Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

21 Agustus 2017 | Dibaca : 839x | Penulis : Rindang Riyanti

Bila suami mengira istrinya menghabiskan terlalu banyak uang, entah itu memang kenyataan atau persepsi, sisi finansial dan perkawinan akan ikut bermasalah juga.

Sebuah studi baru dari para periset di BYU dan Kansas State University melihat kepribadian finansial yang kontras dalam sebuah pernikahan. Mereka menyebut kepribadian "ketat dan pemboros," seperti yang terlihat dalam Journal of Financial Planning.

Apa yang membentuk kepribadian pernikahan ini bukanlah atribut konkret individu yang ditampilkan atau bahkan situasi di mana mereka berada.

"Kenyataan bahwa persepsi pasangan terhadap perilaku pembelanjaan masing-masing begitu prediktif terhadap konflik keuangan menunjukkan bahwa ketika menyangkut dampak keuangan terhadap hubungan, persepsi mungkin sama pentingnya, jika tidak lebih penting daripada kenyataan," kata Ashley LeBaron.

Studi tersebut menemukan bahwa untuk suami, memiliki istri yang mereka lihat sebagai pemboros adalah adalah faktor utama konflik keuangan. Bagi istri, memiliki suami yang memandangnya sebagai pemboros adalah faktor utama terjadinya konflik keuangan. Hal ini terlihat bagi pasangan dengan pendapatan tinggi dan pendapatan rendah serta dengan pasangan yang menghabiskan banyak uang dan mereka yang tidak menghabiskan banyak uang sama sekali. Pandangan itu sama sekali berbeda dengan persepsi.

LeBaron bekerja sama dengan profesor kehidupan keluarga BYU, Jeffrey Hill, dan juga pakar nasional di bidang keuangan dalam perkawinan, profesor Kansas State Sonya Britt-Lutter.

"Pasangan perlu berkomunikasi tentang keuangan, terutama di awal pernikahan," kata Britt-Lutter. "Jangan berpikir bahwa masalah keuangan akan hilang secara ajaib saat keadaan berubah. Studi tersebut menunjukkan bahwa keadaan tidak menjadi masalah di sini, persepsi, dan persepsi tidak selalu berubah saat keadaan terjadi."

Kedua, persepsi terhadap istri yang menghabiskan waktu, penelitian tersebut menemukan bahwa pria melihat lebih banyak anak berdampak pada konflik keuangan, dan wanita melihat kurangnya komunikasi keuangan secara keseluruhan karena berdampak pada konflik keuangan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

victory
12 Agustus 2017, by Gatot Swandito
Salah besar jika mengatakan terlalu dini untuk memperkirakan tumbangnya Jokowi pada Pilpres 2019. Sebab, gelagat dari kekalahan bakal capres petahana itu sudah ...
Menghilang dari Dunia Hiburan, ternyata Selena Gomez Jalani Transplantasi Ginjal
17 September 2017, by Rindang Riyanti
Kabar mengejutkan datang dari penanyi cantik Selena Gomez. Setelah sempat 'menghilang' dari dunia hiburan beberapa waktu lalu selama kurang lebih tiga ...
Ternyata Nyamuk juga Bisa Trauma
31 Januari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Pada malam hari, munculnya nyamuk menjadi salah satu hal yang mengganggu istirahat kita. Berbagai upaya kita lakukan untuk mengusirnya, salah ...
wawancara kerja
28 April 2017, by Rahmat Zaenudin
Mendapatkan pekerjaan di saat sekarang merupakan hal yang tidak mudah. Persaingan yang ketat di dunia kerja serta semakin sempitnya lapangan pekerjaan membuat ...
game gratis
23 April 2017, by Ayu
Jika dalam ponsel ada terdapat game seru dan gratis pasti Anda akan sangat beruntung memilikinya.  Selain dapat dijadikan sebagai media penghibur, game ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab