Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Satu Gelas Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Payudara Sebesar 5-9%

Satu Gelas Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Payudara Sebesar 5-9%

4 Oktober 2017 | Dibaca : 143x | Penulis : Rio Nur Arifin

Hanya dengan meminum satu gelas anggur atau minuman beralkohol lainnya dalam sehari sudah cukup untuk meningkatkan risiko kanker payudara, sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh American Institute for Cancer Research (AICR) dan World Cancer Research Fund (WCRF). Laporan tersebut juga mengungkapkan, untuk yang pertama kali, latihan fisik seperti berlari atau bersepeda cepat mengurangi risiko kanker payudara pra-dan pasca menopause. Bukti kuat mengkonfirmasi temuan sebelumnya bahwa olahraga ringan mengurangi risiko kanker payudara pasca-menopause, jenis kanker payudara yang paling umum.

"Ini bisa membingungkan dengan studi tunggal saat temuan tersapu bolak-balik," kata Anne McTiernan, MD, PhD, seorang penulis utama laporan dan ahli pencegahan kanker di Fred Hutchinson Cancer Research Center.

"Dengan laporan yang komprehensif dan terkini, bukti ini jelas: Memiliki gaya hidup aktif secara fisik, mempertahankan berat badan yang sehat sepanjang hidup dan membatasi alcohol, inilah langkah-langkah yang dapat dilakukan wanita untuk menurunkan risikonya."

Diet, Nutrisi, Aktivitas Fisik dan Kanker Payudara secara sistematis menyusun dan mengevaluasi penelitian ilmiah di seluruh dunia mengenai bagaimana diet, berat badan dan olahraga mempengaruhi risiko kanker payudara dalam tinjauan pertama sejak tahun 2010. Laporan tersebut menganalisis 119 penelitian, termasuk data 12 juta wanita dan 260.000 kasus kanker payudara

Laporan tersebut menemukan bukti kuat bahwa minum setara dengan segelas kecil anggur atau bir sehari (sekitar 10 gram kandungan alkohol) meningkatkan risiko kanker payudara pra-menopause sebesar 5 persen dan risiko kanker payudara pasca-menopause sebesar 9 persen. Minuman standar adalah 14 gram alkohol.

Untuk olahraga yang kuat, wanita pra-menopause yang paling aktif memiliki risiko 17 persen lebih rendah dan wanita pasca menopause memiliki risiko 10 persen lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang paling tidak aktif. Aktivitas moderat total, seperti berjalan kaki dan berkebun, terkait dengan risiko 13 persen lebih rendah bila membandingkan wanita paling banyak versus paling tidak aktif.

Selain itu laporan tersebut menunjukkan bahwa:

• Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker payudara pasca menopause, jenis kanker payudara yang paling umum.

• Ibu yang menyusui berisiko lebih rendah terkena kanker payudara.

• Peningkatan berat badan orang dewasa yang lebih besar meningkatkan risiko kanker payudara pasca menopause.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Maia Estianty Ternyata Cucu dari Istri Pertama Presiden Soekarno
11 Agustus 2017, by Rachmiamy
Maia Estianty mengungkapkan silsilah keluarganya. Dan yang mengejutkan publik, ternyata nenek Maia Estianty adalah istri pertama dari Presiden RI Soekarno. ...
Jaga Kebersihan! Bogor Terapkan Sanksi Pilih Denda atau Penjara Jika Buang Sampah Sembarangan..
9 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com -  Bogor telah menerapkan aturan ketat mengenai kebersihan. 14 dari 34 warga didenda sebesar Rp 200 ribu karena terbukti bersalah telah ...
hukum puasa
11 Mei 2017, by Tonton Taufik
Ayah : nak nanti bulan Ramadhan kamu puasa yah!! Anak : Kata siapa yah ?? Ayah : Kata Allah di Alquran Surat Albaqorah 183 Anak : Ayah Jangan mau ...
Perjalanan Waktu Secara Matematis Mungkin Dilakukan
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Ben Tippett, seorang instruktur matematika dan fisika di kampus Okanagan UBC, baru-baru ini menerbitkan sebuah studi tentang kemungkinan perjalanan waktu. ...
Demi Ibadah Haji, Komunitas Ini Gunakan Sepeda untuk Perjalanan ke Mekkah
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menunaikan ibadah haji ke Mekkah, Arab Saudi, 9 orang asal Inggris rela menempuh perjalanan 3.000Km dengan menggunakan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
ObatDiabetes