Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Dirinya Lebih Populer Dari Partai Politik

Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Dirinya Lebih Populer Dari Partai Politik

17 Maret 2018 | Dibaca : 255x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Siapa yang tak kenal dengan Hotman Paris, pengacara kelas atas yang telah bergelut dalam perkara-perkara besar baik di Indonesia maupun di luar negeri. Gaya hidup dan perilaku Hotma Paris seringkali menjadi sorotan media. Mulai dari perhiasan yang dia pakai setiap harinya dapat bernilai miliaran rupiah, hingga asistennya yang cantik-cantik, bahkan artis yang bergaul karib dengannya.

Pengacara Hotman Paris mengatakan, ia beberapa kali menolak tawaran bergabung ke partai politik. Ia mengaku dapat tawaran dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Perindo, dan partai lain yang ia enggan sebutkan. Namun, semuanya dia tolak karena tidak berminat menjadi politisi.

Bukan karena tidak suka partainya, melainkan karena secara pribadi, Hotman tak menyukai politik.

"Buat apa? Semua saya miliki sudah. Saya lebih populer dari partai politik," ujar Hotman (16/3/2018).

Dari segi pendapatan, kata Hotman, saat ini dirinya panen uang. Gajinya terbilang besar karena menangani kasus-kasus kakap. Selain itu, ia juga banyak digandeng menjadi pengacara sejumlah pengusaha. Bahkan, Hotman ada kontrak dengan Partai Perindo, di mana ia tetap dibayar bulanan meski tak ada kasus.

Jika masuk ke partai politik, Hotman meyakini pendapatannya pasti berkurang drastis. "Sebagai lawyer pendapatan saya ratusan kali lipat daripada menjadi anggota DPR," kata Hotman.

Hotman juga tak ingin mencari popularitas dengan menjadi politisi. Saat ini, dirinya merasa sudah cukup terkenal. Pengikut dirinya di media sosial juga banyak. Bahkan, partai terakhir yang menawarinya bergabung menganggap Hotman seperti influencer di media sosial sehingga diharapkan menarik animo masyarakat.

"Kepopuleran saya kadang-kadang setara menteri. Kalau di kawinan, kalau menteri VIP, saya juga VIP. Apa lagi yang saya cari," kata dia.

Hotman mengatakan, akan banyak pihak yang sakit hati jika dirinya menjadi politisi. Sebab, gaya bicaranya yang blak-blakan bukan mustahil membuat politisi lain meradang.

Selain itu, Hotman juga merasa pengalamannya selama 35 tahun berkiprah menangani kasus-kasus kakap pun tak ada lagi artinya jika bergabung ke partai politik.

"Saya menikmati. Itu kepuasan saya yang tidak bisa ditinggalkan," kata dia.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kok Masih Benci pada Simbol Bintang Daud?
25 Juli 2017, by Gatot Swandito
Setiap kali terjadi ribut-ribut di Palestina seperti yang terjadi dalam seminggu terakhir ini, simbol Bintang Daud tidak pernah luput jadi sasaran kebencian. ...
Lagi Kesel Sama Suami? Begini Cara Melampiaskannya Tanpa Harus Menyakiti
17 November 2017, by Rindang Riyanti
Saat kondisi pikiran dan perasaan sedang tak menentu, kadang masalah sepele bisa jadi masalah yang besar. Apalagi kalau udah numpuk bertahun-tahun. Duh, ...
Serangan Singa di Gunung Washington Menelan Korban
21 Mei 2018, by Slesta
"Satu orang tewas dan yang lain dirawat di rumah sakit setelah mereka diserang oleh singa gunung saat bersepeda di Washington pada hari Sabtu" kata ...
Yang Perlu Diketahui Sebelum Memberi Hadiah pada Anak
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Ketika anak melakukan hal-hal positif, tentu saja ayah dan ibunya akan merasa bangga. Sebagai apresiasi karena anak udah melakukan sesuatu yang positif, ...
Manfaat Meminum Teh, bagi Wajah kita
21 Januari 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Ternyata selain nikmat untuk diminum, teh memiliki banyak manfaat dari sisi kesehatan maupun kecantikan, lho! Berikut 7 manfaat air teh bagi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview