Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Teori “Gelembung” pada Misteri Segitiga Bermuda Dibantah

Teori “Gelembung” pada Misteri Segitiga Bermuda Dibantah

2 Juli 2017 | Dibaca : 992x | Penulis : Rio Nur Arifin

Fisikawan Helen Czerski telah meragukan salah satu teori paling populer menganai penjelasan Segitiga Bermuda.

Ada beberapa misteri terkenal  tentang Segitiga Bermuda, hamparan laut di Atlantik Utara yang membentang di antara Florida, Bermuda dan Puerto Riko.

Selama bertahun-tahun wilayah ini identik dengan hilangnya kapal dan pesawat terbang yang tidak dapat dijelaskan dan seringkali tanpa bekas dan kru yang tidak pernah ditemukan.

Tahun lalu, ilmuwan dari Arctic University of Norway menemukan kawah di dasar laut yang dulu mengandung gas metana besar. Pelepasan gelembung dari kawah itu, menurut mereka, berpotensi menjelaskan bagaimana sebuah kapal bisa menghilang di bawah ombak tanpa peringatan.

Kini, fisikawan dan ahli kelautan Helen Czerski dari University College London telah membuktikan bahwa penjelasasn tersebut tidak terbukti benar dan bahwa ini tidak akan pernah benar-benar terjadi.

"Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bahwa gelembung gas ini akan pecah menjadi gelembung kecil, sungguh, sangat cepat," katanya. "Itu tidak naik sebagai satu gelembung besar yang besar."

"Ini mendorong ke atas kapal, jauh lebih kuat sebelum kapal yang jatuh ke dalam gelembung."

"Gelembung akan membuat kapal naik, tidak turun."

 

Sumber: aol.com

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Tampang.com - Cabang Pencak Silat Asian Games 2018 Jakarta-Palembang menjadi ladang emas bagi para atlit pencak silat Indonesia. Pasalnya dari 16 nomor pertandingan, Tim pencak silat Indonesia berhasil meraih 14 Medali Emas dan dipastikan menjadi juara umum pada cabang Pencak Silat ini.

Sempat terjadi insiden keributan saat Final Pencak Silat Kelas E Putra 65-70 kg yang mempertemukan atlet pencak silat asal Malaysia, Mohd Al Jufferi melawan Atlet pencak silat asal tuan rumah Indonesia, Komang Harik Adi Putra. Di partai final ini, wasit menyatakan Komang sebagai pemenang setelah poin yang dikumpulkan Komang lebih tinggi dari Al Jufferi dan Komang memperoleh medali Emas dari kelas ini.

Pesilat Malaysia ini rupanya tidakpuas dan kecewa dengan keputusan wasit dan juri yang memimpin dan menilai pertandingan. Al Jufferi melakukan tindakan yang kurang pantas dengan memukul pembatas ruangan di belakang area pertandingan hingga mengakibatkan pembatas tersebut jebol.

Rupanya pesilat asal Negeri Jiran ini tidak mampu menerima kekalahannya dan kurang berbesar hati hingga melakukan tindakan yang kurang pantas. Sementara itu dari pihak Pelatih silat Malaysia, Sekjen Pencak silat Malaysia, Datuk Megat Zulkarnain menganggap tindakan yang dilakukan atlet silatnya ini kurang pantas dan tidak mencerminkan seorang atlet profesional yang siap menang atau kalah.

Zulkarnain menambahkan bahwa dirinya sangat mengerti dengan kekecewaan yang dialami anak asuhnya tapi cara yang dilakukan Mohd Al Jufferi ini dirasakan kurang pantas. Zulkarnain mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan teguran kepada atlet silatnya ini.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Peneliti Terorisme UI : Menkominfo tidak Menyelesaikan Masalah Terorisme malah Memperkeruh Suasana Media Sosial
15 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com-  Kasus pemblokiran Telegram yang dilakukan Kemenkominfo dengan alasan karena telegram sering digunakan ISIS dan jaringannya untuk ...
Antonio Conte Sebut Pertandingan Melawan Tuan Rumah Qarabag Merupakan Laga Yang Sangat Penting Buat Chelsea
21 November 2017, by Rachmiamy
Chelsea akan menjalani salah satu laga penting di tengah pekan ini. The Blues akan bermain di Baku Olimpiya Stadionu yang merupakan markas Qarabag pada ...
Telkom Sudah Pulihkan 7.658 Jaringan ATM
6 September 2017, by Alfi Wahyu Prasetyo
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom  telah  memulihkan koneksi sebanyak 7.658 unit Anjungan Tunai Mandiri (ATM) per hari ini, Selasa (5/9). ...
7 Ciri Ini Menandakan Orang Ber-IQ Tinggi, Kamu Termasuk?
5 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Meskipun Intellegent Quotient (IQ) bukan jadi patokan utama kecerdasan seseorang, namun hingga saat ini masih ada orang yang mendewakan mengenai ...
Hindari Makanan Ini Jika Tidak Ingin Kulit Berminyak
1 Maret 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kulit berminyak adalah salah satu masalah kulit yang sering dialami banyak orang. Kulit berminyak bukan hanya membuat wajah tampak kusam tapi ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman