Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Satu Gelas Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Payudara Sebesar 5-9%

Satu Gelas Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Payudara Sebesar 5-9%

4 Oktober 2017 | Dibaca : 186x | Penulis : Rio Nur Arifin

Hanya dengan meminum satu gelas anggur atau minuman beralkohol lainnya dalam sehari sudah cukup untuk meningkatkan risiko kanker payudara, sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh American Institute for Cancer Research (AICR) dan World Cancer Research Fund (WCRF). Laporan tersebut juga mengungkapkan, untuk yang pertama kali, latihan fisik seperti berlari atau bersepeda cepat mengurangi risiko kanker payudara pra-dan pasca menopause. Bukti kuat mengkonfirmasi temuan sebelumnya bahwa olahraga ringan mengurangi risiko kanker payudara pasca-menopause, jenis kanker payudara yang paling umum.

"Ini bisa membingungkan dengan studi tunggal saat temuan tersapu bolak-balik," kata Anne McTiernan, MD, PhD, seorang penulis utama laporan dan ahli pencegahan kanker di Fred Hutchinson Cancer Research Center.

"Dengan laporan yang komprehensif dan terkini, bukti ini jelas: Memiliki gaya hidup aktif secara fisik, mempertahankan berat badan yang sehat sepanjang hidup dan membatasi alcohol, inilah langkah-langkah yang dapat dilakukan wanita untuk menurunkan risikonya."

Diet, Nutrisi, Aktivitas Fisik dan Kanker Payudara secara sistematis menyusun dan mengevaluasi penelitian ilmiah di seluruh dunia mengenai bagaimana diet, berat badan dan olahraga mempengaruhi risiko kanker payudara dalam tinjauan pertama sejak tahun 2010. Laporan tersebut menganalisis 119 penelitian, termasuk data 12 juta wanita dan 260.000 kasus kanker payudara

Laporan tersebut menemukan bukti kuat bahwa minum setara dengan segelas kecil anggur atau bir sehari (sekitar 10 gram kandungan alkohol) meningkatkan risiko kanker payudara pra-menopause sebesar 5 persen dan risiko kanker payudara pasca-menopause sebesar 9 persen. Minuman standar adalah 14 gram alkohol.

Untuk olahraga yang kuat, wanita pra-menopause yang paling aktif memiliki risiko 17 persen lebih rendah dan wanita pasca menopause memiliki risiko 10 persen lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang paling tidak aktif. Aktivitas moderat total, seperti berjalan kaki dan berkebun, terkait dengan risiko 13 persen lebih rendah bila membandingkan wanita paling banyak versus paling tidak aktif.

Selain itu laporan tersebut menunjukkan bahwa:

• Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker payudara pasca menopause, jenis kanker payudara yang paling umum.

• Ibu yang menyusui berisiko lebih rendah terkena kanker payudara.

• Peningkatan berat badan orang dewasa yang lebih besar meningkatkan risiko kanker payudara pasca menopause.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Panda Raksasa Ini Ternyata Pembangkit Listrik Loh
6 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk mengurangi emisi karbon, pemerintah Tiongkok belum lama ini membangun pembangkit listrik bertenaga surya di Datong, Shanxi. Uniknya, ...
Mitos, Fakta, MitosAtauFakta, Unik
26 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Tidak sedikit yang dianggap sebagai fakta dalam kehidupan sehari-hari ternyata ada mitos dan demikian pula sebaliknya apa yang seharusnya menjadi fakta akan ...
Tolak Isu Sara dan Politik Uang di Pilkada 2018
21 April 2018, by oteli w
Tolak Isu Sara, Politik Uang di Pilkada 2018   Tidak lama lagi masyarakat Indonesia diperhadapkan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah ...
Upaya Pemerintah Meningkatkan Produksi dan Kualitas Garam Nasional
1 September 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com -  Garam nasional saat ini sedang dilanda kelangkaan akibat stok bahan baku yang sulit didapatkan. Akibat kelangkaan ini produksi garam pun ...
Tiongkok Kembangkan Kereta Tanpa Rel
3 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Salah satu alat transportasi umum yang sering digunakan adalah kereta. Kendaraan ini menjadi salah satu opsi untuk atasi kemacetan. Namun, ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab