Tutup Iklan
hijab
  
login Register
prabowo subianto

Yustinus Pratowo: Prabowo itu Pemimpin Masa Lalu, Rakyat: Jokowi itu Pemimpin Pembohong

20 Februari 2019 | Dibaca : 1492x | Penulis : Admin

Pengamat ekonomi, Yustinus Pratowo, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden, contoh pemimpin masa lalu yang tidak mengenal industry 4.0, itu diungkapkan pada saat TV One, ILC 19 Februari 2019.

Langsung disanggah oleh Ferry Mursidan, di BPN (Badan Pemenangan Nasional) tidak pernah ada kalimat yang menyatakan Jokowi tidak pantas jadi pemimpin, apalagi jadi presiden, sesuatu yang tidak pantas dibicarakan, karena saat ini capres hanya ada 2 dan Yustinus Pratowo pendukung Jokowi. Yustinus juga menyampaikan bahwa kesalahan angka, dibolehkan pada saat debat, artinya data bohong boleh ditampilkan.

Tetapi rakyat juga boleh menilai, Jokowi itu presiden pembohong, apa yang dijanjikan tidak sesuai apa yang dilakukan. Jika arah kebijakan menuju yang dijanjikan masih bisa ditoleransi jika tidak sampai, tetapi ini arah kebijakannya berbeda arah,” ungkap Rizal Ramli.

Kebijakan impor kebutuhan pangan pada saat panen sangat merugikan petani. Dulu pada saat kampanye, Jokowi sesumbar akan menghentikan impor, segala macam kebutuhan pangan, sampai mengucapkan, “apa lagi?”, menandakan akan mengstop impor pangan. Lain di mulut lain dikerjakan. Impor pangan Indonesia masih berlangsung dan makin menggila. Kejadian rebut antara kepala Bulog, Budi Waseso dan Menteri Perdagangan, Enggar T, menunjukkan ketidaksamaan kebijakan atas dan bawahannya.

Jokowi bukan cuma pemimpin pembohong, tetapi pemimpin yang lemah terhadap menterinya, karena tidak mampu mengatur mereka. Menteri titipan dari partai politik membuat Jokowi merasa harus balas budi. Pada saat kampany tahun 2014, Jokowi bilang kabinet ramping, tidak perlu banyak seperti kabinet SBY, tetapi malahan sekarang kabinet gendut, malahan komisaris-komisaris BUMN pun diisi oleh orang politik. Tidak seperti jaman dulu, komisaris ditempati oleh direktur-direktur yang sudah pension, hal ini dimaksudkan untuk tetap bisa mengawasi BUMN yang dulu pernah dinakhodai. Sehingga BUMN tetap bisa maju sesuai dengan kebijakan direktur sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kulit Sehat karena Makan Buah-buahan Segar dan Ekstrak Kulit Manggis
23 Juli 2018, by Maman Soleman
Aktris senior Silvana Herman masih terlihat cantik dan menarik meskipun usianya sudah 52 tahun. Kini wanita cantik ini tampak anggun dengan menggunakan hijab. ...
Pertemuan SBY dan Prabowo Ditunda Karena Hal Ini
30 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seperti diketahui beberapa waktu belakangan ini Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kian intens ...
Asyiknya Jadi Perencana Liburan
28 Juni 2018, by Dika Mustika
Perencanaan ternyata tidak melulu urusan pekerjaan lho. Keterampilan perencanaan ini bukan hanya dipakai untuk mengurusi urusan pekerjaan ketika menentukan ...
Nyonya Meneer Akan Diselamatkan Dari Pailit. Benarkah?
10 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Bukan sesuatu hal yang mudah untuk menyelamatkan sebuah perusahaan dari pailit bukanlah suatu perkara yang mudah, bukan hanya harus ...
Kampus UI Digegerkan Oleh Kemunculan Seekor Ular Sanca
3 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Bagimana jadinya jika seekor ular berkeliaran di area kampus? Menyeramkan bukan? Hal inilah yang telah terjadi di kampus UI Depok. Seekor ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab