Tutup Iklan
TokoBatik
  
login Register
Temukan dan Dukunglah Potensi Anak!

Temukan dan Dukunglah Potensi Anak!

10 Januari 2018 | Dibaca : 21x | Penulis : Dika Mustika

Potensi! Menemukan potensi anak adalah salah satu kewajiban yang perlu diperhatikan oleh para orangtua. Mengapa? Anak dapat mengenali potensinya adalah salah satu bekal mereka untuk tak hanya bisa hidup di masa ini, namun di masanya kelak. Mengapa potensi bukannya cita-cita saja yang ditemukan oleh anak? Potensi bisa berkembang menjadi cta-cita apapun kelak. Bukan tidak mungkin akan ada banyak cita-cita (baca: profesi) yang akan ada kelak dan belum ada di masa kini.

 

Ketika ayah-bunda, kekek-nenek, om-tante, atau para guru melihat sesuatu yang tampaknya menonjol pada anak Anda, cucu, keponakan, atau murid coba perhatikanlah dengan lebih seksama, apakah hal tersebut kelak yang mungkin bisa membuatnya ‘bersinar’ pada masanya.

 

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah tayangan televisi. Dalam tayangan tersebut ditampilkan sosok seorang anak muda yang berprofesi sebagai youtubers. Ya, youtubers, profesi yang belum ada di zaman ayah-ibu atau kakek-nenek berjaya dahulunya. Profesi yang bisa menghasilkan banyak income, bahkan bisa mencapai ratusan juta perbulannya. Ok, kembali ke sosok youtubers muda tadi. Ternyata, bakatnya membuat film ini bukan ada secara tiba-tiba. Namun memang difasilitasi oleh keluarganya sejak ia kecil. Ketika ada anak SD kelas 3 sibuk merekam ini itu, orangtua muncul dengan memberikan support, bukan melarang, apalagi mencela. Support, bukan berarti harus selalu dalam memberi fasilitas mahal. Support bisa ada dalam berbagai bentuk. memberikan semangat, memberikan pandangan-pandangan untuk selalu mengembangkan potensi, mengenalkan dengan orang yang memiliki kesamaan passion, dll. Intinya berilah dukungan yang posistif ketika kita melihat potensi, sekecil apapun itu.

 

Potensi adalah salah satu bekal anak agar ia dapat menuangkan, mengekspresikan apa yang ada di pikirannya. Di salah satu videonnya, youtubers muda tersebut membahas betapa ia menunjukkan keprihatinannya ketika ada youtubers-youtubers pemula yang justru banyak mendapatkan komentar negatif setelah memposting video mereka. Bukan tidak mungkin ide cemerlang mereka kemudian bisa hilang. Ini hanya gambaran dari satu profesi saja, terbayang, ada berapa ilmuwan, artis, penulis, pembuat film, yang mungkin akan ‘mati’ ketika potensi itu muncul, namun tidak ada yang memperhatikannya atau bahkan malah memberikan komentar negatif.

 

Terbayang dunia seperti apa yang akan dihadapi oleh anak-anak ketika mereka dewasa nantinya. Apa jadinya jika anak-anak tersebut tidak mengenali potensinya? Apa yang dapat membuat mereka survive menjawab tantangan hidupnya kelak?

 

Yuk, kita dampingi dan support anak-anak untuk menemukan potensi pada dirinya!

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Valentino Rossi Sudah Tidak Mempunyai Peluang Menjadi Juara Dunia MotoGP 2017 Setelah Gagal Finis di MotoGP Jepang
16 Oktober 2017, by Rachmiamy
Gelaran seri 15 MotoGP Jepang telah dilaksanakan di Sirkuit Twin Ring Motegi pada Minggu 15 Oktober 2017. Balapan tersebut berhasil dimenangkan oleh pembalap ...
16 Jenis Makanan dan Minuman yang harus di Hindari Saat Sahur dan Berbuka Puasa
18 Mei 2017, by fersy dungga
Berpuasa selain kewajiban bagi umat muslim ternyata memiliki manfaat juga bagi kesehatan tubuh manusia. Jika ingin sehat selama menjalankan ibadah puasa maka ...
BPJS Tombok Dana Kesehatan sampai 9 Triliun
28 November 2017, by Admin
Tampang.com – Defisit yang ditanggung BPJS Kesehatan secara nasional terus membengkak dari tahun ke tahun. Pada 2014 atau tahun pertama berdiri, mesti ...
Mengapa Dokter ER Ingin Mengusir Istilah 'Kering Tenggelam'
13 Juli 2017, by Yusuf Nugraha
Beberapa dokter medis darurat ingin membuang ungkapan "kering tenggelam" karena istilah tersebut sebenarnya tidak mengacu pada kondisi yang diterima ...
Kekerasan Dan Pelecehan Terhadap Wartawan adalah Kejahatan Kemanusiaan
16 November 2017, by Dwi Heri Yana
Pimpinan Umum Barisan Aktifis Independen (BAKIN) Elfin Afifudien angkat bicara terkait maraknya kekerasan terhadap wartawan. Ia mengatakan, sepertinya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab