Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
percayalah

Percaya dan Berbahagialah! Tidak Ada Keraguan Sedikitpun

12 Juli 2017 | Dibaca : 1603x | Penulis : Dika Mustika

Percayalah pada-Nya, yakinlah atas kuasa-Nya! Dia lah Maha Perencana dan percayalah rencana-Nya. Kalimat itu sering aku dengar dalam berbagai pengajian atau nasihat. Aku percaya, tentu aku percaya pada-Nya. Hanya saja, terkadang tak kupungkiri, ada kalanya aku merasa Dia tak sayang padaku, atau Dia tak memperhatikanku. Nah, perasaan ini sering muncul, khususnya ketika aku mengalami hal yang tidak menyenangkan.

Ada beberapa kejadian yang berhubungan dengan percaya tersebut. Ternyata percaya itu, bukan hanya sesekali, tapi mari kita berusaha untuk bisa percaya pada-Nya, kapan pun dan di mana pun. Kejadian yang pernah aku alami adalah ketika aku berkali-kali gagal untuk melamar pekerjaan di beberapa perusahaan yang aku inginkan, selulus aku dari kuliah dahulu. Sampailah aku pada satu titik, aku akan melamar pekerjaan di dalam kota saja dan tak usah di perusahaan yang ternama. Kala itu aku melihat ada lowongan dan lokasinya memang di dalam kota. Aku masih bimbang sebenarnya untuk melamar posisi tersebut, karena posisi itu tak sesuai dengan minatku dan juga tak sesuai dengan disiplin ilmu kuliahku. Aku adalah seorang sarjana ekonomi dan posisi yang aku lamar adalah di bidang pendidikan.

Aku ternyata diterima di posisi yang aku lamar. Jujur, di awal aku bekerja aku sungguh merasa tidak nyaman, karena harus belajar dari awal mengenai dunia pendidikan ini. Beberapa kali terbersit untuk resign saja dari pekerjaan ini karena aku sungguh tak menguasainya dengan baik. Aku sering merasa sedih jika dalam beberapa reuni bertemu dengan teman kuliah dan mereka menceritakan tentang pekerjaannya (note: pekerjaan yang ia ceritakan adalah pekerjaan yang aku inginkan dulu). Terpikir juga mengapa aku selalu gagal dalam melamar posisi itu, sedangkan temanku bisa mendapatkannya. Apa salahku? Hingga beberapa waktu aku bekerja, pikiran itu masih berkecambuk dalam kepala. Saat itu seolah aku belum percaya bahwa Dia sayang padaku.

Tanpa sadar, ada berbagai penyebab yang membuatku (masih) bertahan di dunia pendidikan itu. Dan lambat laun, aku makin merasakan manfaat dengan aku bekerja di dunia ini. Aku dahulu sangat sulit  untuk bisa berpikir positif dan juga banyak sulit-sulit lainnya yang aku alami. Nah, kini perlahan alhamdulillah kesulitan-kesulitanku teratasi satu per satu. Mereka bisa teratasi bukan dengan aku konsultasi dengan psikolog atau juga ikut kursus kepribadian, namun melalui dunia pendidikan ini. Ketika aku melihat kesulitan yang dialami oleh anak didik, aku berusaha mencari tahu penyebabnya dan kemudian mencoba untuk atasi penyebabnya tersebut. Tanpa sadar, aku pun melakukan hal yang sama untuk diriku.

Hal seperti ini, belum tentu aku bisa dapatkan dari perusahaan yang ingin aku masuki dahulu. Allah sangat paham hambanya dan juga kebutuhannya. Karenanya, Dia dahulu tidak meluluskanku di perusahaan yang aku inginkan. Dia tahu bahwa untuk mengatasi kesulitanku adanya bukan di perusahaan itu, melainkan di tempat yang lain (baca: dunia pendidikan). Nah, kini aku percaya bahwa Dia sungguh sayang hambanya. Dia menempatkan kita pada berbagai situasi, karena situasi itulah yang terbaik untuk kita. Mungkin, jika aku tidak bekerja di dunia pendidikan, aku akan tetap saja dengan berbagai sulit-sulit yang aku alami. Sebagaimana yang disebutkan dalam  Al Baqoroh 216:

..., Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Maha Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Percayalah dengan perspektif-Nya. Ia Maha mengetahui segala perkara. Berhentilah bersikukuh bahwa kita tahu yang terbaik untuk kita dan merasa gagal jika yang kita lakukan tidak sesuai dengan keinginan kita. Dengan percaya dan yakin, in shaa Allah hidup akan lebih ringan dijalani dan dapat dinikmati dengan bahagia. Kewajiban kita adalah berusaha juga berdoa, dan hasil-Nya serahkan pada Dia  yang Maha Tahu kebutuhan hambanya.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Setelah Ridwan Kamil Melubangi Sendiri Kapalnya
15 Februari 2018, by Gatot Swandito
Diakui atau tidak, Pilgub Jabar 2018 sudah bukan milik Ridwan Kamil lagi. Ridwan alias Kang Emil yang selama lebih dari dua tahun terakhir disebut-sebut ...
Inilah 4 Syarat Puasa Ramadhan 2018
12 Mei 2018, by Slesta
Tampang.com – Ramadhan tinggal menghitung hari bukan? Apa saja persiapan yang telah kamu lakukan untuk Ramadhan tahun ini? Sebagai umat muslim, tentu ...
Meski Gatal, Bentol Akibat Serangga Ternyata Tak Boleh Digaruk
13 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Tinggal di negara beriklim tropis, gigitan serangga adalah gangguan yang kita temukan hampir setiap hari. Wajar memang, karena suhu panas yang ...
Wah Sudah 85 Tahun, Nenek Ini Justru Pilih Wisata Ekstrem untuk Amal
24 Oktober 2017, by Rindang Riyanti
Masa tua umumnya diisi dengan berbagai kegiatan yang tenang dan menyenangkan, misalnya berkebun, masak-masak, atau ngemong cucu. Tapi menariknya nenek ini ...
Ciri Serta Keunikan dari Kucing Persia Himalaya
4 April 2020, by Admin
Bagi para pecinta serta penyayang kucing mungkin atau bahkan sudah mengetahui jenis kucing Himalaya yang sering dipanggil dengan sebutan Himmie. Kucing ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab