Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Pembeli  Istimewa ini Ternyata Seorang....

Pembeli Istimewa ini Ternyata Seorang....

14 Maret 2018 | Dibaca : 392x | Penulis : oteli w

Tampang.com - Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik

toko berseru, “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya”. Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, “Terima kasih atas kunjungan anda”.

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, “Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan kasirlah yang melayani pembeli”.

Si pemilik toko itu berkata, “Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini lain.”

“Mengapa lain,” tanya pelayan.

“Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat panting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya”, demikian penjelasan sang pemilik toko.

***

Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan. Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.

(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought)

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Terserempet Kereta Api, Pengendara Motor ini Terseret dan Terpental, Untung Nggak Mati
12 November 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Aksi nekat pengendara motor atau mobil menerobos lintasan kereta api saat kereta akan melintas masih sering terjadi dan menyebabkan korban nyawa ...
Resep Yoghurt yang Segar Menyehatkan
1 Februari 2018, by Maman Soleman
Yoghurt atau susu fermentasi disukai karena selain rasanya nikmat dan segar, juga menyehatkan Pasalnya, yoghurt banyak mengandung kalsium yang dibutuhkan ...
Persiapkan Hati Kamu! Ini Tanda Doi Bakal Minta Putus
11 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ketika kita menjalin hubungan asmara, tentunya ada risiko yang harus kita terima. Salah satu risikonya adalah kamu harus siap untuk putus ...
Aa Gym Bicara Masalah Akhlak saat Khutbah Hari Raya di Istiqlal
15 Juni 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melaksanakan sholat ied 1 syawal 1439 H di Masjid Raya istiqlal, Jakarta ...
Mark Clattenburg Membenarkan Keputusan Wasit Michael Oliver Saat City Mendapatkan Tendangan Penalti Melawan Arsenal
8 November 2017, by Rachmiamy
Manchester City berhasil memenangkan laga bigmatch melawan Arsenal pada laga pekan kesebelas Liga Inggris 2017/2018. Bermain di Etihad Stadium, City berhasil ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab