Tutup Iklan
Tryout.id
  
login Register
Pasar Tradisional, Riwayat Mu Kini

Pasar Tradisional, Riwayat Mu Kini

8 Januari 2018 | Dibaca : 930x | Penulis : Zeal

Tampang - Segala kebutuhan hidup baik yang primer maupun sekunder bisa kita temukan di Pasar. Mulai dari makanan ringan, sayuran, buah-buahan, pakaian, perabot rumah tangga, sepatu, dan masih banyak lagi barang yang bisa kita dapatkan dari sebuah tempat yang bernama pasar. Semua pedagang berlomba-lomba menjual barang dagangannya dengan berbagai cara seperti memberikan diskon, metode pembayaran yang bisa dilakukan dengan cara dicicil asalkan dagangan mereka bisa laris terjual.

Seiring dengan perkembangan zaman, kita mulai mengenal adanya pasar tradisional dan modern. Awalnya, keduanya bisa berjalan berdampingan, tapi semakin hari keberadaan pasar tradisional mulai terdesak oleh gempuran pasar modern yang keberadaannya mulai sulit diredam. Di satu sisi keberadaan pasar modern ini juga berdampak baik karena bisa menyerap banyak tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran. Namun disisi lain keberadaannya juga cukup mengancam para pelaku pasar tradisional. Semua barang yang kita butuhkan bisa kita dapat di pasar modern. Secara perlahan banyak masyarakat yang mulai memilih untuk berbelanja di pasar modern, selain karena tempatnya yang nyaman karena ber-AC, banyak diskon hingga jumlah barang yang lebih bervariasi sehingga membuat pembeli lebih mudah memilih barang mana yang dibutuhkan.

Jam operasional antara pasar tradisional dan modern yang hampir bersamaan juga menjadi penyebab kenapa banyak masyarakat yang lebih memilih belanja di supermarket. Contohnya saja para pedagang di pasar tradisional Parapatan Saguling dan Rajamandala yang mulai resah dengan adanya 6 Supermarket yang letaknya berdekatan dengan mereka dengan jam operasional yang hampir bersamaan pula. Padahal saat terjadi permusyarawahan dengan pengurus pasar tradisional setempat sebelum dimulainya pembangunan supermarket tersebut, mereka berjanji bahwa akan buka pukul 10 siang tapi kenyataannya jam 7 pagi mereka sudah mulai buka. Kemudian bagi sebagaian kalangan ada sebuah anggapan bahwa berbelanja di pasar modern terlihat lebih keren dibandingkan saat belanja di pasar tradisional. Padahal dengan membeli kebutuhan di pasar tradisional berarti kita ikut berperan aktif untuk mengembangkan perekonomian rakyat menengah ke bawah. Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak pedagng kecil yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan di pasar tradisional karena tidak mungkin mereka menjajakan barang dagangannya di pasar modern salah satunya karena modal yang dibutuhkan lebih banyak.

Ini bukan berarti kita tidak boleh berbelanja di pasar modern tapi kita harus lebih bijak dalam membeli sesuatu. Misalnya ketika kita membutuhkan barang A yang ternyata tersedia di warung biasa dengan harga yang sama, lalu kenapa kita harus membelinya di supermarket atau minimarket. Bukankah lebih baik kita membantu orang-orang terdekat kita dengan membeli dagangannya karena mungkin bagi mereka satu barang saja yang kita beli dapat berarti banyak bagi mereka. [Iku/Red]

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Konten Animasi Sebagai Sarana Promosi Bisnis yang Menarik Banyak Konsumen
4 Juli 2020, by Admin
Menggunakan video animasi untuk sarana promosi atau marketing bisa dikatakan sebagai salah satu strategi marketing yang saat ini menjadi favorit para [ebisnis ...
Tips Merawat Motor Injeksi yang Tepat
8 Mei 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Dunia otomotif semakin berkembang pesat, bahkan saat ini seluruh keluaran motor terbaru hampir semuanya menggunakan teknologi injeksi. Sistem ...
Konsep Baru Tanah Abang Akan Seperti Apa?
20 November 2017, by Rindang Riyanti
Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mematangkan konsep baru penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan ...
4 Kesalahan Dalam Memasak yang Sering Dilakukan
26 April 2018, by Jenis Jaya Waruwu
Memasak merupakan bukan hal asing lagi dari pendengaran kita. Namun, untuk mendapatkan masakan yang enak dan lezat tidaklah mudah. Ada memang yang sebagian ...
Tanpa Jatuh, Tiada Bangkit!
20 Mei 2017, by Fikri Faturrahman
Kamu pernah terjatuh ? boleh jatuh saat sedang mengendarai sepeda motor, jatuh pada saat menggiring bola, atau jatuh terpeleset saat berlari. Apakah kamu ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab