Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Wajah Dipenuhi Janggut, Wanita Ini Biasa Saja

Wajah Dipenuhi Janggut, Wanita Ini Biasa Saja

13 Oktober 2017 | Dibaca : 694x | Penulis : Rindang Riyanti

Di dunia ini, banyak wanita yang sangat peduli dengan penampilan fisik wajah dan tubuhnya. Ada yang membersihkan rambut-rambut di tubuhnya dengan waxing, ada yang melakukan permak tubuh dengan operasi plastik, dan beragam cara lainnya yang dilakukan agar tampil sempurna.

Tetapi rupanya Alma Torres telah menginspirasi para perempuan untuk menerima dirinya sendiri.

Alma Torres tak seperti wanita kebanyakan, ia memiliki bulu rambut di wajahnya layaknya jenggot pria.

Awalnya ia sempat merasa minder dengan tampilan wajah yang dipenuhi bulu selayaknya pria. Namun kini Alma sudah menerima diri apa adanya meski masih sering dihina banyak orang. Hal tersebut bisa terwujud berkat sang kekasih yang selama ini mendukung dan membuatnya lebih percaya diri.

Alma Torres adalah seorang fotografer asal Amerika Serikat yang mengidap sindrom polycystic ovary syndrome (PCOS). Penyakit langka tersebut menyebabkan wajahnya ditumbuhi bulu di area rahang sejak berusia 16 tahun.

Kondisi Alma membuat dirinya kerap mendapat komentar dan perlakukan buruk dari orang-orang. Karena itu, dulu ia sempat rutin cukuran.

"Aku pernah dipanggil jelek, lainnya bilang aku seharusnya bunuh diri. Orang-orang menyuruhkanku wax dan menyebutku 'cancer'. Orang-orang biasanya tidak berkomentar di depanku. Kebanyakan melakukannya di internet tapi aku sering dipandangi. Aku melihat orang mencoba memotretku tapi aku tertawa dan tersenyum saja. Aku tahu itu bukan hal besar jadi aku biasa saja," ungkapnya pada Dailymail.

Sejak Agustus tahun lalu Alma pun tidak lagi mencukuran janggutnya. Namun keputusan tersebut pun bukan tanpa risiko. Sejak membiarkan bulu-bulu di area rahangnya tumbuh, wanita 24 tahun itu sering menerima komentar buruk di media sosial. Untungnya, Alma punya pacar yang selalu mendukung dan bisa mencintai apa adanya.

"Aku bilang pada Taylor (pacar Alma) mengenai janggutku ketika kami mulai pacaran. Aku dulu sering mencukur jadi beberapa kali dia melihatku kesulitan lalu membantuku mencabutnya. Ketika aku mulai membiarkan janggut tumbuh aku melihatnya dan berkata, 'Sayang, bagaimana jika aku menumbuhkan janggutku? Apa itu akan mengganggumu?' Jawabannya, 'Tidak, itu hanya rambut. Itu normal,'" jelas Alma.

Alma pun berharap jika keputusannya menumbuhkan janggut bisa menginspirasi wanita pengidap PCOS lain. "Aku ingin bilang kepada sesama penderita PCOS bahwa inilah dirimu, tapi jika kamu mau mengubahnya itu tidak masalah, tapi jika kamu merasa nyaman, jangan berubah. Aku tidak ingin berubah, aku bahagia dengan diriku seperi ini," kata Alma.

Sindrom polycystic ovary syndrome (PCOS) dapat menyebabkan seorang wanita ditumbuhi janggut karena tingkat insulin yang tidak teratur sehingga tubuh menghasilkan lebih banyak hormon. Karena itu, penderita PCOS juga sering mengalami menstruasi tidak teratur, kelebihan rambut di tubuh, jerawat, kulit menggeleap hingga masalah ketidaksuburan. Sindrom ini belum dapat disembuhkan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Mengapa Melewatkan Sarapan Membuat Anak Kekurangan Gizi
28 Agustus 2017, by Noor Azizah
Jika anak-anak telah terbiasa melewatkan sarapan setiap harinya, mereka akan memiliki kemungkinan untuk kekurangan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan setiap hari ...
Antonio Conte Sebut Pertandingan Melawan Tuan Rumah Qarabag Merupakan Laga Yang Sangat Penting Buat Chelsea
21 November 2017, by Rachmiamy
Chelsea akan menjalani salah satu laga penting di tengah pekan ini. The Blues akan bermain di Baku Olimpiya Stadionu yang merupakan markas Qarabag pada ...
Antisipasi Peredaran Narkoba, Unnes Adakan Tes Urin Maba
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerja sama dengan kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng untuk melakukan tes urin terhadap ribuan ...
Motivasi dari Orang Tua Pengaruhi Prestasi Anak
20 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Apakah bantuan orang tua memiliki efek positif atau negatif terhadap hasil akademik siswa tergantung pada motivasi dan keterlibatan orang tua mereka. Hasil ...
Sandi Klarifikasi Maksud Kata ‘Dimodalin’ di Spanduk Kampanyenya
18 Desember 2017, by Rindang Riyanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan klarifikasi terhadap kata 'dimodalin' pada spanduk yang berisi janjinya dan Gubernur DKI Jakarta ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab