Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
asep sujana

Pemaksaan Pemahaman dan Peminatan dalam Menentukan Pendidikan

19 April 2017 | Dibaca : 2210x | Penulis : Tonton Taufik

Oleh: Drs. Asep Sujana, MM

Dalam kapasitas sebagai seorang Guru, kita menyadari bahwa kemampuan dan tingkat kecerdasan siswa berbeda satu dengan lainnya, namun ketika ketika guru tersebut menjalankan proses mengajarnya, kondisi seperti ini terkadang di lupakan oleh Guru, sehinggga menuntut hasil yang sama pada semua siswa . Dampaknya jika ada siswa yang tidak mampu menjawab atau mengerjkan soal yang di buat Guru tersebut, siswa terpaksa diberi sangsi, dan kadang pula memberi "cap" mereka bodoh.

Tindakan yang dianggap "memaksa" tersebut membentuk sikap guru  mengelompokkan mereka pada kelompok yang memiliki kemampuan yang diharapkan guru dan kelompok lain yang masuk pada kelompok yang tidak sesuai harapan guru, hal itu bukan mustahil mebuat tindakàn guru menganak emaskan mereka.

Hal lain ketika kita memandang tingkat kecerdasan siswa, seumpama Si X memiliki kemampuan bagus dalam bidang Bahasa dan IPA, sementara Si Y, memilki kemampuan lebih dalam bidang Seni dan Olah Raga, tugas kita sebagai seorang Guru adalah membimbing mereka yang menyukai satu bidang untuk berprestasi pada bidang itu tidak "memaksa" untuk berprestasi pada bidang yang sebenarnya tidak mereka sukai. 

Kondisi di Lapangan Proses beytñboń£ilajar mengajar di sekolah-sekolah di Republik ini,  menggiring para guru untuk melakukan  hal tersebut, bahkan dipersempit dengan cukup melihat salah satu sisi dimeñsi kemampuan yaitu tingkat kecerdasannya saja, lupa melatih siswa untuk bersikap positif dan mampu mengembangkan "mind set" sehingga dengan nalarnya bisa melakukan proses pemecahan masalah. Bentuk soal pilihan ganda dengan jawaban tertutup semakin mendorong membentuk sikap guru yang megarah pada satu dimensi kecerdasan ini.

Dampak psikologis jika siswa mendapat tekanan belajar pada aspek yang tidak disukai adalah kejenuhan dalam belajar dan kehilangan semangat belajar dan kemampuan anak pun semakin menurun, bukan yang tidak mungkin mereka mendekatkan diri pada hal yang tidak sesuai dengan kaidah pendidikan. 

Salah satu upayanya adalah pengembangan program pendidikan dengan konsep Peminatan, yaitu siswa diberi kesempatan keluar dan pindah kelas selama 4 (empat) jam dalam seminggu untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran pada bidang yang benar-benar mereka sukai, beberapa kegiatan seperti bidang : budaya, bahasa, olah raga, seni, matematika, kimia, biologi, fisika, poilitik, antropologi, sejarah, ditawarkan pada siswa untuk mereka ikuti, hal ini diharapkan akan menyegarkan kembali pola pikir mereka yang sebelumnya sudah mendapatkant5 tekanan.Program ini sepintas tidak ada bedanya dengan ekstra 77, peminatan dan ekstra kurikuler sangat berbeda, karena peogram peminatan pesertanya terseleksi sedang ekstra krub5xrvrikuler lebih terbuka.

Penulis ;
Drs. Asep Sujana, MM
Dir. Pendidikan Al Masoem Bdg

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Latihan untuk Mengatasi Tremor (Tangan Gemetar)
6 Juni 2018, by Maman Soleman
Tremor atau tangan gemetaran bisa disebabkan banyak hal. Mulai dari penyakit parkinson, sklerosis, kelelahan, dan stres, semuanya bisa memunculkan tremor. ...
Buah Dan Sayuran yang Wajib Dijauhi Saat Diet
24 Juli 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal yang bagus kadang kita melakukan apapun demi hasil yang kita inginkan dan tampil sempurna.  ...
Gerindra: 100% Dukungan Tetap Untuk Prabowo Jadi Capres 2019, Tidak Ada Pintu Untuk Anies Jadi Capres
9 Juli 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Tidak sampai satu bulan lagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan pembukaan pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk periode ...
20.000 Warga Mosul, Iraq, Terjebak dalam Kekuasaan ISIS
7 Juli 2017, by Rio Nur Arifin
Sebanyak 20.000 warga sipil terjebak di wilayah yang dikuasai ISIS di Kota Tua Mosul, dimana pasukan Irak sedang berjuang untuk merebutnya kembali, seorang ...
Bahaya! Hackers Bisa Mencuri Password Pengguna dari Gelombang Otak
2 Oktober 2017, by Rio Nur Arifin
Periset di University of Alabama di Birmingham menyarankan bahwa headset penginderaan gelombang otak, yang juga dikenal sebagai headset EEG atau ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview