Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Satu Gelas Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Payudara Sebesar 5-9%

Satu Gelas Alkohol Meningkatkan Resiko Kanker Payudara Sebesar 5-9%

4 Oktober 2017 | Dibaca : 454x | Penulis : Rio Nur Arifin

Hanya dengan meminum satu gelas anggur atau minuman beralkohol lainnya dalam sehari sudah cukup untuk meningkatkan risiko kanker payudara, sebuah laporan baru yang dikeluarkan oleh American Institute for Cancer Research (AICR) dan World Cancer Research Fund (WCRF). Laporan tersebut juga mengungkapkan, untuk yang pertama kali, latihan fisik seperti berlari atau bersepeda cepat mengurangi risiko kanker payudara pra-dan pasca menopause. Bukti kuat mengkonfirmasi temuan sebelumnya bahwa olahraga ringan mengurangi risiko kanker payudara pasca-menopause, jenis kanker payudara yang paling umum.

"Ini bisa membingungkan dengan studi tunggal saat temuan tersapu bolak-balik," kata Anne McTiernan, MD, PhD, seorang penulis utama laporan dan ahli pencegahan kanker di Fred Hutchinson Cancer Research Center.

"Dengan laporan yang komprehensif dan terkini, bukti ini jelas: Memiliki gaya hidup aktif secara fisik, mempertahankan berat badan yang sehat sepanjang hidup dan membatasi alcohol, inilah langkah-langkah yang dapat dilakukan wanita untuk menurunkan risikonya."

Diet, Nutrisi, Aktivitas Fisik dan Kanker Payudara secara sistematis menyusun dan mengevaluasi penelitian ilmiah di seluruh dunia mengenai bagaimana diet, berat badan dan olahraga mempengaruhi risiko kanker payudara dalam tinjauan pertama sejak tahun 2010. Laporan tersebut menganalisis 119 penelitian, termasuk data 12 juta wanita dan 260.000 kasus kanker payudara

Laporan tersebut menemukan bukti kuat bahwa minum setara dengan segelas kecil anggur atau bir sehari (sekitar 10 gram kandungan alkohol) meningkatkan risiko kanker payudara pra-menopause sebesar 5 persen dan risiko kanker payudara pasca-menopause sebesar 9 persen. Minuman standar adalah 14 gram alkohol.

Untuk olahraga yang kuat, wanita pra-menopause yang paling aktif memiliki risiko 17 persen lebih rendah dan wanita pasca menopause memiliki risiko 10 persen lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan dengan mereka yang paling tidak aktif. Aktivitas moderat total, seperti berjalan kaki dan berkebun, terkait dengan risiko 13 persen lebih rendah bila membandingkan wanita paling banyak versus paling tidak aktif.

Selain itu laporan tersebut menunjukkan bahwa:

• Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker payudara pasca menopause, jenis kanker payudara yang paling umum.

• Ibu yang menyusui berisiko lebih rendah terkena kanker payudara.

• Peningkatan berat badan orang dewasa yang lebih besar meningkatkan risiko kanker payudara pasca menopause.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

6 Tips Cerdas Mengatur Keuangan Agar Bisa Membeli Gadget Kesukaan
7 Juni 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Kemajuan teknologi tanpa batas telah menerobos segala batas-batas wilayah geografis dunia. Salah satunya adalah dengan adanya internet dan gadget canggih, ...
cek kolesterol
10 November 2017, by Rindang Riyanti
Selama ini kolesterol dikenal dapat membahayakan nyawa seseorang. Hal ini dikarenakan semakin tinggi tingkat kolesterol jahat atau low-density Lipoprotein ...
Inilah 4 Tips Untuk Hubungan Bebas dari Perselingkuhan
6 April 2018, by Slesta
Tampang.com – Setiap orang mendambakan hubungan yang sehat dan terhindar dari perselingkuhan. Lalu , apakah selingkuh itu sendiri dapat dicegah? ...
Atmosfer dan Magnetosfer Ternyata Bertugas Melindungi Planet Bumi dari Bahaya Besar
24 Mei 2018, by Maman Soleman
Anda mungkin cemas ketika mendengar beberapa waktu lalu adanya dua badai matahari yang menabrak atmosfer Bumi? Bila tidak terlindungi oleh lapisan atmosfer dan ...
Meski Rupiah Melemah, Sri Mulyani Pastikan Defisit APBN Tetap Aman
26 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memastikan meski saat ini nilai rupiah melemah namun defisit APBN 2018 tetap aman. Dimana pemerintah ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman