Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Tak Punya e-KTP? Gunakan Suket Perorangan Agar Dapat Memilih di Pilkada 2018

Tak Punya e-KTP? Gunakan Suket Perorangan Agar Dapat Memilih di Pilkada 2018

21 April 2018 | Dibaca : 245x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan mengatakan bahwa KPU akan mencoret nama pemilih yang tidak memiliki surat keterangan (suket) sebagai pengganti e-KTP pada Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2018. Demikian pula terhadap para pemilih yang belum masuk ke dalam basis data kependudukan.

"Jadi kalau tidak dikeluarkan suket oleh dinas dukcapil, arahan dan sesuai dengan PKPU nomor 2 tahun 2017, maka dilakukan pencoretan," kata Viryan, di Kantor KPU Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Untuk, Viryan mengatakan jika calon pemilih tidak memenuhi persyaratan maka akan dicoret dan akibatnya dapat mengurangi jumlah pemilih. Untuk menjadi pemilih pada pilkada 2018 diwajibkan memiliki e-KTP. Namun, bagi yang tidak memiliki e-KTP dapat menggunakan surat keterangan (suket).

"Karena pertama, bisa saja ada data ganda. Masih ada data-dara yang tidak memenuhi syarat, sehingga dimungkinkkan terjadi daftar pemilih yang berkurang," ucap Viryan.

Viryan menegaskan bahwa suket yang bisa digunakan nantinya oleh pemilih pun harus suket perorangan dan bukan suket kolektif.

Dia menambahkan bahwa suket kolektif hanya dapat digunakan untuk sekadar memasukkan nama pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)

"Kalau tidak punya suket perorang tidak bisa memilih. Nah suket kolektif ini kan untuk penetapan DPT. Toleransi kita menghargai kerjasama dengan dukcapil," kata Viryan.

Viryan mengaku suket yang ada di sejumlah daerah sampai saat ini masih suket kolektif. Untuk itu ia mengimbau agar segera menerbitkan suket perorangan kepada pemilih yang belum memiliki e-KTP.

"Sejumlah daerah mengeluarkan suket untuk penetapan DPT ini masih suket kolektif. Harus segera diikuti dengan penerbitan suket by name untuk pemilih tersebut menggunakan hak pilihnya pada tanggal 27 juni. Sebab kan tidak ada istilah suket kolektif itu dalam administrasi kependudukan," ucapnya.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

YAICI Perkuat Alasan Susu Kental Manis Bukanlah Susu Bernutrisi
12 Juli 2018, by Nur Atinal Khusna
Ada apa dengan susu kental manis yang akhir-akhir ini dikritisi oleh banyak pihak terkait keberadaannya? Sejak dulu kala, susu kental manis memang menjadi ...
Jerman Meningkatkan Belanja Pertahanan, Tetapi Tidak Cukup Tinggi Bagi Trump
15 Mei 2018, by Slesta
Pejabat Jerman mengatakan Selasa mereka berencana untuk meningkatkan belanja pertahanan tahun ini, tetapi tidak ke level yang cukup tinggi untuk memenuhi ...
Klub Promosi Liga Spanyol Berhasil Kalahkan Klub Raksasa Inggris Manchester City pada Laga Persahabatan
16 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pada Selasa, 15 Agustus 2017, Girona, salah satu klub promosi Divisi Primera La Liga Spanyol berhasil mengalahkan klub raksasa Inggris Manchester ...
Pohon Tumbang Menimpa Mobil di Blora, Dua Orang Tewas
5 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Pohon tumbang kembali memakan korban jiwa. Dua orang tewas saat mengendarai mobil yang melintas di Jalan Cepu-Blora KM 7 Blora Jawa Tengah ketika tiba-tiba ...
Kasus Kaesang Masih didalami, Polisi : Senin Ada Keputusan Lanjut atau Tidaknya
8 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kaesang Pangarep, putra orang nomor 1 di Indonesia Presiden Joko Widodo , belum lama ini dilaporkan oleh seseorang terkait vlog nya di Youtube. ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes