Tutup Iklan
ObatKolesterol
  
login Register
Pembeli  Istimewa ini Ternyata Seorang....

Pembeli Istimewa ini Ternyata Seorang....

14 Maret 2018 | Dibaca : 231x | Penulis : oteli w

Tampang.com - Pada suatu hari, ketika Jepang belum semakmur sekarang, datanglah seorang peminta-minta ke sebuah toko kue yang mewah dan bergengsi untuk membeli manju (kue Jepang yang terbuat dari kacang hijau dan berisi selai). Bukan main terkejutnya si pelayan melihat pelanggan yang begitu jauh sederhana di tokonya yang mewah dan bergengsi itu. Karena itu dengan terburu-buru ia membungkus manju itu. Tapi belum lagi ia sempat menyerahkan manju itu kepada si pengemis, muncullah si pemilik

toko berseru, “Tunggu, biarkan saya yang menyerahkannya”. Seraya berkata begitu, diserahkannya bungkusan itu kepada si pengemis.

Si pengemis memberikan pembayarannya. Sembari menerima pembayaran dari tangan si pengemis, ia membungkuk hormat dan berkata, “Terima kasih atas kunjungan anda”.

Setelah si pengemis berlalu, si pelayan bertanya pada si pemilik toko, “Mengapa harus anda sendiri yang menyerahkan kue itu? Anda sendiri belum pernah melakukan hal itu pada pelanggan mana pun. Selama ini saya dan kasirlah yang melayani pembeli”.

Si pemilik toko itu berkata, “Saya mengerti mengapa kau heran. Semestinya kita bergembira dan bersyukur atas kedatangan pelanggan istimewa tadi. Aku ingin langsung menyatakan terima kasih. Bukankah yang selalu datang adalah pelanggan biasa, namun kali ini lain.”

“Mengapa lain,” tanya pelayan.

“Hampir semua dari pelanggan kita adalah orang kaya. Bagi mereka, membeli kue di tempat kita sudah merupakan hal biasa. Tapi orang tadi pasti sudah begitu merindukan manju kita sehingga mungkin ia sudah berkorban demi mendapatkan manju itu. Saya tahu, manju itu sangat panting baginya. Karena itu saya memutuskan ia layak dilayani oleh pemilik toko sendiri. Itulah mengapa aku melayaninya”, demikian penjelasan sang pemilik toko.

***

Konosuke Matsushita, pemilik perusahaan Matsushita Electric yang terkemuka itu, menutup cerita tadi dengan renungan bahwa setiap pelanggan berhak mendapatkan penghargaan yang sama. Nilai seorang pelanggan bukanlah ditentukan oleh prestise pribadinya atau besarnya pesanan yang dilakukan. Seorang usahawan sejati mendapatkan sukacita dan di sinilah ia harus meletakkan nilainya.

(Dikutip dari artikel, Konosuke Matsushita, Food For Thought)

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Apakah Anda Penggemar Mie Instan? Berikut 9 Dampak Mengejutkan Konsumsi Mie Instan
5 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Mie instan merupakan satu dari sekian banyak jenis makanan yang cukup terkenal di seluruh dunia terutama di wilayah Asia. Di Indonesia sendiri, beragam ...
Bikin Pangling, Agnez Mo Pulang Kampung Berambut Panjang
10 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Setelah beberapa waktu lalu berjuang di Amerika untuk karya terbarunya, Agnez Mo kini pulang kampung ke Indonesia. Namun, ada yang beda ...
Inilah Kode Rahasia Untuk Jenazah yang Ada di Dalam Pesawat
4 Agustus 2017, by Slesta
Tampang.com – Dilansir dari Liputan6.com, Pesawat adalah sebuah transportasi udara yang memindahkan penumpangnya dari daerah satu ke daerah lain. Namun, ...
Cara Alami yang Lebih Efektif Mengatasi Kulit Kering
29 Juni 2018, by oteli w
Tak peduli apapun jenis kulitnya, semua orang bisa memiliki kulit kering sesekali sepanjang hidupnya. Kulit kering akan sulit untuk disembunyikan, terutama di ...
Calon Walikota Bekasi Tentang Pernyataan Luhut Soal Reklamasi
17 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Calon Walikota Bekasi yang berasal dari partai Gerindra dan merupakan mantan tim sukses Anies-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta kemarin, Anggawira, ...
Berita Terpopuler
Polling
Vote untuk Presiden 2019-20124
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
powerman