Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
prabowo subianto

Yustinus Pratowo: Prabowo itu Pemimpin Masa Lalu, Rakyat: Jokowi itu Pemimpin Pembohong

20 Februari 2019 | Dibaca : 615x | Penulis : Admin

Pengamat ekonomi, Yustinus Pratowo, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden, contoh pemimpin masa lalu yang tidak mengenal industry 4.0, itu diungkapkan pada saat TV One, ILC 19 Februari 2019.

Langsung disanggah oleh Ferry Mursidan, di BPN (Badan Pemenangan Nasional) tidak pernah ada kalimat yang menyatakan Jokowi tidak pantas jadi pemimpin, apalagi jadi presiden, sesuatu yang tidak pantas dibicarakan, karena saat ini capres hanya ada 2 dan Yustinus Pratowo pendukung Jokowi. Yustinus juga menyampaikan bahwa kesalahan angka, dibolehkan pada saat debat, artinya data bohong boleh ditampilkan.

Tetapi rakyat juga boleh menilai, Jokowi itu presiden pembohong, apa yang dijanjikan tidak sesuai apa yang dilakukan. Jika arah kebijakan menuju yang dijanjikan masih bisa ditoleransi jika tidak sampai, tetapi ini arah kebijakannya berbeda arah,” ungkap Rizal Ramli.

Kebijakan impor kebutuhan pangan pada saat panen sangat merugikan petani. Dulu pada saat kampanye, Jokowi sesumbar akan menghentikan impor, segala macam kebutuhan pangan, sampai mengucapkan, “apa lagi?”, menandakan akan mengstop impor pangan. Lain di mulut lain dikerjakan. Impor pangan Indonesia masih berlangsung dan makin menggila. Kejadian rebut antara kepala Bulog, Budi Waseso dan Menteri Perdagangan, Enggar T, menunjukkan ketidaksamaan kebijakan atas dan bawahannya.

Jokowi bukan cuma pemimpin pembohong, tetapi pemimpin yang lemah terhadap menterinya, karena tidak mampu mengatur mereka. Menteri titipan dari partai politik membuat Jokowi merasa harus balas budi. Pada saat kampany tahun 2014, Jokowi bilang kabinet ramping, tidak perlu banyak seperti kabinet SBY, tetapi malahan sekarang kabinet gendut, malahan komisaris-komisaris BUMN pun diisi oleh orang politik. Tidak seperti jaman dulu, komisaris ditempati oleh direktur-direktur yang sudah pension, hal ini dimaksudkan untuk tetap bisa mengawasi BUMN yang dulu pernah dinakhodai. Sehingga BUMN tetap bisa maju sesuai dengan kebijakan direktur sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Undang Mulan Jameela ke Acara Anak, Ashanty Banjir Komentar
2 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Baru – baru ini, Anang dan Ashanty mengelar acara ulang tahun anak kedua mereka, Arsya Akbar Pemuda Hermansyah. Perayaan tersebut ...
Ayo Kita Berpikir Dan Pakai Akal Kita
8 Januari 2018, by Zeal
Tampang - Mengutip dari Viktor Hugo “Pikiran merupakan kekuatan yang sangat efektif. Tanpa pikiran kita tidak memiliki kekuatan”. Pikiran hanya ...
Menang di Adu Penalti 4-3 Atas Rusia, Kroasia Dapat Tiket Semifinal Piala Dunia 2018
8 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dalam sebuah pertandingan seperti dunia olahraga, menang dan kalah adalah suatu yang pasti. Hal itu berlaku untuk pertandingan tadi malam atau dini hari yakni ...
negara Islam
24 Juli 2017, by Gatot Swandito
“Kok situ nolak negara Islam. Bukannya ente ngaku Islam”. Begitu komentar yang masuk di salah satu artikel yang saya tulis dua-tiga tahun yang ...
Tes Darah Mungkin Memprediksi Kelahiran Prematur
8 Juni 2018, by Slesta
Para peneliti telah mengembangkan tes darah yang dapat memprediksi risiko ibu hamil dari kelahiran prematur dengan akurasi hingga 80 persen. Tes ini belum ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman