Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Sistem Imun Ternyata Bisa ‘Diprogram’ Ulang

Sistem Imun Ternyata Bisa ‘Diprogram’ Ulang

19 Agustus 2017 | Dibaca : 1551x | Penulis : Rindang Riyanti

Ketika sistem kekebalan tubuh tidak seimbang, baik karena sel yang terlalu aktif atau sel yang menekan fungsinya, hal itu menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari psoriasis sampai kanker. Dengan memanipulasi fungsi sel kekebalan tertentu, yang disebut sel T, peneliti dapat membantu mengembalikan keseimbangan sistem dan menciptakan perawatan baru untuk menargetkan penyakit ini.

Para ilmuwan di Gladstone Institute mengungkapkan, untuk pertama kalinya, sebuah metode untuk memprogram ulang sel T tertentu. Lebih tepatnya, mereka menemukan cara mengubah sel pro-inflamasi yang meningkatkan sistem kekebalan menjadi sel-sel anti-inflamasi yang menekannya, dan sebaliknya.

Para peneliti mempelajari dua jenis sel yang disebut sel T efektor, yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mempertahankan tubuh kita terhadap patogen yang berbeda, dan sel T yang mengatur, yang membantu mengendalikan sistem kekebalan tubuh dan mencegahnya menyerang bagian sehat lingkungannya.

"Temuan kami dapat memberi dampak signifikan pada pengobatan penyakit autoimun, begitu juga pada terapi sel induk dan immuno-onkologi," kata Penyidik ​​Residen Gladstone Sheng Ding, PhD, yang juga seorang profesor kimia farmasi di University of California, San Fransisco.

Dengan memanfaatkan keahlian mereka dalam penemuan obat, tim Ding mengidentifikasi sebuah obat molekul kecil yang berhasil memprogram ulang sel T efektor ke dalam sel T regulator. Studi mereka, yang dipublikasikan di jurnal Nature, menjelaskan secara rinci mekanisme metabolisme yang membantu mengubah satu jenis sel menjadi sel lainnya.

Pendekatan baru untuk memprogram ulang sel T bisa memiliki beberapa aplikasi medis. Misalnya, pada penyakit autoimun, sel T efektor terlalu aktif dan menyebabkan kerusakan pada tubuh. Mengubah sel-sel ini menjadi sel T regulator dapat membantu mengurangi hiperaktif dan mengembalikan keseimbangan pada sistem kekebalan tubuh, sehingga mengobati akar penyakit.

Selain itu, penelitian ini bisa memperbaiki terapi dengan menggunakan sel induk. Paling tidak secara teori, memproduksi sel T regulator dapat meningkatkan toleransi kekebalan tubuh dan mencegah tubuh menolak sel yang baru dicangkokkan.

"Karya kami juga dapat berkontribusi terhadap upaya immuno onkologi dan pengobatan kanker," terang Tao Xu, sarjana postdoctoral di laboratorium Ding dan penulis pertama penelitian tersebut. "Jenis terapi ini tidak menargetkan kanker secara langsung, melainkan bekerja mengaktifkan sistem kekebalan tubuh sehingga bisa mengenali sel kanker dan menyerangnya."

Banyak kanker mengendalikan sel T yang resisten untuk menekan sistem kekebalan tubuh, menciptakan lingkungan di mana tumor dapat tumbuh tanpa terdeteksi. Dalam kasus tersebut, temuan tim dapat digunakan untuk mengubah sel T regulator menjadi sel T efektor untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker dengan lebih baik.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

kapuspen mabes tni
11 Oktober 2017, by Tonton Taufik
TAMPANG.COM, JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, menyampaikan  bahwa 5.932 amunisi untuk senjata Stand-alone ...
moeldoko
12 Januari 2018, by Gatot Swandito
Semingguan ini sosok Moeldoko wara-wiri di layar kaca dalam iklan “Selamat Tahun Baru 2018” yang dipariwarakan Himpunan Kerukunan Tani ...
Heboh, Hujan Ini Hanya Mengguyur Satu Rumah Saja
30 Agustus 2017, by Rachmiamy
Warga Tebet, Jakarta Selatan dihebohkan dengan fenomena hujan yang hanya mengguyur satu rumah. Peristiwa langka tersebut terjadi pada Sabtu (26/8/2017) sekitar ...
Pelajar Amerika Tewas Setelah Dipulangkan dari Korea Utara
1 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Mahasiswa Amerika yang dilepaskan minggu lalu setelah ditahan selama lebih dari 15 bulan di Korea Utara telah meninggal. Otto Warmbier (22), pelajar Amerika ...
Ariana Grande Kunjungi Penggemarnya yang jadi Korban Bom
4 Juni 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Ledakan bom yang terjadi sesaat setelah Ariana Grande menyelesaikan konsernya pada 22 Mei 2017 lalu masih meninggalkan luka bagi sejumlah korban. ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman