Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

21 Agustus 2017 | Dibaca : 498x | Penulis : Rindang Riyanti

Bila suami mengira istrinya menghabiskan terlalu banyak uang, entah itu memang kenyataan atau persepsi, sisi finansial dan perkawinan akan ikut bermasalah juga.

Sebuah studi baru dari para periset di BYU dan Kansas State University melihat kepribadian finansial yang kontras dalam sebuah pernikahan. Mereka menyebut kepribadian "ketat dan pemboros," seperti yang terlihat dalam Journal of Financial Planning.

Apa yang membentuk kepribadian pernikahan ini bukanlah atribut konkret individu yang ditampilkan atau bahkan situasi di mana mereka berada.

"Kenyataan bahwa persepsi pasangan terhadap perilaku pembelanjaan masing-masing begitu prediktif terhadap konflik keuangan menunjukkan bahwa ketika menyangkut dampak keuangan terhadap hubungan, persepsi mungkin sama pentingnya, jika tidak lebih penting daripada kenyataan," kata Ashley LeBaron.

Studi tersebut menemukan bahwa untuk suami, memiliki istri yang mereka lihat sebagai pemboros adalah adalah faktor utama konflik keuangan. Bagi istri, memiliki suami yang memandangnya sebagai pemboros adalah faktor utama terjadinya konflik keuangan. Hal ini terlihat bagi pasangan dengan pendapatan tinggi dan pendapatan rendah serta dengan pasangan yang menghabiskan banyak uang dan mereka yang tidak menghabiskan banyak uang sama sekali. Pandangan itu sama sekali berbeda dengan persepsi.

LeBaron bekerja sama dengan profesor kehidupan keluarga BYU, Jeffrey Hill, dan juga pakar nasional di bidang keuangan dalam perkawinan, profesor Kansas State Sonya Britt-Lutter.

"Pasangan perlu berkomunikasi tentang keuangan, terutama di awal pernikahan," kata Britt-Lutter. "Jangan berpikir bahwa masalah keuangan akan hilang secara ajaib saat keadaan berubah. Studi tersebut menunjukkan bahwa keadaan tidak menjadi masalah di sini, persepsi, dan persepsi tidak selalu berubah saat keadaan terjadi."

Kedua, persepsi terhadap istri yang menghabiskan waktu, penelitian tersebut menemukan bahwa pria melihat lebih banyak anak berdampak pada konflik keuangan, dan wanita melihat kurangnya komunikasi keuangan secara keseluruhan karena berdampak pada konflik keuangan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Menang Atas Tamunya 3-0, AS Roma Berhasil Puncaki Klasemen Sementara Grup C Liga Champion 2017/2018
1 November 2017, by Rachmiamy
AS Roma sukses mendapatkan tambahan tiga poin ketika menjamu tim Ibukota Inggris Chelsea pada laga pekan keempat Grup C Liga Champion 2017/2018. Giallorossi ...
Imran Khan Mengumumkan Kemenangan Dalam Pemilihan Pakistan
27 Juli 2018, by Slesta
Mantan bintang kriket Imran Khan, pemimpin Partai Tehreek-e-Insaf Pakistan, menyatakan kemenangan dalam pemilu Pakistan Kamis. Partai PTI Khan mengamankan ...
Elektabilitas Golkar Terus Anjlok, Setnov  Diminta Mundur
27 November 2017, by Rindang Riyanti
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid menilai musyawarah luar biasa (Munaslub) Partai Golkar harus dilakukan sesegera mungkin. Menurut Nurdin, perlu ada ...
udang
22 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Makanan merupakan penyebab utama yang dapat memicu kolesterol tinggi pada tubuh. Banyak sekali pantangan makanan untuk orang penderita ...
Keren! Pria Ini Nyatakan Cinta Lewat CV
20 Juli 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Biasanya, Curiculum Vitae (CV) digunakan oleh seseorang sebagai cara untuk melamar pekerjaan. Lewat CV, perusahaan dapat mempertimbangkan ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab