Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
software mengemudi

Software Baru Ini Bisa Mendeteksi Ketika Anda Mengemudi Sambil Menggunakan Handphone

2 Oktober 2017 | Dibaca : 627x | Penulis : Rio Nur Arifin

Algoritma komputer yang dikembangkan oleh para peneliti teknik di University of Waterloo dapat secara akurat menentukan kapan pengemudi mengirim SMS sambil melakukan kegiatan yang mengganggu.

Sistem ini menggunakan kamera dan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) untuk mendeteksi gerakan tangan yang menyimpang dari perilaku dan nilai mengemudi normal atau mengklasifikasikannya dalam hal kemungkinan ancaman keamanan.

Fakhri Karray, seorang profesor teknikal dan komputer di Waterloo, mengatakan bahwa informasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki keselamatan di jalan raya dengan memperingatkan atau memberi peringatan kepada para pengemudi saat mereka sangat terganggu. Dan karena fitur self-driving yang canggih semakin ditambahkan ke mobil konvensional, katanya, tanda-tanda gangguan pengemudi yang serius dapat digunakan untuk memicu tindakan perlindungan.

"Mobil benar-benar bisa mengambil alih mengemudi jika ada bahaya yang akan segera terjadi, bahkan untuk sementara waktu, untuk menghindari kecelakaan," kata Karray, Ketua Riset Universitas dan direktur Pusat Analisis Pola dan Kecerdasan Mesin (CPAMI) di Waterloo .

Algoritma di teknologi ini dilatih menggunakan teknik machine learning untuk mengenali tindakan seperti mengirim SMS, berbicara di ponsel atau menjangkau ke jok belakang untuk mengambil sesuatu. Keseriusan tindakan dinilai berdasarkan durasi dan faktor lainnya.

Pekerjaan itu dibangun berdasarkan penelitian terdahulu di CPAMI mengenai pengakuan tanda-tanda, termasuk sering berkedip, bahwa pengemudi berada dalam bahaya tertidur di kemudi. Posisi kepala dan wajah juga merupakan isyarat penting untuk mengalihkan perhatian. Penelitian yang sedang berlangsung di pusat sekarang berusaha menggabungkan pendeteksian, pemrosesan dan penilaian beberapa jenis gangguan pengemudi dalam satu sistem.

"Ini memiliki dampak besar pada masyarakat," kata Karray, mengutip perkiraan bahwa pengemudi yang terganggu harus disalahkan hingga 75 persen dari semua kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia.

Proyek penelitian lain di CPAMI adalah mengeksplorasi penggunaan sensor untuk mengukur sinyal fisiologis seperti tingkat berkedip mata, dan variabilitas denyut jantung untuk membantu menentukan apakah ada pengemudi cukup memperhatikan jalan.

Penelitian Karray yang dilakukan bekerjasama dengan kandidat PhD Arief Koesdwiady dan Chaojie Ou, dan rekan pasca doktoral Safaa Bedawi baru-baru ini dipresentasikan pada Konferensi Internasional tentang Analisis dan Pengenal Citra ke-14 di Montreal.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Jelang Lebaran, PLN Gelar Promo Gemerlap Lebaran 2018
19 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, PT PLN (Persero) kembali mengadakan Promo Gemerlap Lebaran 2018. Kepala ...
Teknologi Perban Elektronik Bisa Menyembuhkan Luka Kronis
9 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Peneliti telah merancang perban "pintar" yang jauh lebih efektif dan lebih cepat daripada plester biasa. Perangkat yang sama juga bisa diisi dengan ...
game islami
14 Juni 2019, by Admin
Apakah kalian termasuk orang yang sering diam di rumah saat lebaran? Jika iya maka jangan takut mati kebosanan, mainkan game Islami ini untuk isi waktu ...
Rugikan Negara Milyaran Rupiah, Polisi Periksa Pejabat Pertamina
25 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Kasus dugaan korupsi atas pelepasan aset Pertamina berupa tanah di Simprug Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengarah kepada Senior Vice President ...
Istilah Dalam Penggunaan Instagram yang Wajib Kita Tahu
12 Desember 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Saat ini pengguna akun media social instagram di dunia melebihi 700 juta setiap harinya. Dan akun media tersebut menjadi tren sekarang, karena ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab