Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Terkuak, Kehidupan di Bumi Berasal dari Angkasa Luar

Terkuak, Kehidupan di Bumi Berasal dari Angkasa Luar

27 Maret 2018 | Dibaca : 269x | Penulis : Maman Soleman

Kehidupan di bumi diperkirakan datang dari dunia luar atau saat komet menabrak permukaan bumi. Hal itu ditunjukkan ilmuwan Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL), Amerika Serikat, Nir Goldman, dan rekan kerjanya, Isaac Tamblyn dari University of Ontario Institute of Technology, Kanada.

Mereka menemukan bahwa sejumlah komet es yang menabrak bumi jutaan tahun lalu ternyata dapat menghasilkan senyawa organik penunjang kehidupan, termasuk bahan penyusun protein dan sepasang inti DNA dan RNA.

Komet mengandung berbagai molekul sederhana seperti air, amonia, metanol, dan karbon dioksida. Bila menabrak permukaan planet, ia akan menghasilkan energi yang melimpah dan mendorong terjadinya reaksi kimia. "liran materi organik ke bumi melalui komet dan asteroid selama periode hujan komet itu mungkin sebanyak 10 triliun kilogram setiap tahunnya.

Penelitian terakhir dilakukan Goldman dengan menggunakan model komputer. Dalam simulasi terakhir yang dikembangkan superkomputer LLNL keluaran Rzcereal dan Aztec itu, Goldman lebih sering menggunakan model komputer dan mampu menangkap ratusan gambar. Dengan cara itu para peneliti bisa mengumpulkan hasil yang mendekati keseimbangan. Sebagai hasilnya, mereka sekarang ini meneliti susunan hidrokarbon yang lebih luas, yang dapat membentuk materi organik yang mengawali kehidupan.

Ukuran komet berkisar 1,6 kilometer hingga 56 kilometer. Ketika melintasi atmosfer bumi, bagian luar komet menjadi panas, tetapi bagian dalamnya tetap bersuhu dingin. Pada permukaan bumi yang tertabrak komet, terjadi gelombang kejut akibat kompresi. Gelombang kejut dapat terjadi secara tiba-tiba dengan tekanan dan suhu yang intens serta dapat berpengaruh pada komet berupa reaksi kimia sebelum berinteraksi dengan lingkungan planet. Tim peneliti menemukan tekanan kejut dan suhu yang moderat, sekitar 360 ribu tekanan atmosfer dan 4.600 derajat Fahrenheit.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Presiden Rusia: Diplomasi Satu-Satunya Jawaban Hadapi Korut
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan pendapatnya bahwa sanksi atas Korea Utara tidak berguna dengan mengatakan bahwa 'mereka akan lebih suka makan ...
Skill Dasar yang Harus Dimiliki Generasi Milenial
6 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Apakah kamu termasuk generasi milenial?  Generasi milenial menjadi topik yang cukup hangat dikalangan masyarakat, mulai dari segi pendidikan, teknologi ...
Hasil Riset Ini Boleh Dicoba untuk Kamu yang Masih Sendiri
17 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Jika kamu adalah seorang pria dan masih menyandang status sendiri, namun ingin mendapatkan pasangan yang cocok, tak ada salahnya mendengarkan ...
Taman Nasional Bolivia, Madidi, Adalah yang Paling Beragam di Dunia
26 Mei 2018, by Slesta
Taman Nasional Bolivia, Madidi, adalah kawasan perlindungan paling bergizi di dunia, menurut survei dua tahun yang baru saja diselesaikan tentang tanaman dan ...
Menyedihkan, Seorang Ayah Rela Makan Mie Instan Selama 7 Tahun Demi Anak
20 November 2017, by Slesta
Tampang.com – Cerita mengharukan datang dari Tiongkok. Sebuah kisah kehidupan dari seorang tukang sapu asal Tiongkok. Selama 7 tahun ia memutuskan untuk ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview