Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Setnov Didesak Mundur dari Ketua DPR, Ini Aturan Hukumnya

Setnov Didesak Mundur dari Ketua DPR, Ini Aturan Hukumnya

20 November 2017 | Dibaca : 552x | Penulis : Rindang Riyanti

Desakan agar DPR mencopot Setya Novanto dari jabatan ketua semakin deras berdatangan.

Desakan agar Novanto dicopot dari kursi Ketua DPR terus menerus datang dari berbagai pihak. Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mendesak Novanto segera dicopot. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR segera menggelar sidang etik untuk Novanto.

Selain itu, fraksi PAN DPR juga bersuara, mendesak Golkar mencopot Novanto dari jabatan Ketua DPR. Ketua MPR yang juga Ketum PAN Zulkifli Hasan menyarankan Novanto mundur secara sukarela. Politikus Gerindra Desmond J Mahesa menyarankan hal yang sama, mundur dengan kesadaran dirinya sendiri.

Aturan mengenai pemberhentian pimpinan DPR telah tertuang di dalam Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) pada Pasal 87 UU MD3.

Berikut bunyinya:

 

Pasal 87

 

(1) Pimpinan DPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (1) berhenti dari jabatannya karena:

a. meninggal dunia;

b. mengundurkan diri; atau

c. diberhentikan.

 

(2) Pimpinan DPR diberhentikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c apabila:

a. tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagai anggota DPR selama 3 (tiga) bulan berturut-turut tanpa keterangan apa pun;

b. melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik DPR berdasarkan keputusan rapat paripurna setelah dilakukan pemeriksaan oleh Mahkamah Kehormatan DPR;

c. dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;

d. diusulkan oleh partai politiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

e. ditarik keanggotaannya sebagai anggota DPR oleh partai politiknya;

f. melanggar ketentuan larangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini; atau

g. diberhentikan sebagai anggota partai politik berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

 

(3) Dalam hal salah seorang pimpinan DPR berhenti dari jabatannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), anggota pimpinan lainnya menetapkan salah seorang di

antara pimpinan untuk melaksanakan tugas pimpinan yang berhenti sampai dengan ditetapkannya pimpinan yang definitif.

 

(4) Dalam hal salah seorang pimpinan DPR berhenti dari jabatannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penggantinya berasal dari partai politik yang sama.

 

(5) Pimpinan DPR diberhentikan sementara dari jabatannya apabila dinyatakan sebagai terdakwa karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

 

(6) Dalam hal pimpinan DPR sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dinyatakan tidak terbukti melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, pimpinan DPR yang bersangkutan melaksanakan kembali tugasnya sebagai pimpinan DPR.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Membayangkan Dunia Tanpa Spesies
23 September 2017, by Rindang Riyanti
  Bahkan Charles Darwin, penulis "The Origin of Species," memiliki masalah dengan spesies. "Saya sangat terkesan betapa samar dan ...
Kentut Bau? Ini Penyebabnya
19 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Kentut adalah salah satu langkah alami tubuh dalam membuang limbah pada tubuh berupa gas. Menurut American College of Gastroenterology, rata-rata manusia ...
Wah, Hal Ini Justru Membuat Tidak Khusyu Saat Shalat Berjamaah Di Mesjid
21 Juli 2018, by Zeal
Tampang.com - Khusyu dalam shalat memang menjadi hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Ketika anda shalat justru yang terpikir adalah hutang, menu yang akan ...
valentino rossi
2 Oktober 2017, by Rachmiamy
Pembalap tim Movistar Yamaha asal Italia Valentino Rossi kini telah kembali ke arena balapan MotoGP 2017. Rossi tampil kembali di MotoGP Aragon 2017 setelah ...
Pemanasan Global, Konversi Habitat Mengurangi Keanekaragaman Hayati, Mendorong Keseragaman
19 Agustus 2017, by Slesta
Alam menjadi homogenisasi, kata periset di University of California, Davis, dalam sebuah penelitian baru. Penelitian yang diterbitkan minggu ini di jurnal ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview