Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan

Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan

16 Maret 2018 | Dibaca : 357x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Kata kucing –kucingan memang terlihat lucu, namun istilah itu di berikan buat mereka yang lari dari tanggung jawab yang ada. Dan istilah itu diberikan oleh Gubenur Jakarta sekarang Anies Baswedan kepada para pengusaha wisata.

Mereka kerap kucing – kucingan saat dimintai surat ijin usaha pariwisata yang mereka kelola atau dipunyainya.

Karena itu dengan tegas Gubenur Jakarta mengeluarkan Peraturan soal usaha pariwisata. Dikeluarkannya Pergub tersebut karena didalamnya terdapat Perda yang belum diatur secara detailnya perihal usaha pariwisata.

Pergub tersebut bertujuan tidak hanya berkisar pada pengawasan saja tapi juga meliputi surat izin, termasuk pengurusan izin usaha pariwisata.

"Jadi kalau begini bukan pada soal pengawasannya, tapi juga pada soal pengurusan izinnya, kepastian usahanya, kemudian tentu saja pada aspek pengawasannya," kata Anies . "Tentu, jadi nggak usah jangan kucing-kucingan lagi," sambungnya.

Memang belakangan ini semakin marak adanya usaha pariwisata , baik itu hanya sebagai pemandu ataupun yang lainnya. Seperti diketahui memang saat ini negara kita Indonesia telah menjadi salah satu obyek wisata berlibur untuk para turis asing. Selain pulau Bali yang sudah terkenal di dunia, Jakarta juga tak kalah menariknya untuk di kunjungi, selain sebagai Ibu Kota Negara tentunya.

Terbukti saat hadirnya artis Korea Selatan mereka yang ditanyakan wisata apa saja yang ada di Jakarta yang bisa mereka kunjungi disela tour konser mereka.

Dan karena itulah Gubernur Jakarat menginginkan lebih lanjut tentang peraturan para pengusaha wisata. Lebih lanjut, Anies menambahkan adanya Pergub tersebut untuk membentuk perilaku masyarakat agar taat dalam menaati aturan.

"Makanya jangan melanggar. Jadi kan tujuan peraturan itu membentuk prilaku. Kalau peraturan itu tidak membentuk prilaku yah tidak ada gunanya. Kalau peraturan itu membuat orang jadi hati-hati, jadi tidak menyelewengkan berarti aturannya efektif. Karena tujuannya membentuk prilaku, jadi tujuannya bukan mencari kesalahan," tandasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Diknas Jawa Barat Buka Program SMA Terbuka
15 November 2017, by Admin
Tampang.com – Sebanyak 24 persen dari dua juta anak usia sekolah menengah di Jawa Barat belum dapat menikmati pendidikan. Untuk memastikan setiap anak ...
Hasil Riset: Terdapat Empat Tipe Pengguna Facebook
7 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Baru-baru ini, salah satu universitas asal Amerika Serikat, yakni Universitas Brigham Young melakukan riset untuk mengidentifikasi tipe pengguna ...
Pengaruh Orang Tua dan Perkembangan Anak
2 Oktober 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Anak dalah titipan Tuhan dan merupakan anugrah terindah dalam hidup kita, namum semua bisa menjadi kesedian apabila kita salah dalam memdidik dan ...
Karena Facebook, Nenek Ini Dapat Terselamatkan
22 Agustus 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ternyata, platform Facebook juga dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Seorang wanita di New Hampshire, Amerika Serikat terjebak di kolam ...
Foto Banyumas
11 April 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com. Kantor Mapolres Banyumas digegerkan oleh seorang pemuda yang nylonong masuk ke markas polisi ini sambil mengendarai motor dengan jenis matic ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab