Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
prabowo subianto

Yustinus Pratowo: Prabowo itu Pemimpin Masa Lalu, Rakyat: Jokowi itu Pemimpin Pembohong

20 Februari 2019 | Dibaca : 1706x | Penulis : Admin

Pengamat ekonomi, Yustinus Pratowo, mengungkapkan bahwa Prabowo Subianto tidak pantas menjadi presiden, contoh pemimpin masa lalu yang tidak mengenal industry 4.0, itu diungkapkan pada saat TV One, ILC 19 Februari 2019.

Langsung disanggah oleh Ferry Mursidan, di BPN (Badan Pemenangan Nasional) tidak pernah ada kalimat yang menyatakan Jokowi tidak pantas jadi pemimpin, apalagi jadi presiden, sesuatu yang tidak pantas dibicarakan, karena saat ini capres hanya ada 2 dan Yustinus Pratowo pendukung Jokowi. Yustinus juga menyampaikan bahwa kesalahan angka, dibolehkan pada saat debat, artinya data bohong boleh ditampilkan.

Tetapi rakyat juga boleh menilai, Jokowi itu presiden pembohong, apa yang dijanjikan tidak sesuai apa yang dilakukan. Jika arah kebijakan menuju yang dijanjikan masih bisa ditoleransi jika tidak sampai, tetapi ini arah kebijakannya berbeda arah,” ungkap Rizal Ramli.

Kebijakan impor kebutuhan pangan pada saat panen sangat merugikan petani. Dulu pada saat kampanye, Jokowi sesumbar akan menghentikan impor, segala macam kebutuhan pangan, sampai mengucapkan, “apa lagi?”, menandakan akan mengstop impor pangan. Lain di mulut lain dikerjakan. Impor pangan Indonesia masih berlangsung dan makin menggila. Kejadian rebut antara kepala Bulog, Budi Waseso dan Menteri Perdagangan, Enggar T, menunjukkan ketidaksamaan kebijakan atas dan bawahannya.

Jokowi bukan cuma pemimpin pembohong, tetapi pemimpin yang lemah terhadap menterinya, karena tidak mampu mengatur mereka. Menteri titipan dari partai politik membuat Jokowi merasa harus balas budi. Pada saat kampany tahun 2014, Jokowi bilang kabinet ramping, tidak perlu banyak seperti kabinet SBY, tetapi malahan sekarang kabinet gendut, malahan komisaris-komisaris BUMN pun diisi oleh orang politik. Tidak seperti jaman dulu, komisaris ditempati oleh direktur-direktur yang sudah pension, hal ini dimaksudkan untuk tetap bisa mengawasi BUMN yang dulu pernah dinakhodai. Sehingga BUMN tetap bisa maju sesuai dengan kebijakan direktur sebelumnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Polri Menyayangkan Pelaku Kasus Ujaran Kebencian terhadap Istri Presiden RI
12 September 2017, by Zeal
tampang - Mabes Polri sangat menyayangkan hal yang dilakukan pelaku ujaran kebencian (hate speech) yang sepertinya tidak pernah jera. Setelah sebelumnya ...
5 Bahan Alami ini Dapat Hentikan Pendarahan di Rumah dengan Cepat
29 Desember 2017, by Rachmiamy
Saat sedang berada di dalam rumah, kecelakaan kecil mungkin saja terjadi, seperti saat kita memasak atau menggunting kertas. Mungkin jari kita tanpa sengaja ...
Pengertian dan Fungsi dari VPS
19 Juli 2019, by Admin
Bagi para blogger tentu sudah tidak asing dengan yang namanya VPS, yaitu sebuah server yang biasanya digunakan oleh para blogger agar websitenya dapat diakses. ...
Aksi 55 Vs Petisi Ahok Tak Menistakan Agama Mana Yang Akan Pengaruhi Putusan Hakim
7 Mei 2017, by Ayu
Kasus penistaan agama yang menjerat Basuki Tjahja Purnama alias Ahok semakin meruncing di pengadilan. Setelah akhirnya tidak terbukti melanggar Pasal 156a ...
iphone
29 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Hari ini, pada tanggal 29 Juni 2017 adalah hari jadi untuk lahirnya sebuah ponsel mendunia. Ya, itu adalah iPhone. Usia iPhone kini telah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview