Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Ulus Pirmawan, Petani Teladan Lembang yang Mendapatkan Penghargaan dari FAO

Ulus Pirmawan, Petani Teladan Lembang yang Mendapatkan Penghargaan dari FAO

9 Oktober 2017 | Dibaca : 1624x | Penulis : Rio Nur Arifin

Meski hanya lulusan sekolah dasar (SD), Ulus Pirmawan (43) mampu menjadi petani sukses dan mengangkat kesejahteraan petani di wilayahnya, Kampung Gandok, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Berkat berbagai keberhasilannya, Ulus akan mendapatkan penghargaan sebagai petani teladan dari Food and Agriculture Organization (FAO) pada Hari Pangan Internasional di Thailand, 16 Oktober mendatang.

Ulus berasal dari keluarga petani dan ingin merubah petani menjadi pengusaha tani. Menurutnya, yang harus diubah adalah mindset, dari mindset petani menjadi mindset pengusaha tani. Hal itu akan memperbaiki manajemen usaha sehingga menjadi lebih rapi, dan pada ujungnya hal itu akan meningkatkan kesejahteraan para petani.

Ulus berhasil memberikan banyak manfaat bagi para petani dan keluarganya serta kelompok tani yang dia bentuk di Gapoktan Wargi Panggupay dimana Ulus merupakan ketuanya. Ulus dianggap memiliki konsep yang layak untuk diterapkan dalam dunia pertanian. Ulus ingin menciptakan sektor pertanian terpadu di mana memadukan sektor pertanian dan peternakan, dengan demikian harga produksi pertanian bisa lebih ditekan. Ulus juga berhasil menerapkan jalan usaha tani di daerahnya. Atas berbagai usahanya itu dibantu petani yang tergabung dalam Gapoktan Wargi Panggupay mampu memberi banyak manfaat kepada petani di sekitarnya dan juga bisa menjadi inspirasi bagi petani lainnya.

Ulus tak kenal lelah, ia terus berjuang untuk mendapatkan bantuan mulai dari tingkat daerah sampai pusat untuk mewujudkan cita-citanya.

"Awalnya bingung tapi alhamdulillah karena ada kenalan di Kementerian Kerja Sama Luar Negeri saya masukin proposal, direspon. Ada perusahaan swasta dari Amerika yang bantu 20 ekor sapi," kata Ulus.

"Dengan sektor pertanian terpadu, hasil sayuran bisa lebih ramah lingkungan dan ramah konsumsi. Karena kotoran ternak bisa jadi pupuk, limbah sayuran bisa jadi pakan ternak," imbuhnya.

Dia berharap dengan penghargaan FAO yang akan diterimanya, hal itu bisa menjadi pemicu bagi pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah untuk lebih memerhatikan sektor pertanian.

"Penghargaan ini buat Indonesia. Mudah-mudahan dengan penghargaan yang didapat bisa menjadi pemicu bagi pemerintah untuk lebih memerhatikan sektor pertanian," ucap Ulus.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

SBY Menigimbau Amien Rais Hati-Hati Dalam Berbicara, Kita Sudah Sama-Sama Tua
18 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Polemik pernyataan Amien Rais yang terur menyerang pemerintah Jokowi secara terang-terangan memancing suara Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang ...
Pelatihan Intensitas Tinggi Picu Pelepasan Endorfin
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Finlandia di Universitas Turku telah mengungkapkan bahwa pelepasan endorfin yang diinduksi olahraga di otak bergantung pada intensitas latihan. ...
Sindangkerta, Pantai Dengan Garis Pantai Yang Unik
14 Agustus 2017, by Zeal
Jika berbicara destinasi wisata di Indonesia tentu tidak akan habis untuk dibicarakan. Salah satu aset destinasi wisata yang dimiliki negara ini adalah pantai. ...
Ternyata Tidur Larut Malam Juga Bermanfaat Loh...
17 April 2017, by Retno Indriyani
Kebiasaan tidur larut malam dinilai sebagai kebiasaan yang tidak baik karena sangat berisiko rentan terserang berbagai macam penyakit. Namun beberapa ...
Kembangkan Mobil Listrik, Pemerintah Ajak 4 Universitas
4 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir mengatakan akan membentuk tim ...
Berita Terpopuler
Polling
Permadi Arya dibayar APBN atau Bukan?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab