Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
prabowo subianto

Yustinus Pratowo: Prabowo itu Pemimpin Masa Lalu, Rakyat: Jokowi itu Pemimpin Pembohong

20 Februari 2019 | Dibaca : 818x | Penulis : Admin

Pengamat ekonomi, Yustinus Pratowo, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden, contoh pemimpin masa lalu yang tidak mengenal industry 4.0, itu diungkapkan pada saat TV One, ILC 19 Februari 2019.

Langsung disanggah oleh Ferry Mursidan, di BPN (Badan Pemenangan Nasional) tidak pernah ada kalimat yang menyatakan Jokowi tidak pantas jadi pemimpin, apalagi jadi presiden, sesuatu yang tidak pantas dibicarakan, karena saat ini capres hanya ada 2 dan Yustinus Pratowo pendukung Jokowi. Yustinus juga menyampaikan bahwa kesalahan angka, dibolehkan pada saat debat, artinya data bohong boleh ditampilkan.

Tetapi rakyat juga boleh menilai, Jokowi itu presiden pembohong, apa yang dijanjikan tidak sesuai apa yang dilakukan. Jika arah kebijakan menuju yang dijanjikan masih bisa ditoleransi jika tidak sampai, tetapi ini arah kebijakannya berbeda arah,” ungkap Rizal Ramli.

Kebijakan impor kebutuhan pangan pada saat panen sangat merugikan petani. Dulu pada saat kampanye, Jokowi sesumbar akan menghentikan impor, segala macam kebutuhan pangan, sampai mengucapkan, “apa lagi?”, menandakan akan mengstop impor pangan. Lain di mulut lain dikerjakan. Impor pangan Indonesia masih berlangsung dan makin menggila. Kejadian rebut antara kepala Bulog, Budi Waseso dan Menteri Perdagangan, Enggar T, menunjukkan ketidaksamaan kebijakan atas dan bawahannya.

Jokowi bukan cuma pemimpin pembohong, tetapi pemimpin yang lemah terhadap menterinya, karena tidak mampu mengatur mereka. Menteri titipan dari partai politik membuat Jokowi merasa harus balas budi. Pada saat kampany tahun 2014, Jokowi bilang kabinet ramping, tidak perlu banyak seperti kabinet SBY, tetapi malahan sekarang kabinet gendut, malahan komisaris-komisaris BUMN pun diisi oleh orang politik. Tidak seperti jaman dulu, komisaris ditempati oleh direktur-direktur yang sudah pension, hal ini dimaksudkan untuk tetap bisa mengawasi BUMN yang dulu pernah dinakhodai. Sehingga BUMN tetap bisa maju sesuai dengan kebijakan direktur sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

donald trump
25 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Presiden Amerika Serikat saat ini, Donald Trump mengucapkan selamat Lebaran bagi umat Muslim di seluruh dunia. Ucapan ini terlontar setelah ...
Korea Utara Tarik Wisatawan dengan Luncurkan Website Pariwisata
8 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Negara Korea Utara dikenal sebagai negara tertutup di dunia. Negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un ini membatasi kebebasan warganya, bahkan ...
Pembuka Pintu Rezeki  Kita Turun Karena Hal Ini
25 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rezeki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan ...
Lowongan Kerja Anak Perusahaan PT KAI - PT Reska Multi Usaha
30 Januari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kesempatan emas untuk kalian yang ingin bekerja di salah satu perusahaan ternama di Indonesia.. Anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia ...
saracen
19 September 2017, by Tonton Taufik
Saat ini banyak sekali berita-berita hoaks disebarkan melalui media internet. Saking banyaknya hingga netizen tidak mengenal tentang Saracen, berbeda dengan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab