Tutup Iklan
glowhite
  
login Register
Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan

Peraturan Gubenur untuk Pengusaha yang Kucing – Kucingan

16 Maret 2018 | Dibaca : 412x | Penulis : Rahmat Zaenudin

Tampang.com - Kata kucing –kucingan memang terlihat lucu, namun istilah itu di berikan buat mereka yang lari dari tanggung jawab yang ada. Dan istilah itu diberikan oleh Gubenur Jakarta sekarang Anies Baswedan kepada para pengusaha wisata.

Mereka kerap kucing – kucingan saat dimintai surat ijin usaha pariwisata yang mereka kelola atau dipunyainya.

Karena itu dengan tegas Gubenur Jakarta mengeluarkan Peraturan soal usaha pariwisata. Dikeluarkannya Pergub tersebut karena didalamnya terdapat Perda yang belum diatur secara detailnya perihal usaha pariwisata.

Pergub tersebut bertujuan tidak hanya berkisar pada pengawasan saja tapi juga meliputi surat izin, termasuk pengurusan izin usaha pariwisata.

"Jadi kalau begini bukan pada soal pengawasannya, tapi juga pada soal pengurusan izinnya, kepastian usahanya, kemudian tentu saja pada aspek pengawasannya," kata Anies . "Tentu, jadi nggak usah jangan kucing-kucingan lagi," sambungnya.

Memang belakangan ini semakin marak adanya usaha pariwisata , baik itu hanya sebagai pemandu ataupun yang lainnya. Seperti diketahui memang saat ini negara kita Indonesia telah menjadi salah satu obyek wisata berlibur untuk para turis asing. Selain pulau Bali yang sudah terkenal di dunia, Jakarta juga tak kalah menariknya untuk di kunjungi, selain sebagai Ibu Kota Negara tentunya.

Terbukti saat hadirnya artis Korea Selatan mereka yang ditanyakan wisata apa saja yang ada di Jakarta yang bisa mereka kunjungi disela tour konser mereka.

Dan karena itulah Gubernur Jakarat menginginkan lebih lanjut tentang peraturan para pengusaha wisata. Lebih lanjut, Anies menambahkan adanya Pergub tersebut untuk membentuk perilaku masyarakat agar taat dalam menaati aturan.

"Makanya jangan melanggar. Jadi kan tujuan peraturan itu membentuk prilaku. Kalau peraturan itu tidak membentuk prilaku yah tidak ada gunanya. Kalau peraturan itu membuat orang jadi hati-hati, jadi tidak menyelewengkan berarti aturannya efektif. Karena tujuannya membentuk prilaku, jadi tujuannya bukan mencari kesalahan," tandasnya.

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Cari Jodoh Melalui Online Dating? Kenali Jenis Platformnya
19 September 2017, by Rindang Riyanti
Mencari pacar secara online? Anda tidak sendiri. Hampir 50 persen publik Amerika mengenal seseorang yang telah menggunakan situs kencan online dan 5 persen ...
Pelatihan Intensitas Tinggi Picu Pelepasan Endorfin
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Peneliti Finlandia di Universitas Turku telah mengungkapkan bahwa pelepasan endorfin yang diinduksi olahraga di otak bergantung pada intensitas latihan. ...
Ini yang Akan Terjadi Bila Kita Tidak Pernah Melihat Matahari
12 September 2017, by Rindang Riyanti
Kita biasa mengambil Matahari begitu saja. Bahkan pada hari berawan dan hujan, kita tahu bahwa itu di atas kita di suatu tempat, dan segera kita akan ...
catatan rekor
4 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Demi tercatat dalam sejarah manusia, para penduduk bumi ini terkadang melakukan hal-hal yang konyol bahkan membahayakan bagi dirinya ...
Rival Knights, Sensasi Berkuda Abad Pertengahan Eropa
7 September 2018, by Adi Rizky Purmansyah
Kamu pernah nonton film berjudul Knight's Tale yang dibintangi oleh aktor The Joker - Heath Ledger beberapa tahun lalu? Game milik Gameloft ini punya ...
Berita GueBanget
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab