Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Dirinya Lebih Populer Dari Partai Politik

Tolak Jadi Politisi, Hotman Paris Sebut Dirinya Lebih Populer Dari Partai Politik

17 Maret 2018 | Dibaca : 535x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Siapa yang tak kenal dengan Hotman Paris, pengacara kelas atas yang telah bergelut dalam perkara-perkara besar baik di Indonesia maupun di luar negeri. Gaya hidup dan perilaku Hotma Paris seringkali menjadi sorotan media. Mulai dari perhiasan yang dia pakai setiap harinya dapat bernilai miliaran rupiah, hingga asistennya yang cantik-cantik, bahkan artis yang bergaul karib dengannya.

Pengacara Hotman Paris mengatakan, ia beberapa kali menolak tawaran bergabung ke partai politik. Ia mengaku dapat tawaran dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Perindo, dan partai lain yang ia enggan sebutkan. Namun, semuanya dia tolak karena tidak berminat menjadi politisi.

Bukan karena tidak suka partainya, melainkan karena secara pribadi, Hotman tak menyukai politik.

"Buat apa? Semua saya miliki sudah. Saya lebih populer dari partai politik," ujar Hotman (16/3/2018).

Dari segi pendapatan, kata Hotman, saat ini dirinya panen uang. Gajinya terbilang besar karena menangani kasus-kasus kakap. Selain itu, ia juga banyak digandeng menjadi pengacara sejumlah pengusaha. Bahkan, Hotman ada kontrak dengan Partai Perindo, di mana ia tetap dibayar bulanan meski tak ada kasus.

Jika masuk ke partai politik, Hotman meyakini pendapatannya pasti berkurang drastis. "Sebagai lawyer pendapatan saya ratusan kali lipat daripada menjadi anggota DPR," kata Hotman.

Hotman juga tak ingin mencari popularitas dengan menjadi politisi. Saat ini, dirinya merasa sudah cukup terkenal. Pengikut dirinya di media sosial juga banyak. Bahkan, partai terakhir yang menawarinya bergabung menganggap Hotman seperti influencer di media sosial sehingga diharapkan menarik animo masyarakat.

"Kepopuleran saya kadang-kadang setara menteri. Kalau di kawinan, kalau menteri VIP, saya juga VIP. Apa lagi yang saya cari," kata dia.

Hotman mengatakan, akan banyak pihak yang sakit hati jika dirinya menjadi politisi. Sebab, gaya bicaranya yang blak-blakan bukan mustahil membuat politisi lain meradang.

Selain itu, Hotman juga merasa pengalamannya selama 35 tahun berkiprah menangani kasus-kasus kakap pun tak ada lagi artinya jika bergabung ke partai politik.

"Saya menikmati. Itu kepuasan saya yang tidak bisa ditinggalkan," kata dia.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Sandiaga Uno Meminta Ketua FUI Segera Minta Maaf Kepada Keluarga Korban Bocah Tewas di Monas
3 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Wakil Gubernur Sandiaga Uno meminta Ketua Forum Untukmu Indonesia Dave Santosa agar segera melakukan permohonan maaf pada keluarga bocah yang tewas ...
Sering Kehilangan Fokus Saat Sedang Bekerja di Kantor? Bersihkan Pikiran Anda dengan Meditasi Singkat
1 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menumpuknya tugas di kantor dan deadline yang mendesak tidak jarang sebagian orang menjadi tidak focus bahkan frustasi. Ketika sudah tidak focus maka bisa ...
Sagrada Familia, Objek Wisata Gereja di Barcelona Spanyol yang Sangat Memukau
26 Juli 2018, by Maman Soleman
Barcelona adalah kota di Spanyol yang  berpenduduk kira-kira 4,5 juta jiwa. Barcelona merupakan surga bagi pecinta arsitektur karena di kota ini kita akan ...
Spekulasi di Balik Teror Bom Kampung Melayu
25 Mei 2017, by Gatot Swandito
Dua rentetan bom bunuh diri meledak di Terminal Bus Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jakarta, pada 24 Mei 2017. Aksi teror yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB ...
Studi Memberi Wawasan Baru Tentang Bagaimana Sel Otak Mati di Alzheimer
10 Oktober 2017, by Slesta
Periset di Emory University menemukan bahwa pengangkatan gen pengatur LSD1 pada tikus dewasa menginduksi perubahan aktivitas gen yang mirip dengan penyakit ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview