Tutup Iklan
hijab
  
login Register
Orange is The New Green

Orange is The New Green

27 Agustus 2017 | Dibaca : 858x | Penulis : Rindang Riyanti

Pada pertengahan 1990an, 1.000 truk kulit dan biji jeruk sengaja dibongkar ke padang rumput yang tandus di sebuah taman nasional Kosta Rika. Hari ini, daerah itu tertutup hutan lebat dan penuh buah-buahan.

Sebuah tim yang dipimpin oleh periset Princeton University mensurvei lahan tersebut 16 tahun setelah kulit jeruk itu mendarat. Mereka menemukan peningkatan 176 persen biomassa di atas tanah - atau kayu di pohon - di dalam area seluas 3 hektar (7 hektar) yang dipelajari.

Cerita ini, yang melibatkan sebuah tuntutan hukum yang kontroversial, menunjukkan kekuatan unik dari limbah pertanian untuk bukan hanya meregenerasi hutan tetapi juga untuk menyerap sejumlah besar karbon tanpa biaya apapun.

"Ini adalah satu-satunya contoh yang pernah saya dengar di mana Anda bisa mendapatkan penyerapan karbon negatif," kata Timothy Treuer, penulis utama studi ini dan seorang mahasiswa pascasarjana di Princeton's Department of Ecology and Evolutionary Biology. "Ini bukan hanya win-win solution antara perusahaan dan taman lokal - ini adalah kemenangan bagi semua orang."

Ide awalnya dipicu oleh tim suami istri Daniel Janzen dan Winnie Hallwach, keduanya ahli ekologi di University of Pennsylvania, yang bekerja sebagai peneliti dan penasihat teknis selama bertahun-tahun di Área de Conservación Guanacaste (ACG, Kawasan Konservasi Guanacaste) di Kosta Rika. Janzen dan Hallwachs telah memfokuskan paruh terakhir karir mereka untuk memastikan masa depan ekosistem hutan tropis yang terancam punah.

Pada tahun 1997, Janzen dan Hallwachs mempresentasikan sebuah kesepakatan menarik kepada Del Oro, produsen jus jeruk yang baru saja mulai berproduksi di sepanjang perbatasan utara Área de Conservación Guanacaste. Jika Del Oro akan menyumbangkan sebagian dari tanah berhutan mereka ke Área de Conservación Guanacaste, perusahaan tersebut dapat menyimpan limbah kulit jeruk untuk biodegradasi, tanpa biaya apapun, di lahan terdegradasi di dalam taman nasional.

Tapi setahun setelah kontrak ditandatangani - selama 12.000 metrik ton kulit jeruk diturunkan ke tanah yang terdegradasi - TicoFruit, perusahaan saingan, mengajukan tuntutan, dengan alasan perusahaan tersebut telah "menajalkan sebuah taman nasional". Perusahaan saingan memenangkan kasus ini di depan Mahkamah Agung Kosta Rika, dan tanah yang tertutup kulit jeruk sebagian besar diabaikan selama 15 tahun ke depan.

Pada musim panas tahun 2013, Treuer sedang mendiskusikan jalan penelitian potensial dengan Janzen saat mereka mendiskusikan situs di Costa Rica. Janzen mengatakan bahwa, sementara ahli taksonomi (ahli biologi yang mengklasifikasikan organisme) telah mengunjungi daerah tersebut, belum ada yang benar-benar melakukan evaluasi menyeluruh. Jadi, saat melakukan penelitian lain ke Costa Rica, Treuer memutuskan untuk mampir ke situs tersebut untuk melihat apa yang telah berubah selama dekade terakhir.

 

Artikel Terkait

Artikel Lainnya

makanan penderita diabetes
29 Desember 2017, by Retno Indriyani
Penderita diabetes sering kali harus bersabar menahan keinginan untuk makan makanan lezat yang mereka inginkan. Diabetes memang erat sekali hubungannya dengan ...
Menakjubkan , 7 Zodiak Ini Memiliki Karir Cemerlang Di Tahun 2018
21 Desember 2017, by Slesta
Tampang.com – Karir yang cemerlang menjadi impian setiap orang tentunya. Tahun baru mendatang menjadi sebuah tahun yang sangat dinantikan oleh banyak ...
Papua Nugini diguncang Gempa Berkekuatan 7,4 SR
26 Februari 2018, by Retno Indriyani
Tampang.com - Papuan Nugini diguncang gempang berkekuatan 7,4 skala Richter pada pukul 00.44 WIB, Senin (26-12-2018). Tercatat ada dua gempa susulan yang ...
Manfaat Sexting untuk Kebaikan Pasangan yang Sudah menikah
3 Maret 2018, by Rahmat Zaenudin
Tampang.com - Sebulum membahas terlebih jauh dijelaskan dulu apa sebenarnya Sexting tersebut. Sexting didefinisikan sebagai aktivitas mengirim dan ...
Siapa Sebenarnya Figur yang Diusung Partai Golkar di Pilgub Jabar 2018?
22 Desember 2017, by Jenis Jaya Waruwu
Dunia politik memang penuh dinamika yang tidak dapat ditebak secara pasti. Sebagai contoh yang terjadi baru-baru ini terhadap polemik dukungan partai Golkar ...
 
Copyright © Tampang.com
All rights reserved
 
Tutup Iklan
hijab