Colosseum, atau yang juga dikenal sebagai Flavian Amphitheatre, adalah salah satu monumen paling ikonik di Roma dan dunia. Dikenal sebagai simbol kejayaan dan keagungan Kekaisaran Romawi, Colosseum telah berdiri selama hampir dua milenium dan terus memukau jutaan pengunjung setiap tahunnya. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi sejarah, arsitektur, dan keajaiban dari Colosseum Roma, serta memberikan tips untuk mengunjunginya.
Sejarah Colosseum
Colosseum dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Vespasian dari dinasti Flavian pada tahun 7080 Masehi. Dibangun sebagai hadiah untuk rakyat Romawi, Colosseum digunakan untuk berbagai acara hiburan, termasuk pertarungan gladiator, pertunjukan hewan, dan eksekusi publik. Dengan kapasitas mencapai 50.000 hingga 80.000 penonton, Colosseum adalah amfiteater terbesar yang pernah dibangun oleh Kekaisaran Romawi.
Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, Colosseum mengalami berbagai perubahan fungsi, termasuk sebagai benteng, biara, dan akhirnya menjadi objek wisata. Meskipun mengalami kerusakan akibat gempa bumi dan penjarahan, Colosseum tetap berdiri kokoh sebagai simbol kebesaran Romawi.
Arsitektur Colosseum
Colosseum adalah keajaiban arsitektur dan teknik. Dibangun dari beton dan batu, strukturnya memiliki bentuk elips dengan panjang 189 meter, lebar 156 meter, dan tinggi 48 meter. Bagian luar Colosseum terdiri dari tiga lantai dengan lengkungan yang dihiasi oleh kolom bergaya Doric, Ionic, dan Corinthian.