Tutup Iklan
hijab
  
login Register
U.S memveto resolusi U.N. yang mengutuk keputusan Yerusalem Trump

U.S memveto resolusi U.N. yang mengutuk keputusan Yerusalem Trump

19 Desember 2017 | Dibaca : 359x | Penulis : Slesta

Amerika Serikat memblokir sebuah resolusi U.N yang mengecam keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dewan Keamanan U.N. yang beranggotakan 15 memilih resolusi tersebut dengan suara 14-1, namun Amerika Serikat menggunakan hak veto mereka. Duta Besar A.S. Nikki Haley menggambarkan keputusan Trump sebagai "pengakuan A.S. yang sudah jelas."

Pada 6 Desember, Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Resolusi satu halaman yang disusun oleh Mesir menuntut "semua negara mematuhi resolusi Dewan Keamanan mengenai Kota Suci Yerusalem, dan tidak mengakui tindakan atau tindakan yang bertentangan dengan resolusi tersebut."

Ini juga menegaskan kembali pandangan dewan bahwa tidak ada negara yang harus mendirikan sebuah kedutaan di Yerusalem dan bahwa status Yerusalem adalah sebuah isu yang harus diselesaikan oleh Israel dan Palestina, menambahkan Yerusalem "adalah masalah status akhir yang harus diselesaikan melalui negosiasi."

Haley mengkritik resolusi tersebut sebagai "penghinaan," menambahkan sebuah negara berdaulat memiliki "hak untuk memutuskan tempat untuk menempatkan kedutaannya.

"Dikubur dalam jargon diplomatik, beberapa orang menduga untuk memberitahu Amerika ke mana harus menempatkan kedutaan besarnya," katanya.

Duta Besar Prancis untuk PBB Francois Delattre bergabung dengan anggota non-A.S. lainnya dalam pemungutan suara yang mendukung resolusi tersebut.

"Israel adalah kunci perdamaian antara Israel dan Palestina," kata Delattre. "Rancangan Mesir ini hanya menegaskan kembali dasar konsensus internasional, hukum internasional."

Duta Besar Inggris U.N. Matthew Rycroft setuju dengan bahasa resolusi tersebut dan menambahkan bahwa Inggris tidak memiliki rencana untuk mengubah lokasi kedutaannya.

"Pandangan kami adalah bahwa isu Yerusalem adalah masalah status akhir, bahwa Yerusalem harus menjadi modal bersama bagi orang Israel dan orang-orang Palestina, dan Kedutaan Besar Inggris untuk saat ini tetap tinggal di Tel Aviv," kata Rycroft.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

hindari makanan kolesterol
7 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kadar kolesterol dalam tubuh tentunya menjadi salah satu yang harus diperhatikan. Seperti diketahui, jika kadar kolesterol tinggi maka banyak ...
7 Makanan yang Dapat Isi Energi Kamu Secara Cepat
13 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Dalam beberapa kondisi, kita seringkali memerlukan makanan yang dapat memasok energi secara cepat pada tubuh.   Ada beberapa makanan, ...
Mahasiswa Brawijaya Menciptakan Pelembab yang Berasal dari Ceker Ayam
1 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tiga mahasiswa Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Brawijaya dibawah bimbingan dosen Firman Jaya berhasil menciptakan sumber kolagen halal ...
Ustadz Solmed di Tahan Polisi Singapura
4 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Ustadz ternama di indonesia Sholeh Mahmoed Nasution atau yang lebih akrab disapa Ustadz Solmed baru-baru ini mendapat perlakuan tidak mengenakkan ...
Arkeolog Temukan Terowongan Rahasia yang Tersembunyi di Balik Piramida Bulan di Meksiko
11 Juli 2017, by Slesta
Sungguh menakjubkan teknologi pemindaian komputer terbaik yang bisa dilakukan akhir-akhir ini . Seperti mengungkapkan jalan tersembunyi di bawah Piramida Bulan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab