Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Seoul: Boikot Sekunder Korea Utara sedang Dipertimbangkan

Seoul: Boikot Sekunder Korea Utara sedang Dipertimbangkan

11 Juli 2017 | Dibaca : 854x | Penulis : Slesta

Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan sedang dalam diskusi dengan Amerika Serikat mengenai boikot sekunder terhadap perusahaan yang bersekongkol dengan program senjata nuklir Korea Utara.

Menteri Luar Negeri Seoul Kang Kyung-hwa mengatakan kepada sebuah komite parlemen Korea Selatan pada hari Senin bahwa pemerintah "dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai opsi boikot sekunder," Yonhap melaporkan.

Sanksi tersebut akan menargetkan perusahaan pihak ketiga, termasuk di China, yang terlibat dalam perdagangan gelap dengan Korea Utara.
Boikot sekunder telah dikreditkan dengan mengakhiri proliferasi nuklir Iran pada tahun 2015.

Kang mengatakan Korea Selatan akan "bekerja sama" dengan Amerika Serikat mengenai sanksi sepihak yang mungkin disetujui di Washington.

Klaim Kang datang beberapa hari setelah kantor-kantor Sens AS, Pat Toomey, R-Penn, dan Senator Chris Van Hollen, D-Md., Mengatakan bahwa mereka berencana untuk memperkenalkan sebuah undang-undang sanksi baru "dalam beberapa minggu mendatang" untuk "memberikan maksimum Tekanan ... di Korea Utara dan enabler-nya. "

Tanggapan tersebut muncul setelah tes terbaru Korea Utara terhadap Hwasong-14, yang Pyongyang mengklaim adalah rudal balistik antar benua yang mampu mencapai Amerika Serikat.

Kang mengatakan Seoul dan Washington sudah meneliti perusahaan di negara ketiga yang melakukan perdagangan dengan Korea Utara. Dia tidak mengidentifikasi perusahaan atau individu tertentu selama persidangan.

Menteri luar negeri Korea Selatan mengatakan bahwa tujuan tekanan adalah untuk menarik Korea Utara kembali ke meja perundingan, dan menjanjikan negara ini masa depan yang lebih baik jika ia mengejar jalur denuklirisasi.

Tanpa negosiasi atau diplomasi, pilihan tindakan militer A.S. akan mendapat pertimbangan lebih serius.

Tanggapan bersenjata akan "menyaring sumber daya militer konvensional Amerika untuk sebaik-baiknya, dan risikonya akan menghebohkan," tulis Tom Holland di The South China Morning Post.

Amerika Serikat akan meluncurkan "serangan udara tiga cabang yang disinkronkan" yang akan melibatkan serangan bom siluman terhadap fasilitas nuklir bawah tanah Korut, sebuah serangan terhadap pusat komando Korea Utara dan serangan ketiga "yang terdiri dari rudal jelajah dan sisa AS Angkatan pengebom strategis Angkatan Udara, "tulis Belanda.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

gusdur
26 Mei 2017, by Tonton Taufik
Disebuah wawancara dengan media asing, Gusdur menyatakan bahwa kepolisian bisa saja berbohong, bahwa kejadian-kejadian masyarakat radikal dengan ...
Seorang Mayat Laki-Laki Ditemukan di Saluran Irigasi
30 Januari 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Seorang mayat berjenis kelamin pria tak beridentitasi ditemukan di saluran irigasi Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (29/01). ...
Mampir Sejenak ke Kampung Naga di Tasikmalaya
13 Juli 2017, by Rachmiamy
Kampung Naga adalah suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ...
Jangan Menunggu Haus untuk Minum Air
2 Juli 2017, by Zeal
tampang.com - Sebagian besar orang mulai untuk meminum air saat sudah merasa haus. Namun, sebenarnya hal ini belum merupakan sesuatu yang tepat untuk ...
5 Strategi yang Wajib Orangtua Persiapkan Sebelum Menguliahkan Anak Ke Luar Negeri
7 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Berbicara pendidikan, semua orang tua menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik mulai dari tempat pendidikan yang bagus dan berkualitas. Salah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab