Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Pembeli  Istimewa ini Ternyata Seorang....

Pembeli Istimewa ini Ternyata Seorang....

14 Maret 2018 | Dibaca : 497x | Penulis : oteli w

Tampang.com - Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik

toko berseru, “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya”. Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, “Terima kasih atas kunjungan anda”.

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, “Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan kasirlah yang melayani pembeli”.

Si pemilik toko itu berkata, “Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini lain.”

“Mengapa lain,” tanya pelayan.

“Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat panting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya”, demikian penjelasan sang pemilik toko.

***

Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan. Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.

(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought)

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Pencuri Koper di Bandara Ditangkap Polisi dan Ternyata Pelaku Adalah Masih Remaja
28 Mei 2018, by oteli w
Pencuri Koper di Bandara Ditangkap Polisi dan Ternyata Pelaku Adalah Masih Remaja Pelaku pencurian koper penumpang bandara soekarno Hatta berhasil ...
Fase Materi yang Misterius: Memahami Kaca dalam Dimensi Tak Terbatas
23 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Lihatlah sebuah kristal dengan kaca pembesar dan Anda akan menemukan susunan atom yang teratur. Tapi coba perbesar lagi, dan gambarnya terlihat agak berantakan ...
4 Hal Berikut Menandakan Anda Boros Dalam Urusan Makanan
29 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Semua orang pasti makan, bahkan manusia tidak bisa hidup jika tidak makan. Makanan adalah kebutuhan utama bagi setiap orang untuk dapat bertahan hidup, ...
Kepribadian Ternyata Pengaruhi Keberhasilan Diet
22 September 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Peneliti Australia menemukan bahwa ternyata kepribadian seseorang mempengaruhi program diet yang mereka lakukan. Penelitian yang dilakukan CSIRO ...
10 Manfaat Buah Pisang Bagi Kesehatan Tubuh
21 Maret 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Buah pisang merupakan salah satu buah yang kaya manfaat bagi kesehatan. Hal ini karena buah pisang memiliki kandungan nutrisi seperti kalium dan juga asam ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab