Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Dirinya Lebih Populer Dari Partai Politik

Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Dirinya Lebih Populer Dari Partai Politik

17 Maret 2018 | Dibaca : 427x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Siapa yang tak kenal dengan Hotman Paris, pengacara kelas atas yang telah bergelut dalam perkara-perkara besar baik di Indonesia maupun di luar negeri. Gaya hidup dan perilaku Hotma Paris seringkali menjadi sorotan media. Mulai dari perhiasan yang dia pakai setiap harinya dapat bernilai miliaran rupiah, hingga asistennya yang cantik-cantik, bahkan artis yang bergaul karib dengannya.

Pengacara Hotman Paris mengatakan, ia beberapa kali menolak tawaran bergabung ke partai politik. Ia mengaku dapat tawaran dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Perindo, dan partai lain yang ia enggan sebutkan. Namun, semuanya dia tolak karena tidak berminat menjadi politisi.

Bukan karena tidak suka partainya, melainkan karena secara pribadi, Hotman tak menyukai politik.

"Buat apa? Semua saya miliki sudah. Saya lebih populer dari partai politik," ujar Hotman (16/3/2018).

Dari segi pendapatan, kata Hotman, saat ini dirinya panen uang. Gajinya terbilang besar karena menangani kasus-kasus kakap. Selain itu, ia juga banyak digandeng menjadi pengacara sejumlah pengusaha. Bahkan, Hotman ada kontrak dengan Partai Perindo, di mana ia tetap dibayar bulanan meski tak ada kasus.

Jika masuk ke partai politik, Hotman meyakini pendapatannya pasti berkurang drastis. "Sebagai lawyer pendapatan saya ratusan kali lipat daripada menjadi anggota DPR," kata Hotman.

Hotman juga tak ingin mencari popularitas dengan menjadi politisi. Saat ini, dirinya merasa sudah cukup terkenal. Pengikut dirinya di media sosial juga banyak. Bahkan, partai terakhir yang menawarinya bergabung menganggap Hotman seperti influencer di media sosial sehingga diharapkan menarik animo masyarakat.

"Kepopuleran saya kadang-kadang setara menteri. Kalau di kawinan, kalau menteri VIP, saya juga VIP. Apa lagi yang saya cari," kata dia.

Hotman mengatakan, akan banyak pihak yang sakit hati jika dirinya menjadi politisi. Sebab, gaya bicaranya yang blak-blakan bukan mustahil membuat politisi lain meradang.

Selain itu, Hotman juga merasa pengalamannya selama 35 tahun berkiprah menangani kasus-kasus kakap pun tak ada lagi artinya jika bergabung ke partai politik.

"Saya menikmati. Itu kepuasan saya yang tidak bisa ditinggalkan," kata dia.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Trump Melakukan Perjalanan Asia, Menjanjikan 'pernyataan utama' Saat Kembali ke D.C.
14 November 2017, by Slesta
Dalam meliput tur 12 hari angin puyuhnya di Filipina pada hari Selasa, Presiden Donald Trump memuji perjalanan lima negara itu sebagai sesuatu yang produktif ...
SIM
24 Juni 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ada pengumuman penting bagi para pengguna kendaraan bermotor, terutama bagi anda yang akan mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) pada hari-hari ...
Apa Moodboostermu Pagi Ini?
3 Februari 2018, by Dika Mustika
Tampang.com - Moodbooster! Ya, penyemangat tampaknya dibutuhkan sebelum kita memulai hari. Membuka mata di pagi hari sudah menjadi otomatis bagi kita setiap ...
Jaksa Korea Selatan Mencari Penjara untuk Petugas 'Daftar Hitam'
20 Desember 2017, by Slesta
Pejabat senior Korea Selatan yang bertanggung jawab atas daftar hitam artis dan pembuat film akan segera menghadapi hukuman penjara atas tindakan mereka di ...
Para Fans Kpop Tak Terima Hujatan Netter,”SHAWAL” Indonesia Tanpar Para Netter Nyinyir
22 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Setelah kepergian penyanyi Kpop idola semua orang baik asia ataupun manca Negara. Banyak nya ucapan berita duka  yang berdatang kepada ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview