Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Tak Punya e-KTP? Gunakan Suket Perorangan Agar Dapat Memilih di Pilkada 2018

Tak Punya e-KTP? Gunakan Suket Perorangan Agar Dapat Memilih di Pilkada 2018

21 April 2018 | Dibaca : 282x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan mengatakan bahwa KPU akan mencoret nama pemilih yang tidak memiliki surat keterangan (suket) sebagai pengganti e-KTP pada Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2018. Demikian pula terhadap para pemilih yang belum masuk ke dalam basis data kependudukan.

"Jadi kalau tidak dikeluarkan suket oleh dinas dukcapil, arahan dan sesuai dengan PKPU nomor 2 tahun 2017, maka dilakukan pencoretan," kata Viryan, di Kantor KPU Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Untuk, Viryan mengatakan jika calon pemilih tidak memenuhi persyaratan maka akan dicoret dan akibatnya dapat mengurangi jumlah pemilih. Untuk menjadi pemilih pada pilkada 2018 diwajibkan memiliki e-KTP. Namun, bagi yang tidak memiliki e-KTP dapat menggunakan surat keterangan (suket).

"Karena pertama, bisa saja ada data ganda. Masih ada data-dara yang tidak memenuhi syarat, sehingga dimungkinkkan terjadi daftar pemilih yang berkurang," ucap Viryan.

Viryan menegaskan bahwa suket yang bisa digunakan nantinya oleh pemilih pun harus suket perorangan dan bukan suket kolektif.

Dia menambahkan bahwa suket kolektif hanya dapat digunakan untuk sekadar memasukkan nama pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)

"Kalau tidak punya suket perorang tidak bisa memilih. Nah suket kolektif ini kan untuk penetapan DPT. Toleransi kita menghargai kerjasama dengan dukcapil," kata Viryan.

Viryan mengaku suket yang ada di sejumlah daerah sampai saat ini masih suket kolektif. Untuk itu ia mengimbau agar segera menerbitkan suket perorangan kepada pemilih yang belum memiliki e-KTP.

"Sejumlah daerah mengeluarkan suket untuk penetapan DPT ini masih suket kolektif. Harus segera diikuti dengan penerbitan suket by name untuk pemilih tersebut menggunakan hak pilihnya pada tanggal 27 juni. Sebab kan tidak ada istilah suket kolektif itu dalam administrasi kependudukan," ucapnya.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tips Cepat Move On dari Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan
3 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Sudah sewajarnya bahkan sebuah keharusan bagi seseorang yang normal untuk mencintai dicintai. Semua orang berhak mendapatkan keduanya. Tapi terkadang misteri ...
ASEANapol Apresiasi RI dalam Pengungkapan Perdagangan Manusia
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Kapolri Jenderal Tito Karnavian beserta rombongan Polri menghadiri konferensi kepala Kepolisian ASEAN yaitu ASEAN National Police (ASEANapol) ke-37 tahun 2017 ...
Menjelajahi London dengan Kereta Bawah Tanah Tertua, Mail Rail
1 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kereta bawah tanah tertua London, Mail Rail akan dibuka kembali pada September mendatang. Mail Rail yang merupakan kereta bawah tanah tertua ini ...
Akibat Revolusi Bumi di Kehidupan Sehari-Hari
31 Maret 2018, by oteli w
Dilansir dari laman ilmusiana.com, revolusi bumi ternyata mendatangkan akibat tersendiri bagi bumi dan seluruh kehidupan yang ada diatasnya. ...
Pemerintah Berhutang Tidak Salah, Ini Kata SBY!
23 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Saat ini, Pemerintah tengah melakukan utang sana sini demi pembangunan di Indonesia. Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau yang ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman