Tutup Iklan
JasaReview
  
login Register
Pasca Peristiwa Gugurnya Anggota Polisi di Mako Brimob, Jokowi Minta Polisi dan Kemenkumham

Pasca Peristiwa Gugurnya Anggota Polisi di Mako Brimob, Jokowi Minta Polisi dan Kemenkumham

12 Mei 2018 | Dibaca : 396x | Penulis : Jenis Jaya Waruwu

Terkait peristiwa yang menewaskan total 6 anggota polisi di Mako Brimob sejak Selasa 8 Mei 2018 lalu, Presiden Joko Widodo meminta Kepolisian dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan evaluasi.

Evaluasi tersebut, menurut Jokowi, menyangkut lokasi tahanan untuk terpidana terorisme.

"Apakah perlu di markas atau di luar markas," katanya di Halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 12 Mei 2018.

Jokowi berujar evaluasi ini diperlukan agar tidak terjadi kejadian serupa di masa mendatang. "Akan menjadi sebuah evaluasi total dari Polri untuk supaya tidak ada kejadian seperti itu," katanya.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 155 narapidana teroris membuat kericuhan dengan personil kepolisian di rutan Mako Brimbo, Depok. Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa 8 Mei 2018 itu mengakibatkan 5 orang anggota Brimob gugur.

Dikabarkan kericuhan pecah berawal dari makanan para tahanan. Diduga para tahanan kesal tarhadap penjaga rutan. Akibatnya mereka menjebol ruang tahanan lalu mengambil senjata api dari ruang pemberkasan hingga menyandera anggota polisi.

Peristiwa yang berlangsung Selasa malam itu baru berakhir Kamis pagi setelah 155 tahanan menyerah tanpa syarat. Polisi memindahkan 155 terpidana itu ke lembaga pemasyarakatan Nusakambangan.

Tak hanya itu saja, pada hari Jumat 11 Mei 2018 dini hari sekitar pukul 02.30 WIB seorang anggota polisi juga ditikam oleh orang tak dikenal di Mako Brimob.  

Dalam konferensi pers di Istana Bogor, Kamis lalu, Jokowi menegaskan Indonesia tidak takut terhadap aksi teror apapun.

 "Negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberi ruang kepada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara," kata Jokowi saat itu.

 

#Tagar Berita

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menteri Agama Meminta Para Ulama Menyiarkan Pesan-Pesan Damai Selama Bulan Ramadhan
16 Mei 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta para ulama Indonesia menyampaikan pesan-pesan perdamaian selama bulan Ramadan. "Mubalig dalam ...
Bukan Hanya Ojek Online, Biaya Umrah Juga Perlu Batas Minimal
29 Agustus 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Kasus First Travel yang sangat merugikan banyak calon jamaah haji lantaran tidak bisa berangkat ke tanah suci dapat menjadi pelajaran bagi kita ...
Andrea Dovizioso Khawatir Tidak Akan Bisa Menampilkan Penampilan Terbaiknya di MotoGP AS
19 April 2018, by Rachmiamy
Di seri perdana MotoGP 2018, pembalap tim Ducati Corse asal Italia, Andrea Dovizioso mendapat hasil yang sangat memuaskan. Memulai balapan dari posisi kelima, ...
Supporter Dukung Rohingya, Persib Didenda 50 Juta
17 September 2017, by Rio Nur Arifin
Sial, niatan baik Supporter Persib Bandung mendukung Rohingya dengan membuat koreografi bertuliskan "Save Rohingya" pada pertandingan Persib Bandung ...
Wow! Mural ‘Wonder Women’ versi Menteri Susi
24 September 2017, by Rindang Riyanti
Siapa yang tidak mengenal atau setidaknya mendengar nama Susi Pudjiastuti. Ibu yang memiliki slogan "Tenggelamkan!" ini diamanahi Presiden Joko ...
Berita Terpopuler
Polling
Setujukah Banser dikirim ke Papua?
#Tagar
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab