Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Dirinya Lebih Populer Dari Partai Politik

Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Dirinya Lebih Populer Dari Partai Politik

17 Maret 2018 | Dibaca : 286x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Siapa yang tak kenal dengan Hotman Paris, pengacara kelas atas yang telah bergelut dalam perkara-perkara besar baik di Indonesia maupun di luar negeri. Gaya hidup dan perilaku Hotma Paris seringkali menjadi sorotan media. Mulai dari perhiasan yang dia pakai setiap harinya dapat bernilai miliaran rupiah, hingga asistennya yang cantik-cantik, bahkan artis yang bergaul karib dengannya.

Pengacara Hotman Paris mengatakan, ia beberapa kali menolak tawaran bergabung ke partai politik. Ia mengaku dapat tawaran dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Perindo, dan partai lain yang ia enggan sebutkan. Namun, semuanya dia tolak karena tidak berminat menjadi politisi.

Bukan karena tidak suka partainya, melainkan karena secara pribadi, Hotman tak menyukai politik.

"Buat apa? Semua saya miliki sudah. Saya lebih populer dari partai politik," ujar Hotman (16/3/2018).

Dari segi pendapatan, kata Hotman, saat ini dirinya panen uang. Gajinya terbilang besar karena menangani kasus-kasus kakap. Selain itu, ia juga banyak digandeng menjadi pengacara sejumlah pengusaha. Bahkan, Hotman ada kontrak dengan Partai Perindo, di mana ia tetap dibayar bulanan meski tak ada kasus.

Jika masuk ke partai politik, Hotman meyakini pendapatannya pasti berkurang drastis. "Sebagai lawyer pendapatan saya ratusan kali lipat daripada menjadi anggota DPR," kata Hotman.

Hotman juga tak ingin mencari popularitas dengan menjadi politisi. Saat ini, dirinya merasa sudah cukup terkenal. Pengikut dirinya di media sosial juga banyak. Bahkan, partai terakhir yang menawarinya bergabung menganggap Hotman seperti influencer di media sosial sehingga diharapkan menarik animo masyarakat.

"Kepopuleran saya kadang-kadang setara menteri. Kalau di kawinan, kalau menteri VIP, saya juga VIP. Apa lagi yang saya cari," kata dia.

Hotman mengatakan, akan banyak pihak yang sakit hati jika dirinya menjadi politisi. Sebab, gaya bicaranya yang blak-blakan bukan mustahil membuat politisi lain meradang.

Selain itu, Hotman juga merasa pengalamannya selama 35 tahun berkiprah menangani kasus-kasus kakap pun tak ada lagi artinya jika bergabung ke partai politik.

"Saya menikmati. Itu kepuasan saya yang tidak bisa ditinggalkan," kata dia.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Semangat Pagi dengan Konsumsi 4 Makanan Ini
15 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Mengawali hari dengan sarapan menjadi salah satu hal yang penting. Dengan sarapan, kamu siap untuk melakukan kegiatan sepanjang hari. Banyak ...
Ketua Korean Air Berhenti di Posisi Teratas di Jin Air
11 Mei 2018, by Slesta
Ketua Korean Air, Cho Yang-ho, mengundurkan diri dari perannya sebagai CEO Jin Air pada Kamis di tengah berbagai penyelidikan yang melibatkan ...
 Persija Jakarta Bakal Kehilangan Penyerang Andalannya
12 September 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Akibat cedera saat kontra Mitra Kukar, Jumat (8/9) lalu, mesin gol Macan Kemayoran itu diperkirakan terancam tak bisa memperkuat klub ibu kota itu ...
Ini Dia Penyebab Sakit Kepala dan Perawatannya Setelah Menangis
27 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Menangis dengan intens dapat menyebabkan ketidaknyamanan fisik termasuk mata merah, terbakar, mulut kering dan sakit kepala. Saat Anda menangis, saluran air ...
Kesulitan Untuk Mulai Jogging? Mungkin Kamu Memiliki Kebiasaan Buruk Berikut
8 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Sudah bukan rahasia bahwa semua jenis olahraga memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan fisik bahkan mental. Untuk berolahraga pun tidak selalu harus ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview