Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Temukan dan Dukunglah Potensi Anak!

Temukan dan Dukunglah Potensi Anak!

10 Januari 2018 | Dibaca : 434x | Penulis : Dika Mustika

Potensi! Menemukan potensi anak adalah salah satu kewajiban yang perlu diperhatikan oleh para orangtua. Mengapa? Anak dapat mengenali potensinya adalah salah satu bekal mereka untuk tak hanya bisa hidup di masa ini, namun di masanya kelak. Mengapa potensi bukannya cita-cita saja yang ditemukan oleh anak? Potensi bisa berkembang menjadi cta-cita apapun kelak. Bukan tidak mungkin akan ada banyak cita-cita (baca: profesi) yang akan ada kelak dan belum ada di masa kini.

 

Ketika ayah-bunda, kekek-nenek, om-tante, atau para guru melihat sesuatu yang tampaknya menonjol pada anak Anda, cucu, keponakan, atau murid coba perhatikanlah dengan lebih seksama, apakah hal tersebut kelak yang mungkin bisa membuatnya ‘bersinar’ pada masanya.

 

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah tayangan televisi. Dalam tayangan tersebut ditampilkan sosok seorang anak muda yang berprofesi sebagai youtubers. Ya, youtubers, profesi yang belum ada di zaman ayah-ibu atau kakek-nenek berjaya dahulunya. Profesi yang bisa menghasilkan banyak income, bahkan bisa mencapai ratusan juta perbulannya. Ok, kembali ke sosok youtubers muda tadi. Ternyata, bakatnya membuat film ini bukan ada secara tiba-tiba. Namun memang difasilitasi oleh keluarganya sejak ia kecil. Ketika ada anak SD kelas 3 sibuk merekam ini itu, orangtua muncul dengan memberikan support, bukan melarang, apalagi mencela. Support, bukan berarti harus selalu dalam memberi fasilitas mahal. Support bisa ada dalam berbagai bentuk. memberikan semangat, memberikan pandangan-pandangan untuk selalu mengembangkan potensi, mengenalkan dengan orang yang memiliki kesamaan passion, dll. Intinya berilah dukungan yang posistif ketika kita melihat potensi, sekecil apapun itu.

 

Potensi adalah salah satu bekal anak agar ia dapat menuangkan, mengekspresikan apa yang ada di pikirannya. Di salah satu videonnya, youtubers muda tersebut membahas betapa ia menunjukkan keprihatinannya ketika ada youtubers-youtubers pemula yang justru banyak mendapatkan komentar negatif setelah memposting video mereka. Bukan tidak mungkin ide cemerlang mereka kemudian bisa hilang. Ini hanya gambaran dari satu profesi saja, terbayang, ada berapa ilmuwan, artis, penulis, pembuat film, yang mungkin akan ‘mati’ ketika potensi itu muncul, namun tidak ada yang memperhatikannya atau bahkan malah memberikan komentar negatif.

 

Terbayang dunia seperti apa yang akan dihadapi oleh anak-anak ketika mereka dewasa nantinya. Apa jadinya jika anak-anak tersebut tidak mengenali potensinya? Apa yang dapat membuat mereka survive menjawab tantangan hidupnya kelak?

 

Yuk, kita dampingi dan support anak-anak untuk menemukan potensi pada dirinya!

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Kabar Bahagia, Sinetron Si Doel Anak Sekolahan segera diangkat ke Layar Lebar
30 Oktober 2017, by Rachmiamy
Bagi kalian yang besar di tahun 90-an pasti sudah sangat familiar dengan judul sinetron "Si Doel Anak Sekolahan". Sinetron ini mengisahkan perjalanan ...
Dedi Mulyadi : Manfaat Asian Games untuk Promosi Produk Jawa Barat
11 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Setiap masing – masing calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat melakukan berbagai upaya untuk memenangkan PIlkada Jabar 2018 ...
Kina Shen, Boneka Hidup dari China
6 Agustus 2017, by Rachmiamy
Melihat foto- foto dari Kina Shen kita pasti bertanya- tanya apakah dia boneka atau manusia. Kina Shen adalah seorang model dan selebgram  asal negeri ...
Di Balik Gaji Pilot yang Selangit
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Seperti yang kita tahu, banyak anak kecil yang jika ditanya tentang cita-cita, jawabnya ingin menjadi pilot! Ternyata di balik gajinya yang selangit, pilot ...
Hindari 9 Makanan Ini untuk Dapatkan Perut Rata Idaman
17 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
  Kita semua ingin perut rata, tapi tahukah Anda bahwa lemak perut adalah yang paling sulit diatasi? Anda berolahraga, Anda mencoba menerapkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab