Tutup Iklan
hijab
  
login Register
prabowo subianto

Yustinus Pratowo: Prabowo itu Pemimpin Masa Lalu, Rakyat: Jokowi itu Pemimpin Pembohong

20 Februari 2019 | Dibaca : 1125x | Penulis : Admin

Pengamat ekonomi, Yustinus Pratowo, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden, contoh pemimpin masa lalu yang tidak mengenal industry 4.0, itu diungkapkan pada saat TV One, ILC 19 Februari 2019.

Langsung disanggah oleh Ferry Mursidan, di BPN (Badan Pemenangan Nasional) tidak pernah ada kalimat yang menyatakan Jokowi tidak pantas jadi pemimpin, apalagi jadi presiden, sesuatu yang tidak pantas dibicarakan, karena saat ini capres hanya ada 2 dan Yustinus Pratowo pendukung Jokowi. Yustinus juga menyampaikan bahwa kesalahan angka, dibolehkan pada saat debat, artinya data bohong boleh ditampilkan.

Tetapi rakyat juga boleh menilai, Jokowi itu presiden pembohong, apa yang dijanjikan tidak sesuai apa yang dilakukan. Jika arah kebijakan menuju yang dijanjikan masih bisa ditoleransi jika tidak sampai, tetapi ini arah kebijakannya berbeda arah,” ungkap Rizal Ramli.

Kebijakan impor kebutuhan pangan pada saat panen sangat merugikan petani. Dulu pada saat kampanye, Jokowi sesumbar akan menghentikan impor, segala macam kebutuhan pangan, sampai mengucapkan, “apa lagi?”, menandakan akan mengstop impor pangan. Lain di mulut lain dikerjakan. Impor pangan Indonesia masih berlangsung dan makin menggila. Kejadian rebut antara kepala Bulog, Budi Waseso dan Menteri Perdagangan, Enggar T, menunjukkan ketidaksamaan kebijakan atas dan bawahannya.

Jokowi bukan cuma pemimpin pembohong, tetapi pemimpin yang lemah terhadap menterinya, karena tidak mampu mengatur mereka. Menteri titipan dari partai politik membuat Jokowi merasa harus balas budi. Pada saat kampany tahun 2014, Jokowi bilang kabinet ramping, tidak perlu banyak seperti kabinet SBY, tetapi malahan sekarang kabinet gendut, malahan komisaris-komisaris BUMN pun diisi oleh orang politik. Tidak seperti jaman dulu, komisaris ditempati oleh direktur-direktur yang sudah pension, hal ini dimaksudkan untuk tetap bisa mengawasi BUMN yang dulu pernah dinakhodai. Sehingga BUMN tetap bisa maju sesuai dengan kebijakan direktur sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Trik Belanja Hemat dan Cepat untuk Para Wanita Sibuk
2 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Banyak para wanita yang sangat senang untuk menghabiskan waktu berbelanja di supermarket terutama pada awal bulan untuk memenuhi kebutuhan di ...
Mahasiswa Aktif Dari Salah Satu PTN di Semarang Tertangkap Basah Setelah Melakukan Perjokian di Kampus Unissula Semarang
16 Juli 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
Seorang mahasiswa aktif disalah satu PTN di Semarang tertangkap basah dan langsung dilaporkan kepada pihak yang berwajib setelah melakukan perjokian terhadap ...
Djarot Akan Tertibkan Pengendara Motor yang Gunakan Trotoar
17 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Banyak pengendara sepeda motor yang merebut hak pengguna jalan lain dengan mengendarai sepeda motor di trotoar. Aksi ini sangat merugikan, ...
Akan Menikah? Diskusikan Dulu Hal-Hal Ini
4 September 2017, by Rindang Riyanti
Saat kita terpukau asmara kita melihat kesayangan kita sebagai makhluk yang benar-benar ideal. Ini benar-benar hebat, tapi jika Anda menginginkan pernikahan ...
Pelajaran yang Wajib di Milik Agar Anak Sukses di Masa Depan
3 Maret 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Masa depan memang semua orang tidak tahu apa yang bakal terjadi, namun melihat era global yang saat ini semakin berkembang pesat, teruam di ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab