidan, di BPN (Badan Pemenangan Nasional) tidak pernah ada kalimat yang menyatakan Jokowi tidak pantas jadi pemimpin, apalagi jadi presiden, sesuatu yang tidak pantas dibicarakan, karena saat ini capres hanya ada 2 dan Yustinus Pratowo pendukung Jokowi. Yustinus juga menyampaikan bahwa kesalahan angka, dibolehkan pada saat debat, artinya data bohong boleh ditampilkan.

Tetapi rakyat juga boleh menilai, Jokowi itu presiden pembohong, apa yang dijanjikan tidak sesuai apa yang dilakukan. Jika arah kebijakan menuju yang dijanjikan masih bisa ditoleransi jika tidak sampai, tetapi ini arah kebijakannya berbeda arah,” ungkap Rizal Ramli.

Kebijakan impor kebutuhan pangan pada saat panen sangat merugikan petani. Dulu pada saat kampanye, Jokowi sesumbar akan menghentikan impor, segala macam kebutuhan pangan, sampai mengucapkan, “apa lagi?”, menandakan akan mengstop impor pangan. Lain di mulut lain dikerjakan. Impor pangan Indonesia masih berlangsung dan makin menggila. Kejadian rebut antara kepala Bulog, Budi Waseso dan Menteri Perdagangan, Enggar T, menunjukkan ketidaksamaan kebijakan atas dan bawahannya.

Jokowi bukan cuma pemimpin pembohong, tetapi pemimpin yang lemah terhadap menterinya, karena tidak mampu mengatur mereka. Menteri titipan dari partai politik membuat Jokowi merasa harus balas budi. Pada saat kampany tahun 2014, Jokowi bilang kabinet ramping, tidak perlu banyak seperti kabinet SBY, tetapi malahan sekarang kabinet gendut, malahan komisaris-komisaris BUMN pun diisi oleh orang politik. Tidak seperti jaman dulu, komisaris ditempati oleh direktur-direktur yang sudah pension, hal ini dimaksudkan untuk tetap bisa mengawasi BUMN yang dulu pernah dinakhodai. Sehingga BUMN tetap bisa maju sesuai dengan kebijakan direktur sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Wakil Gubernur DKI Tinjau Rencana Lokasi Pembangunan Stadion Persija
13 November 2017, by Admin
  Tampang.com - Rencana Pemprov DKI Jakarta membangun stadion sepak bola di Taman BMW, Jakarta Utara kian dimatangkan.  Hal tersebut ...
Pasangan Asyik : Pergi Beribadah Umrah
4 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Dalam proses kampanye Pilkada ini setiap calon melakukan kampanye untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat terkait dirinya. Namun , ...
Kentut Bau? Ini Penyebabnya
19 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Kentut adalah salah satu langkah alami tubuh dalam membuang limbah pada tubuh berupa gas. Menurut American College of Gastroenterology, rata-rata manusia ...
Turis Singapura Paling Banyak Berkunjung ke RI
1 Februari 2018, by Slesta
Tampang.com – Total wisatawan yang berkunjung ke RI pada Desember 2017 sebesar 1,15 juta wisatawan. Sebelumnya, paling banyak turis yang berkunjung ke RI ...
Istana Topkapi, Peninggalan Penting Dunia Islam di Turki
27 Juni 2018, by Maman Soleman
Tidak bisa dimungkiri bahwa kejadian politik dan perang yang terjadi di Turki beberapa waktu lalu membuat industri pariwisata Turki jatuh. Imbas teror membuat ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab