Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Pembeli  Istimewa ini Ternyata Seorang....

Pembeli Istimewa ini Ternyata Seorang....

14 Maret 2018 | Dibaca : 306x | Penulis : oteli w

Tampang.com - Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik

toko berseru, “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya”. Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, “Terima kasih atas kunjungan anda”.

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, “Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan kasirlah yang melayani pembeli”.

Si pemilik toko itu berkata, “Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini lain.”

“Mengapa lain,” tanya pelayan.

“Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat panting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya”, demikian penjelasan sang pemilik toko.

***

Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan. Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.

(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought)

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Tez, Dompet Digital Besutan Google
22 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Google kini meluncurkan layanan baru. Layanan ini adalah aplikasi dompet digital dengan nama Tez. Aplikasi ini baru dirilis di India. Tez ...
Jangan Simpan Makanan-Makanan Ini di Freezer, Pokoknya Jangan!
1 Maret 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Untuk menjaga kesegaran makanan, seringkali kita menyimpan makanan tersebut dalam freezer. Banyak bahan makanan yang sering dimasukkan ke ...
Demi Menyenangkan Pacarnya, Wanita ini Rela Menjalani 30 Operasi Plastik
6 Desember 2017, by Rachmiamy
Cinta memang membuat seseorang rela melakukan apapun demi orang yang dicintainya tersebut. Seperti yang dilakukan oleh seorang wanita berusia 22 tahun yang ...
al masoem
7 Juni 2017, by Tonton Taufik
Oleh: Asep Sujana Ngaliwet (menanak nasi dengan alat Kastrol)sangat melekat dengan kehidupan Santri pada sebuah Pesantren, budaya pesantren seperti itu ...
Sejarah Penggunaan Setrika
24 April 2018, by oteli w
Sejarah Penggunaan Setrika   Setrika berasal dari bahasa belanda, strijkijzer (yang artinya menghilangkan kerutan dari baju dengan alat yang di ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview