Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Wow...Mendikbud mau Hapus Pendidikan Agama di Sekolah

Wow...Mendikbud mau Hapus Pendidikan Agama di Sekolah

14 Juni 2017 | Dibaca : 2245x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com- Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ), Muhadjir Effendy banyak menimbulkan kontroversi di kalanga masyarakat. Kebijakan memberlakukan sekolah dengan sistem Full Day School yang masih belum jelas kepastiannya karena banyak sekolah terutama dari daerah-daerah yang belum siap dengan kebijakan ini.Sekarang muncul kebijakan Mendikbud yang ingin menghapuskan pendidikan agama islam dalam sekolah. Nah lho... apalagi ini.

Di depan rapat kerja Komisi X DPR RI, Muhadjir beralasan bahwa nilai agama di raport siswa akan diambil dari pendidikan di Madrasah Diniyah, masjid, pura atau gereja. " Sekolah lima hari itu tidak sepenuhnya berada di sekolah. Guru dan siswa hanya berada di sekolah dalam beberapa jam, selebihnya diluar kelas atau sekolah" jelas Muhadjir. Khusus untuk pendidikan Agama, masing-masing sekolah bisa mengajak siswanya belajar di masjid, pura dan gereja, atau bisa juga guru-guru di TPA atau Madrasah Diniyah datang ke sekolah memberikan pelajaran agama.

"kalau siswa sudah mendapatkan pelajaran agama diluar kelas, otomatis siswa tidak perlu lagi mendapatkan pendidikan agama di dalam kelas. Nanti kami akan atur tehnisnya agar pendidikan agama yang didapat dari luar kelas atau luar sekolah itu disinkronkan dengan kurikulum" Tambah Muhadjir lagi.

Kebijakan ini bisa saja menimbulkan reaksi yang cukup keras terutama di kalangan guru agama di sekolah. Dengan akan mendatangkan pengajar-pengajar dari Madrasah diniyah dan mensinkronkan dengan kurikulum yang berlaku, otomatis buku pendidikan agama yang sudah ada bisa berubah kembali kurikulumnya dan kemana nantinya guru pendidikan agama akan mengajar.

Kualitas pengajar atau guru pendidikan agama di sekolah selama ini akan menjadi pertanyaan, apakah materi yang diberikan selama ini terhadap siswa masih belum cukup sehingga harus ada guru dari luar ( Madrasah diniyah ) yang akan dikonversikan dengan pendidikan agama di dalam sekolah.

Sisi lain, sudah siapkah masjid, pura atau gereja menjadi tempat belajar anak-anak sekolah untuk menerima pelajaran pendidikan agama.

Terlepas dari itu semua, Muhadjir menegaskan bahwa pelaksanaan sekolah dengan lima hari kerja tidak wajib bagi semua sekolah, hanya sekolah yang sudah siap saja yang akan melaksanakannya. Terkait masalah penghapusan pendidikan agama dalam sekolah,  Muhadjir juga menepis anggapan bahwa pihaknya akan menghapus pendidikan agama dalam kelas. " Sama sekali tak benar anggapan bahwa saya akan menghapus pelajaran agama, yang ada pelajaran di madrasah Diniyah yang akan melengkapi " jelas Muhadjir.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

DPR Sahkan Perppu Ormas, Ketua HTI: Tak Akan Gentar, Tak Akan Mundur
25 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Perppu Ormas akan dijadikan sebagai Undang-Undang. Kritik terhadap isu tersebut pun terus bergulir. Sejumlah organisasi massa menilai Perppu ini akan ...
Wanita Cenderung Lebih Murah Hati dan Tak Egois, Benarkah?
11 Oktober 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of Zurich mengungkapkan bahwa wanita cenderung memiliki hati yang lebih baik serta juga ...
hijab lina kartika
2 Mei 2018, by Rizal Abdillah
Saat ini hijab bukan lagi menjadi suatu adat yang hanya dikenakan oleh beberapa golongan tertentu saja yang memiliki konotasi kolot. Berdasarkan ...
Seberapa Mudah Makhluk Luar Angkasa Mengamati Bumi?
17 September 2017, by Rio Nur Arifin
Para astronom telah mengidentifikasi sembilan planet dimana mungkin alien cerdas berpotensi mengawasi kita. Sementara banyak pekerjaan telah dilakukan ...
Siapa Sangka, Menu Sarapan Ini Tidak Baik Dikonsumsi
23 Juli 2018, by Slesta
Tampang.com – Pada saat akan memulai hari, setiap orang disarankan untuk melakukan sarapan terlebih dahulu. Sarapan menjadi hal yang sangat penting. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab