Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan

Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan

16 Maret 2018 | Dibaca : 674x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Kata kucing –kucingan memang terlihat lucu, namun istilah itu di berikan buat mereka yang lari dari tanggung jawab yang ada. Dan istilah itu diberikan oleh Gubenur Jakarta sekarang Anies Baswedan kepada para pengusaha wisata.

Mereka kerap kucing – kucingan saat dimintai surat ijin usaha pariwisata yang mereka kelola atau dipunyainya.

Karena itu dengan tegas Gubenur Jakarta mengeluarkan Peraturan soal usaha pariwisata. Dikeluarkannya Pergub tersebut karena didalamnya terdapat Perda yang belum diatur secara detailnya perihal usaha pariwisata.

Pergub tersebut bertujuan tidak hanya berkisar pada pengawasan saja tapi juga meliputi surat izin, termasuk pengurusan izin usaha pariwisata.

"Jadi kalau begini bukan pada soal pengawasannya, tapi juga pada soal pengurusan izinnya, kepastian usahanya, kemudian tentu saja pada aspek pengawasannya," kata Anies . "Tentu, jadi nggak usah jangan kucing-kucingan lagi," sambungnya.

Memang belakangan ini semakin marak adanya usaha pariwisata , baik itu hanya sebagai pemandu ataupun yang lainnya. Seperti diketahui memang saat ini negara kita Indonesia telah menjadi salah satu obyek wisata berlibur untuk para turis asing. Selain pulau Bali yang sudah terkenal di dunia, Jakarta juga tak kalah menariknya untuk di kunjungi, selain sebagai Ibu Kota Negara tentunya.

Terbukti saat hadirnya artis Korea Selatan mereka yang ditanyakan wisata apa saja yang ada di Jakarta yang bisa mereka kunjungi disela tour konser mereka.

Dan karena itulah Gubernur Jakarat menginginkan lebih lanjut tentang peraturan para pengusaha wisata. Lebih lanjut, Anies menambahkan adanya Pergub tersebut untuk membentuk perilaku masyarakat agar taat dalam menaati aturan.

"Makanya jangan melanggar. Jadi kan tujuan peraturan itu membentuk prilaku. Kalau peraturan itu tidak membentuk prilaku yah tidak ada gunanya. Kalau peraturan itu membuat orang jadi hati-hati, jadi tidak menyelewengkan berarti aturannya efektif. Karena tujuannya membentuk prilaku, jadi tujuannya bukan mencari kesalahan," tandasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cara Sarapan Ini Malah Memperburuk Kondisi Badan Kamu
6 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Sarapan menjadi salah satu kegiatan untuk membuat kamu siap menghadapi kegiatan sepanjang hari. Tentunya, dalam sarapan kita harus memilih menu ...
2 Hal Sepele Ini Jika Diabaikan Bisa Buat Rumah Tangga Kandas
4 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Memulai rumah tangga yang baru adalah keputusan baik dan merupakan momen yang sangat penting bagi keduanya (suami dan istri). Pada umumnya setiap orang ...
Sejarah Ditemukan "Waktu"
18 April 2018, by oteli w
Sejarah Ditemukan "Waktu"   Satu hari 24 jam. Satu jam 60 menit. Satu menit 60 detik. Begitulah cara manusia mengukur waktu pada saat ...
Potensi Listrik 19000 MW dari Sungai Indonesia Terhambat Konsesi
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Total potensi energi dari sungai-sungai di Indonesia untuk pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) tersebut mencapai 19.000 Megawatt (MW). Namun pengembangannya ...
Benarkah Peminum Kopi Bisa Hidup Lebih Lama?
22 Agustus 2017, by Rio Nur Arifin
Peminum kopi bisa hidup lebih lama. Ini telah menjadi kesimpulan dari banyak penelitian selama beberapa tahun terakhir. Sekarang, para peneliti percaya bahwa ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab