Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

21 Agustus 2017 | Dibaca : 565x | Penulis : Rindang Riyanti

Bila suami mengira istrinya menghabiskan terlalu banyak uang, entah itu memang kenyataan atau persepsi, sisi finansial dan perkawinan akan ikut bermasalah juga.

Sebuah studi baru dari para periset di BYU dan Kansas State University melihat kepribadian finansial yang kontras dalam sebuah pernikahan. Mereka menyebut kepribadian "ketat dan pemboros," seperti yang terlihat dalam Journal of Financial Planning.

Apa yang membentuk kepribadian pernikahan ini bukanlah atribut konkret individu yang ditampilkan atau bahkan situasi di mana mereka berada.

"Kenyataan bahwa persepsi pasangan terhadap perilaku pembelanjaan masing-masing begitu prediktif terhadap konflik keuangan menunjukkan bahwa ketika menyangkut dampak keuangan terhadap hubungan, persepsi mungkin sama pentingnya, jika tidak lebih penting daripada kenyataan," kata Ashley LeBaron.

Studi tersebut menemukan bahwa untuk suami, memiliki istri yang mereka lihat sebagai pemboros adalah adalah faktor utama konflik keuangan. Bagi istri, memiliki suami yang memandangnya sebagai pemboros adalah faktor utama terjadinya konflik keuangan. Hal ini terlihat bagi pasangan dengan pendapatan tinggi dan pendapatan rendah serta dengan pasangan yang menghabiskan banyak uang dan mereka yang tidak menghabiskan banyak uang sama sekali. Pandangan itu sama sekali berbeda dengan persepsi.

LeBaron bekerja sama dengan profesor kehidupan keluarga BYU, Jeffrey Hill, dan juga pakar nasional di bidang keuangan dalam perkawinan, profesor Kansas State Sonya Britt-Lutter.

"Pasangan perlu berkomunikasi tentang keuangan, terutama di awal pernikahan," kata Britt-Lutter. "Jangan berpikir bahwa masalah keuangan akan hilang secara ajaib saat keadaan berubah. Studi tersebut menunjukkan bahwa keadaan tidak menjadi masalah di sini, persepsi, dan persepsi tidak selalu berubah saat keadaan terjadi."

Kedua, persepsi terhadap istri yang menghabiskan waktu, penelitian tersebut menemukan bahwa pria melihat lebih banyak anak berdampak pada konflik keuangan, dan wanita melihat kurangnya komunikasi keuangan secara keseluruhan karena berdampak pada konflik keuangan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Nyeri Pinggang Saat Haid ? Ada Cara untuk Mengatasinya
24 November 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Yang namanya wanita kalau mau saatnya tamu bulan datang atau biasa di sebut haid atau mentruasi, pasti banyak sekali keluhannya.  Mulai dari ...
Mahasiswa UGM  Racik Susu dari Kacang Tanah untuk Diet
14 Juli 2017, by Retno Indriyani
Tampang.com - Mendapatkan berat badan ideal merupakan impian semua orang. Tak jarang orang rela melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan mereka. ...
PPP
21 Januari 2018, by Tonton Taufik
Saya sebagai umat Islam, selalu menyenangi simbol-simbol Islam yang dipakai oleh kita sebagai umatnya di urusan dunia. Termasuk tentang politik yang ...
Tanggal 9 Bulan Maret Kamar No. 39
20 Juli 2017, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com- Suatu hari di bulan Maret tanggal 9, seorang  pria setengah tua hendak menginap di sebuah hotel di  kota Malang. Pria tersebut ...
DN Aidit
2 Juni 2017, by Tonton Taufik
Tahun 1964, DN Aidit sebagai tokoh PKI mengeluarkan buku "AIDIT MEMBELA PANTJASILA", masih ejaan lama, jika dengan ejaan EYD sekarang "AIDIT ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab