Tutup Iklan
powerman
  
login Register
Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

Para Suami, Berhentilah Berpikir Bahwa Istirmu Boros

21 Agustus 2017 | Dibaca : 528x | Penulis : Rindang Riyanti

Bila suami mengira istrinya menghabiskan terlalu banyak uang, entah itu memang kenyataan atau persepsi, sisi finansial dan perkawinan akan ikut bermasalah juga.

Sebuah studi baru dari para periset di BYU dan Kansas State University melihat kepribadian finansial yang kontras dalam sebuah pernikahan. Mereka menyebut kepribadian "ketat dan pemboros," seperti yang terlihat dalam Journal of Financial Planning.

Apa yang membentuk kepribadian pernikahan ini bukanlah atribut konkret individu yang ditampilkan atau bahkan situasi di mana mereka berada.

"Kenyataan bahwa persepsi pasangan terhadap perilaku pembelanjaan masing-masing begitu prediktif terhadap konflik keuangan menunjukkan bahwa ketika menyangkut dampak keuangan terhadap hubungan, persepsi mungkin sama pentingnya, jika tidak lebih penting daripada kenyataan," kata Ashley LeBaron.

Studi tersebut menemukan bahwa untuk suami, memiliki istri yang mereka lihat sebagai pemboros adalah adalah faktor utama konflik keuangan. Bagi istri, memiliki suami yang memandangnya sebagai pemboros adalah faktor utama terjadinya konflik keuangan. Hal ini terlihat bagi pasangan dengan pendapatan tinggi dan pendapatan rendah serta dengan pasangan yang menghabiskan banyak uang dan mereka yang tidak menghabiskan banyak uang sama sekali. Pandangan itu sama sekali berbeda dengan persepsi.

LeBaron bekerja sama dengan profesor kehidupan keluarga BYU, Jeffrey Hill, dan juga pakar nasional di bidang keuangan dalam perkawinan, profesor Kansas State Sonya Britt-Lutter.

"Pasangan perlu berkomunikasi tentang keuangan, terutama di awal pernikahan," kata Britt-Lutter. "Jangan berpikir bahwa masalah keuangan akan hilang secara ajaib saat keadaan berubah. Studi tersebut menunjukkan bahwa keadaan tidak menjadi masalah di sini, persepsi, dan persepsi tidak selalu berubah saat keadaan terjadi."

Kedua, persepsi terhadap istri yang menghabiskan waktu, penelitian tersebut menemukan bahwa pria melihat lebih banyak anak berdampak pada konflik keuangan, dan wanita melihat kurangnya komunikasi keuangan secara keseluruhan karena berdampak pada konflik keuangan.

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

Ini Alasan Mengapa Sarapan Itu Penting
15 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Kegiatan sarapan menjadi salah satu kegiatan yang sering dilupakan dan dilewatkan oleh sebagian orang. Alasannya, karena mereka tak punya waktu ...
Bangkai Kapal KM Sinar Bangun dan Korban Diduga Telah Ditemukan di Kedalaman 450 Meter
28 Juni 2018, by oteli w
Bangkai Kapal KM Sinar Bangun dan Korban Diduga Telah Ditemukan di Kedalaman 450 Meter Dugaan penemuan bangkai kapal KM Sinar bangun didasrkan dari hsil ...
Kapan Waktu yang Tepat Konsumsi Antibiotik?
28 Februari 2018, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Agar cepat sembuh, orang-orang biasanya menggunakan antibiotik dalam pengobatannya. Hal ini memang dapat dilakukan. Namun, apabila antibiotik ini ...
Pasar Ekonomi Digital Menggeliat, Tahun 2018 diprediksi Sumbang 10 Persen untuk PDB
16 Februari 2018, by Zeal
Tampang.com - Pada tahun 2016, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi pasar digital terhadap PDB Indonesia adalah 3,61. Lalu, kembali ...
Pesona Istana Mewah nan Megah di Mysore
14 November 2017, by Ghilman Azka Fauzan
Tampang.com - Ada lokasi yang terbilang mewah dan megah di kota terbesar ketiga di India, Mysore. Kota ini mendapatkan julukan sebagai Kota Istana. Hal ini ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab