Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

21 Agustus 2017 | Dibaca : 941x | Penulis : Rindang Riyanti

Bila suami mengira istrinya menghabiskan terlalu banyak uang, entah itu memang kenyataan atau persepsi, sisi finansial dan perkawinan akan ikut bermasalah juga.

Sebuah studi baru dari para periset di BYU dan Kansas State University melihat kepribadian finansial yang kontras dalam sebuah pernikahan. Mereka menyebut kepribadian "ketat dan pemboros," seperti yang terlihat dalam Journal of Financial Planning.

Apa yang membentuk kepribadian pernikahan ini bukanlah atribut konkret individu yang ditampilkan atau bahkan situasi di mana mereka berada.

"Kenyataan bahwa persepsi pasangan terhadap perilaku pembelanjaan masing-masing begitu prediktif terhadap konflik keuangan menunjukkan bahwa ketika menyangkut dampak keuangan terhadap hubungan, persepsi mungkin sama pentingnya, jika tidak lebih penting daripada kenyataan," kata Ashley LeBaron.

Studi tersebut menemukan bahwa untuk suami, memiliki istri yang mereka lihat sebagai pemboros adalah adalah faktor utama konflik keuangan. Bagi istri, memiliki suami yang memandangnya sebagai pemboros adalah faktor utama terjadinya konflik keuangan. Hal ini terlihat bagi pasangan dengan pendapatan tinggi dan pendapatan rendah serta dengan pasangan yang menghabiskan banyak uang dan mereka yang tidak menghabiskan banyak uang sama sekali. Pandangan itu sama sekali berbeda dengan persepsi.

LeBaron bekerja sama dengan profesor kehidupan keluarga BYU, Jeffrey Hill, dan juga pakar nasional di bidang keuangan dalam perkawinan, profesor Kansas State Sonya Britt-Lutter.

"Pasangan perlu berkomunikasi tentang keuangan, terutama di awal pernikahan," kata Britt-Lutter. "Jangan berpikir bahwa masalah keuangan akan hilang secara ajaib saat keadaan berubah. Studi tersebut menunjukkan bahwa keadaan tidak menjadi masalah di sini, persepsi, dan persepsi tidak selalu berubah saat keadaan terjadi."

Kedua, persepsi terhadap istri yang menghabiskan waktu, penelitian tersebut menemukan bahwa pria melihat lebih banyak anak berdampak pada konflik keuangan, dan wanita melihat kurangnya komunikasi keuangan secara keseluruhan karena berdampak pada konflik keuangan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

KPK Kembali Melakukan OTT, Kali Ini Menjerat Kepala Lapas Sukamiskin
21 Juli 2018, by Zeal
Tampang.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) kembali dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini, Kepala Lembaga Permasyarakatan (lapas) ...
Feyenoord Akan Bermain Di Markas Napoli Tanpa Didukung Suporternya
21 September 2017, by Rachmiamy
Laga matchday 2 Liga Champion Eropa Gruf F akan tersaji pada tanggal 27 September 2017 atau rabu dini hari WIB. Di Gruf F akan tersaji pertandingan antara tuan ...
Bermimpi, Bertindak, dan Nyatakanlah Mimpimu!
4 Februari 2018, by Dika Mustika
Mimpi! Ada berbagai pengertian tantang mimpi ini. Ada yang menyebutkan bahwa mimpi adalah keadaan tidak sadar ketika seseorang tidur dan ini di luar kuasa ...
Johannes dan Macy Marliem, Donatur Terbesar Kampanye Obama
12 Agustus 2017, by Risa Suadiani
Tampang.com - Nama Johannes Marliem mendadak menjadi perbincangan masyarakat dan Netizen, setelah kematiannya di Amerika mencuat. Johannes Marliem adalah saksi ...
Sejarah Bumi: Bagaimana Benua Didaur Ulang
25 Agustus 2017, by Rindang Riyanti
Periset dari Jerman dan Swiss telah menggunakan simulasi komputer untuk menganalisis bagaimana lempeng tektonik telah berevolusi di Bumi selama tiga miliar ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
JasaReview