Tutup Iklan
hijab
  
login Register
software mengemudi

Software Baru Ini Bisa Mendeteksi Ketika Anda Mengemudi Sambil Menggunakan Handphone

2 Oktober 2017 | Dibaca : 359x | Penulis : Rio Nur Arifin

Algoritma komputer yang dikembangkan oleh para peneliti teknik di University of Waterloo dapat secara akurat menentukan kapan pengemudi mengirim SMS sambil melakukan kegiatan yang mengganggu.

Sistem ini menggunakan kamera dan kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) untuk mendeteksi gerakan tangan yang menyimpang dari perilaku dan nilai mengemudi normal atau mengklasifikasikannya dalam hal kemungkinan ancaman keamanan.

Fakhri Karray, seorang profesor teknikal dan komputer di Waterloo, mengatakan bahwa informasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki keselamatan di jalan raya dengan memperingatkan atau memberi peringatan kepada para pengemudi saat mereka sangat terganggu. Dan karena fitur self-driving yang canggih semakin ditambahkan ke mobil konvensional, katanya, tanda-tanda gangguan pengemudi yang serius dapat digunakan untuk memicu tindakan perlindungan.

"Mobil benar-benar bisa mengambil alih mengemudi jika ada bahaya yang akan segera terjadi, bahkan untuk sementara waktu, untuk menghindari kecelakaan," kata Karray, Ketua Riset Universitas dan direktur Pusat Analisis Pola dan Kecerdasan Mesin (CPAMI) di Waterloo .

Algoritma di teknologi ini dilatih menggunakan teknik machine learning untuk mengenali tindakan seperti mengirim SMS, berbicara di ponsel atau menjangkau ke jok belakang untuk mengambil sesuatu. Keseriusan tindakan dinilai berdasarkan durasi dan faktor lainnya.

Pekerjaan itu dibangun berdasarkan penelitian terdahulu di CPAMI mengenai pengakuan tanda-tanda, termasuk sering berkedip, bahwa pengemudi berada dalam bahaya tertidur di kemudi. Posisi kepala dan wajah juga merupakan isyarat penting untuk mengalihkan perhatian. Penelitian yang sedang berlangsung di pusat sekarang berusaha menggabungkan pendeteksian, pemrosesan dan penilaian beberapa jenis gangguan pengemudi dalam satu sistem.

"Ini memiliki dampak besar pada masyarakat," kata Karray, mengutip perkiraan bahwa pengemudi yang terganggu harus disalahkan hingga 75 persen dari semua kecelakaan lalu lintas di seluruh dunia.

Proyek penelitian lain di CPAMI adalah mengeksplorasi penggunaan sensor untuk mengukur sinyal fisiologis seperti tingkat berkedip mata, dan variabilitas denyut jantung untuk membantu menentukan apakah ada pengemudi cukup memperhatikan jalan.

Penelitian Karray yang dilakukan bekerjasama dengan kandidat PhD Arief Koesdwiady dan Chaojie Ou, dan rekan pasca doktoral Safaa Bedawi baru-baru ini dipresentasikan pada Konferensi Internasional tentang Analisis dan Pengenal Citra ke-14 di Montreal.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

hukum kunjungi atau ziarah kuburan jelang puasa
16 Mei 2017, by titin
Budaya atau tradisi di negara kita ini adalah biasanya melakukan ziarah kubur menjelang puasa atau bulan Ramadhan. Padahal tidaklah tepat banyak yang meyakini ...
Atlet Jalan Cepat Indonesia ingin Berlatih di Spannyol, Sayangnya Terkendala Dana
20 November 2017, by Admin
Tampang.com - Peraih tiga medali emas jalan capat 20 km, Hendro Tjap kembali berencana menjalani training camp di Eropa. Sebagaimana diketahui dalam persiapan ...
"BUTA -TULI – BISU" Hal yang "LEBIH" Menyeramkan Dalam Rumah Tangga
27 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Mungkin semua akan bertanya-tanya apa maksud dari buta,tuli, dan bisu yang mengakibatkan rumah tangga atau pernikahan seseorang diambang ...
Tersibak, Junk DNA Bedakan Manusia dengan Simpanse
27 Maret 2018, by Maman Soleman
Bertahun-tahun peneliti percaya bahwa perbedaan fenotip manusia dan simpanse mudah untuk dijabarkan. Alasannya kedua spesies itu pasti memiliki perbedaan ...
anthony joshua fight
9 November 2017, by Admin
MEXICO CITY - Presiden Badan Tinju Dunia WBC Mauricio Sulaiman saat ini punya pekerjaan berat. Dia dipaksa mampu mewujdkan keinginan juara dunia kelas beratnya ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab